Puisi

“Just In Silent”

hempasan daun melayang pada kencangnya angin mengingatkan kisah diantara berbagai kisah dimana saat diri ini bertemu dengannya hingga lambat laun menjadi sebuah cerita namun kini semua berbeda awal kebahagiaan...

Sipir Qolbu

Aku tidak kuasa menghentikan hari Juga menyetir hati yang membabi buta mengaguminya Sedikit pana memikat pena Untuk menuliskan namanya dalam buku mimpi Pada ujung rasa ini Aku sudah pasrah Jika...

Hargailah Diri Sendiri

Aku tahu aku tidak sempurna Aku tahu aku tidak memiliki kelebihan yang bisa orang lain lihat Aku paham akan kemampuanku Terkadang aku ingin melakukan hal yang sama...

Di Ambang Gelisah

kala hati berada pada titik dimana rasa telah hilang dari tempat singgahnya mulut tak bisa mengeluarkan sepatah katapun raga terasa terterkam oleh gelisah otak tak lagi mampu...

Envoi

Sepetik harapan berselimut malam. Matikan lampu kakek Edison Tua. Mari bermimpi masuk ke pasar malam utopia tanpa izin.   Lupakan ikatanmu hari ini. Peluklah raga yang dibalut kasih. Sejenak, kita...

Untukmu, Kakak Tingkatku

Kakiku mulai melangkah dalam angannya Mulutku mulai menyapa dalam mimpinya Sayangnya, hanya jemariku yang bekerja, Ia menyapa, melangkah Ingin hati berjumpa tetapi semesta berkata lain Seolah melangkah dalam ketidakpastian Aku...

Terbit Untuk Tidak Tenggelam

Pada kumparan lagu yang setia mengalunkan dendang rindu Juga atas gemerlap mendung yang dibalut bisu nabastala Untuk dayita senja, jingga. Manatah kutemui pelukis sehebat-Nya? Lembayung yang loyal atas...

Memang

Sudah Semuanya sudah Sudah kau jalani dan sudah berusaha Tapi masih pekat rasanya Manis pahitnya Tapi lebih banyak masam Satu bekerja Lima mencela Ah, manusia Ada-ada saja Punya suara tak dijaga Aku juga Tak bisa apa-apa Hanya...

Sang Pujangga

Sang pujangga duduk termenung Dengan pena di tangannya Menggoreskan tinta Di atas kertasnya Merangkai kata-kata Menuliskan kalimat Sesaat sang pujangga berdiri Meremas kertasnya Dengan rasa membuncah Dibuangnyalah itu Seluruh kata-katanya Melupakan gagasannya Sang pujangga terdiam Sendu menatap...