Belajar untuk ‘Pelan-Pelan’ dari Alanda Kariza

0
477
Teater Keong Mas TMII sebagai venue acara TEDXJakarta Post-Capital(ism) 2023, Sabtu (9/12/2023) (Dok. Ibrahim)

Dalam suasana Teater Keong Mas TMII yang megah, dengan desain arsitektur yang mencerminkan perpaduan antara modernitas dan tradisi, TEDxJakarta 2023 membuka wawasan baru dengan tema “Post-kapitalisme”. Dalam sesi pertama yang berjudul “Pelan-pelan”, Alanda Kariza, seorang aktivis muda, menyampaikan pandangannya tentang ‘Heuristika Pencapaian’ dalam konteks kehidupan modern.

Di era di mana segalanya bergerak dengan cepat, seringkali heuristika pencapaian, yaitu penilaian tentang kemampuan seseorang untuk berhasil berdasarkan pencapaian masa lalu, mendominasi cara kita berpikir dan bertindak. Alanda, dengan kelembutan suaranya yang menggema di ruangan teater yang penuh sejarah, mengajak audiens untuk merefleksikan pengaruh heuristika ini dalam kehidupan. 

Alanda mengungkapkan bagaimana dalam masyarakat yang cenderung menghargai kesuksesan cepat dan instan, mudah untuk terjebak dalam pola pikir bahwa apa yang telah kita capai di masa lalu adalah penentu utama kesuksesan di masa depan. Namun, melalui cerita pribadinya, dia mengilustrasikan bahwa heuristika pencapaian ini seringkali menyesatkan. Meski sukses di masa muda, ia menghadapi tekanan dan ekspektasi, diwakili oleh ungkapan “kecil tua, gede busuk”, yang menyiratkan bahwa kesuksesan dini dapat berakhir dengan kegagalan di masa mendatang.

Menggunakan pengalamannya sebagai contoh, Alanda membawa audiens pada perjalanan introspeksi. Dia menekankan bahwa setiap orang memiliki jalur dan tempo unik dalam hidup, yang tidak selalu sejalan dengan apa yang diharapkan oleh heuristik pencapaian. “Semua orang punya waktunya sendiri. Tidak terlalu cepat, tidak terlalu lambat, tetapi tetap waktu,” katanya, mengingatkan bahwa sukses sejati bukanlah tentang berlari mengejar pencapaian tetapi tentang memahami dan menghargai proses individual kita.

Alanda Kariza sebagai pembicara di TEDXJakarta Post-Captal(ism) 2023 membahas tentang Heuristika Pencapaian, Sabtu (9/12/2023) (Dok. Ibrahim)

Dalam konteks post-kapitalisme yang menjadi tema TEDxJakarta tahun ini, pembicaraan Alanda menghadirkan sudut pandang penting. Ia menantang generasi muda untuk mempertanyakan dan melampaui batasan heuristika pencapaian yang seringkali dijadikan standar. Ia menyuarakan pentingnya menghargai setiap langkah dan momen dalam perjalanan hidup, menjauh dari pandangan sempit tentang kesuksesan yang hanya didasarkan pada hasil masa lalu.

Di TEDxJakarta, di tengah kemegahan Teater Keong Mas, Alanda berbicara lebih dari sekadar ‘hidup pelan-pelan’. Ia mengajak generasi muda untuk melampaui heuristika pencapaian, konsep yang sering mengikat kita pada pencapaian masa lalu sebagai penentu kesuksesan masa depan. Dengan pesona dan kearifannya, Alanda membuka wawasan tentang bagaimana kesuksesan sejati terletak pada pemahaman dan penghargaan terhadap nilai serta ritme unik perjalanan pribadi kita.

Refleksinya menggugah, membawa pesan penting bahwa keberhasilan hidup tidak hanya terukur dari apa yang telah kita capai, tetapi bagaimana kita menavigasi dan menilai perjalanan kita. Bagi banyak anak muda yang hadir, pesan Alanda menjadi inspirasi untuk mengeksplorasi dan menghargai setiap langkah dalam perjalanan hidup mereka, menciptakan makna yang lebih dalam dan otentik dalam prosesnya.

Penulis:

Arigo Dasachandra Hizkia Herwindo, Mahasiswa Ilmu Ekonomi Universitas Diponegoro/Volunteer Kompas Muda untuk TedXJakarta Post-Capital(ism) 2023

Fotografer:

Ibrahim, Mahasiswa Teknik Elektro Politeknik Negeri Jakarta/Volunter Kompas Muda untuk TEDxJakarta Post-Capital(ism) 2023