Polisi Sahabat Dengan Tugas Mulia

0
171

Banyak yang bilang menjadi polisi itu enak, gajinya besar dan dihormati oleh masyarakat. Anggapan itu tidak benar. Sebetulnya menjadi polisi itu susah karena harus menjalani tugas-tugas berat dan melelahkan, bahkan terkadang nyawa dan jiwanya yang dapat terancam.

Kesempatan waktu untuk kumpul bersama keluarga pun sering harus dikorbankan demi menjalankan tugas. Berdasarkan situasi tersebut, menjadi polisi tidaklah cukup mengandalkan modal dan cita-cita. Bagi yang berminat jadi polisi harus juga memiliki kesetiaan tinggi, mental kuat dan jiwa pemberani.

Meski begitu, banyak anggapan negatif dari masyarakat menyangkut kinerja polisi. Namun saya ingin mengingatkan, kalau polisi yang berlaku tidak baik itu  hanyalah oknum yang tidak bertanggung jawab. Mereka mungkin tidak memiliki mental, kesetiaan dan dan iman yang kuat.

Sering juga saya mendengar gosip bahwa polisi itu galak, tidak bertanggung jawab, dan suka menerima uang yang tidak halal. Mengenai hal tersebut, saya tegaskan bahwa anggapan itu adalah gosip yang tidak benar.

Sebenarnya, saya dulu juga beranggapan bahwa polisi itu tidak bagus. Namun perlahan-lahan pandangan itu berubah setelah saya dengar dan amati bahwa menjadi polisi itu mempunyai tugas yang mulia, antara lain bertugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat tanpa memandang status sosial, agama, maupun adat. Mereka juga tidak mengenal kata lelah dalam menjalankan tugas-tugas yang cukup berat yang telah diberikan kepadanya.

Paling tidak, apa yang saya lihat sedikit banyak dapat menggambarkan bahwa sesungguhnya polisi memiliki tugas yang mulia. Senin itu, sehabis pulang sekolah saya melihat ada sekelompok pelajar yang membawa senjata tajam. Mereka hendak tawuran.

Tawuran itu akhirnya batal karena kehadiran seorang bapak polisi. Saya lihat pak polisi itu sibuk berbicara pada sekelompok pelajar yang hendak tawuran tadi. Sayup-sayup saya mendengar percakapan mereka. “Buat apa kamu tawuran tidak ada gunanya cuma menghabiskan waktu saja,” kata pak polisi memberikan nasihat.

saya mengakui kalau polisi yang saya lihat itu ternyata baik. Pak polisi itu bertindak layaknya seorang orang tua yang sedang menasihati dan mencegah anaknya untuk melakukan hal yang tidak baik.

Setiba di rumah, saya langsung bertanya kepada orang tua saya, “Ayah ibu tadi saya melihat ada seorang polisi yang sedang berbicara kepada sekelompok pelajar yang ingin tawuran dan dia mencegahnya. Apakah itu merupakan salah satu tugas dari polisi”.

“Iya anakku itu benar memang salah satu dari tugas polisi. Dia tidak hanya mengatur lalu lintas.Tetapi masih ada tugas mulia yang dia lakukan tanpa kita ketahui,” jawab orangtua.

Tak hanya kejadian itu saya mengamati kalau tugas polisi itu sebenarnya mulia. Di hari lain ada sebuah berita kasus tawuran antara supir ojek online dan supir angkutan umum yang terjadi di Bogor.Tawuran tampak terus berjalan mereka saling timpuk batu sehingga batu dari lemperan tersebut mengenai salah satu angkot. Beberapa waktu kemudian, datanglah seorang polisi.

Atas peristiwa itu saya lantas berkata kepada ayah. “Polisi itu berdiri di tengah-tengah sambil melepaskan tembakan ke udara supaya mereka tidak melanjutkan tawuran. Coba saja ayah bayangkan kalau polisi tersebut kena lemparan batu salah seorang yang akan  tawuran. Dia pasti  akan berdarah. Salut saya sama polisi itu. Dia memang berani”.

“Memang anakku. Untuk menjadi polisi itu tidak hanya angan-angan saja. Tetapi harus memiliki jiwa pemberani,mental dan jiwa yang kuat serta memiliki kesetiaan yang tinggi yang paling utama itu kita tidak usah takut,” jawabnya.

Lain waktu, ketika saya sedang jalan-jalan ke Tangerang, terjadi kemacetan. Di situ terlihat seorang yang memakai seragam polisi, lengkap rompi,  topi, senjata api dan handy talky, sedang berdiri di tengah lampu lalu lintas. Sendirian dia mengatur lalu lintas dengan tujuan mengurai kemacetan dan menghindarkan kecelakaan.

“Ayah, kenapa sih polisi  salah satu tugasnya adalah mengatur lalu lintas? Tidak ada yang lain apa?” tanya saya kepada ayah yang menemani. “Iya anakku memang tugas polisi itu banyak, salah satunya mengatur lalu lintas.  Polisi itu disebut polantas atau polisi lalu lintas. Kalau tidak ada polantas yang mengatur lalu lintas maka akan terjadi kemacetan dan kecelakaan,” ayah saya menerangkan.

Beberapa bulan lalu saya menonton kejadian di internet berjudul ”Ibu-Ibu yang Mengamuk kepada Polisi”. Di situ terlihat memang terjadi kemacetan, dan ibu-ibu tersebut terjebak dalam kemacetan tersebut. Di situ ada pula seorang polisi. Si ibu tidak mengetahui jika sebenarnya polisi itu menjalankan tugasnya. Ia justru menyangka polisi itu hanya diam saja dan tak bertugas.

Tampak ibu tersebut turun dari mobilnya menghampiri polisi tersebut dan langsung mencaci maki polisi. Ia tidak  sungkan mengaku bahwa dirinya bekerja di MA (Mahkamah Agung). Dia lantas juga berani menarik-narik baju yang dipakai polisi tersebut hingga robek. Dari kejadian itu banyak makna yang kita ambil. Kesabaran dalam menjalankan tugas.

Kenapa dapat dikatakan polisi itu sahabat kita? Karena selain merupakan sosok pemberani, kuat secara mental dan fisik, polisi juga bertugas untuk mengayomi, melindungi semua warga dari semua kalangan, baik yang miskin atau kaya, dari segala kejahatan dan marabahaya. Hal tersebut dilakukan juga tanpa memandang status sosial dan agama.

Perlindungan juga tak melihat gender. Apalagi yang menjadi polisi bukan hanya laki-laki loh. Tetapi juga ada juga polisi wanita yang pasti kalian kenal dengan sebutan polwan (polisi wanita). Tugasnya sama pun seperti polisi laki-laki yakni mempertaruhkan nyawa,waktu dan jiwanya untuk menciptakan suatu keadaan yang nyaman,tenteram, dan kondusif di lingkungan masyarakat.

Bagaimana pun, polisi adalah salah satu sosok yang berperan penting dalam kehidupan kita. Mungkin jika tidak ada polisi, hidup kita tidak akan teratur seperti ini. Kehadiran polisi  tidak dapat dimungkiri sangat diperlukan oleh masyarakat dalam menjamin rasa nyaman, aman, dan tenteram.

Tak lupa, dalam rangka HUT Polri saya juga ingin mengucapkan ; ”Selamat ulang tahun kepada bapak dan ibu polisi di seluruh Indonesia. Doa saya adalah semoga semakin jaya. Hidupnya menjadi berkah dan diberikan kesehatan yang lebih agar dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan baik dan benar”.

Penulis:

Fikrian, SMK Kemala Bhayangkari 1 Jakarta