Cerpen

Melihatmu dari Balik Jendela

“Bulan, aku rindu kamu malam ini. Kamu di mana?” tanyaku dengan kuat di balkon rumahku. Namun yang terlihat hanyalah langit gelap tanpa bintang. Aku...

Maafkanlah

Persahabatan

Pare, Kota “Jahat”

Titisan air mata mengaluk aksara. Menuang garis cakrawala, sungguh memesona mata. Kalau boleh, puan. Bolehkan ku 'tuk mengenalmu. Kota ini sedang dilanda kesedihan. Tak kala geremis menghiasi...

Kompromi

“Mbak Arum, bisa ga bantu saya buat cari info kerjasama dengan radio Kota biar acara kita bisa di promosiin lewat siaran,” Arum mengangguk mengiyakan...

Aku dan Senja

Sore itu, dua tahun yang lalu, saat semuanya dimulai. Berawal dari sebuah pertemuan singkat yang mengesankan. Saat itu lembayung senja sedang menyelimuti bumi. Matahari...

Seribu Bintang Kecil

Kesempurnaan seorang ibu begitu pekat dihidupku. Ibu selalu tahu yang aku butuhkan. Di suatu pusat perbelanjaan, aku melihat dekorasi bintang kecil yang terbuat dari kertas...

Lelehan Lilin Pertiwi

"Selamat ulang tahun, Pertiwi." Aku membalas senyuman wanita itu dengan senyum yang tak kalah lebarnya. Dari sekian banyak sahabatku, beliau merupakan sahabat yang paling sering...

5

Ia mendapatkan sebuah pisang dari seminar yang diikutinya barusan. Tak ingin dimakannya terlebih dahulu, ia pegang pisang itu di tangan kanannya dan ia jadikan...

Malaikatku yang Hilang

Bibir berwarna putih, muka pucat dan badan terkujur lemas dalam selimut berwarna hijau tosca itu. Aku duduk di kursi yang tidak nyaman itu. Merebahkan...