s e n j a —

Senjaku dan Senjamu yang ternyata tak sama. Hal yang pertama kusadari : sebuah jarak membentang di antara kita, semakin hari semakin renggang. berulangkali ku coba, namun percuma tetap tak bisa. kini senjaku dan senjamu berbeda tak sama lagi tujuan kita, bahagia kita, sudah lain. seharusnya aku bisa...

Lagi, dan masih tentangnya ..

Hahaha … Lagi lagi hari ini harus aku rasakan semua yang tak ingin aku rasakan Aku kembali mengizinkan hatiku jatuh untuknya Iya, dia .. Aku mencintainya dalam diamku Aku mencintainya dalam segala kesakitanku Aku mencintainya dalam segala kebodohanku Aku mencintainya dalam...

Kehadiran Masa lalu

selamat malam masa laluku... hari ini aku mengucapkannya karena kehadiranmu... kehadiranmu yang tak di sangka-sangka membawa kebahagiaan untukku... kehadiranmu yang membuat aku menjadi berpikir dan bertanya.. iya, kenapa kamu hadir? kenapa kamu hadir baru sekarang? kenapa kamu hadir begitu saja? ketika...

Lagi dan lagi …

Dan hari ini aku beranikan diriku lagi … Aku beranikan diriku untuk melukai kembali hatiku lagi Aku beranikan diriku untuk kembali merasakan sakit lagi Aku beranikan segala kehancuran datang lagi Aku beranikan segala dinding kekuatan ku hancurkan lagi Aku...

Apatis itu Pilihan

Apatis itu nyaman Apatis itu bermain aman Apatis itu tidak bisa disalahkan Karena Apatis itu pilihan Pilihan yang menunjukan keegoisan Pilihan yang tidak memikirkan orang lain Plilhan yang tidak mengenal kebersamaan Akan tetapi membuat diri mendapat ketenangan Ketenangan yang menghapus keberadaan Dan membuat...

Aku Adalah Rumah

Aku adalah rumah Dimana engkau merebahkan lelah Aku adalah rumah Dimana engkau ingin bersandar dikala hatimu gundah Aku adalah rumah Dimana engkau ingin ditenangkan selagi hatimu dipenuhi amarah.

Ini Hati

Berfikir berkali-kali untuk menulis Menulis rasa yang pernah membekas di ujung hati Namun sayang, rasa itu terlanjur jatuh Karena pemiliknya berkata " Mungkin dia bukan untukku" Jawaban itu tertahan dan terus berhadapan dengan tembok besar yang menghalangi Kala itu, aku...

Kedamaian

  Saat ku terbangun dari mimpi Aku berkutat sejenak dalam halusinasi Ku seduh kopi Agar menghiasi hari Setelah itu aku beranjak pergi dari bilik kamarku Ku nyalakan sebuah televisi Agar aku mendapat informasi Ternyata aku hanya mendapat sebuah berita caci maki Aku menghela...

Usai

  Biarkan aku menguap dengan sepi Setelah hari hariku tak lagi sama dengan sebuah mimpi Biarkan aku merangkak dalam ruangan sunyi Setelah hati ini dikoyak koyak dengan delusi. Aku sudah bersumpah serapah Dalam larik sajak yang tak lagi indah Aku hanya...

Masihkah Kau Memeluk

Siapa hendak memeluk sedang badan penuh nanah begini Kau kah tetap juga tersenyum menyambut meski ku tipu Kau lagi-lagi Tubuhku bulu hatiku daun; ditiup angin tak kenal arah diinjak hancur terpisah dibawa air ikut saja turun Jalanku sedikit terseok mukaku muram Benarkah sudah...