Meriam Tahunan

0
103

Kami berdendang

Mengumandangkan shalawat

 menghilangkan jemu menanti pengumuman awal ramadhan

Hari remang, hilal nampak, ramadhan telah datang

Marhaban ya ramadhan!!!

Bapakku  bahagia

Katanya, di bulan ini, banyak pahala menanti

Bahan makananpun menanti  tangan terampil ibu

Akan ada kolak menggoda untuk buka disetiap sore kami

Dan beberapa jenis kurma

Aku lebih bahagia, karena buku bekasku telah jemu di kardus

Akan ku potong sedemikian rupa, membentuk lingkaran merubahnya jadi petasan

Akan ku siapkan untuk lebaran,  walau puasapun belum lagi dijalankan

Di pertengahan  bulan ramadhan

Akan ku cari bambu di hutan

Ku buat jadi meriam tahunan

Akan ku nyalakan saat lebaran di tanah lapang bersama kawan sejalan

di kampung halaman

Ragaku nampaknya  tak juga kapok

Jeweran ibu yang masih membekas di ingatanku

Katanya  buku bekasku harusnya dijual bersama rongsokan

Atau lebih baik di gunakan untuk belajar agar di terima di sekolah kesayangan

Dan meriam tahunan, mengharuskan aku menjalani rawat jalan

Kuanggap itu hanya masa lalu

Tahun ini, tetap ku nikmati ramadhanku

 

Tirta Danudirja