Puisi

“Pulang”

ketika bulan menderang. ketika malam menjadi saksi. setiap doa yang ku untaikan... untuk kepulanganmu kekasihku di mana pun kau berada, sejauh apapun kau pergi... ingatlah untuk pulang kembali kepadaku,dan kepada orang-orang...

Pesonamu

Angin berhembus.. Menyentuh seluruh wajahnya Rambut indah yang tergerai Kian terhempas kian indah Sontak aku berkata! Kau terlalu indah untuk dipandang Bahkan mata yang Tuhan pinjamkan padaku pun tak sanggup...

Malam Ini, Luka Itu Menganga Lagi.

  dan ... malam ini aku rasakan lagi semuanya semua rasa sakit yang hampir saja pulih namun perlahan mulai terlihat lagi, mulai robek lagi, bahkan mulai menganga lagi pada...

Kopi Maut

  Lelah, sangat lelah Hari yang indah menjadi terlalu menakutkan untuk di jalani Langit yang cerah pun seakan berubah menjadi gelap Bahkan membuka pintu pun aku tak sanggup   Aku...

Jakarta

Hai, bagaimana kabarmu ? Masih ingat dengan jalan ini, jalan yang dulu sering kita lewati Dengan keindahan lampu - lampu dan suasana yang membuat aku selalu...

Lagi, Namun Ajariku Cara Lupakanmu

Januari, Jakarta .. Teruntuk dirimu, Tolong ajariku cara lupakanmu, bahkan ajariku cara membencimu sekaligus Dan tolong… Ajariku cara lupakan semua tentangmu Ajariku cara lupakan sentuhmu Ajariku cara lupakan kasih hingga...

s e n j a —

Senjaku dan Senjamu yang ternyata tak sama. Hal yang pertama kusadari : sebuah jarak membentang di antara kita, semakin hari semakin renggang. berulangkali ku coba, namun percuma tetap tak bisa. kini...

Lagi, dan masih tentangnya ..

Hahaha … Lagi lagi hari ini harus aku rasakan semua yang tak ingin aku rasakan Aku kembali mengizinkan hatiku jatuh untuknya Iya, dia .. Aku mencintainya dalam diamku Aku...

Kehadiran Masa lalu

selamat malam masa laluku... hari ini aku mengucapkannya karena kehadiranmu... kehadiranmu yang tak di sangka-sangka membawa kebahagiaan untukku... kehadiranmu yang membuat aku menjadi berpikir dan bertanya.. iya, kenapa...