Cerpen

Kenangan Absurd

Hiruk-pikuk suasana keramaian kota tak luput dari pandangan sang Pencipta. Keramaian jalan seakan bagai semut yang berlomba-lomba mendapatkan secuil makanan, ditambah lagi dengan kebisingan...

Revolusi Negeri Yang Terkhianati Korupsi 1

Aku adalah Pram. Seorang yang tidak tahu mengapa akan menjelajah bangsa ini. Ketika kemarin, negeri ini heboh soal korupsi, aku melihat dengan teliti. Nampaknya,...

Indah Tepat Waktu

Namaku Fisha Dewi Purnama, aku adalah seorang guru yang mengajar di SMA waktu dulu aku sekolah. Semua yang terlintas di pikiran saat ini adalah...

Dukungan Dalam Diam

Katanya, menjadi pemimpin itu bukan dilahirkan tetapi di pelajari. Awalnya saya juga merasa begitu, hingga saya sadar menulis itu butuh bakat. Saya akhirnya menyadari...

Mungkin Kita Masih Berteman

"Bagaimana kabar temanmu yang dapat beasiswa itu?" Aku masih memainkan ponsel bersikap acuh atas pertanyaan orang tuaku, "Teman yang mana?" --- Saat di sekolah dulu, aku bukan...

Laki-Laki di Balkon Seberang

Malam makin larut di Guanajuato. Heidi tak gubris dengan kehadiran angin yang berembus semakin kencang, semakin dingin––menyibakkan rambut ikalnya hingga acak-acakan. Kalau bagi orang...

Bangun dari Khayalan

Andai saja, aku memiliki pacar seperti Davi. Tampan, tinggi, dan angkuh, but in a cute kind of way. Punya caranya sendiri untuk menunjukkan ia...

Luka, Setelah Duka.

Malam yang gelap, di sebuah rumah yang jauh dari kata “tenang”. Ia kembali terduduk diam, memeluk kedua kakinya dan berusaha sekuat tenaga menahan semua...

Mon Destin

*nitt…nitt…nitt…* Suara alarm sudah berbunyi sejak 30 menit lalu tetapi Andi masih tertidur pulas di kamarnya. Seorang pengasuh pribadinya pun sudah mengetuk pintu kamarnya beberapa...