Pada Masanya Nanti

0
116

Kau berdiri di depan cermin, menatap semua hamparan raga yang terbias nyata
Kebatinan dan juga camuk pikiran seolah menyalahkan semuanya

Merasa diri tak layak untuk siapa-siapa, merasa semua usaha terbayar sia -sia, merasa payah, merasa rendah. Bahkan merasa diri seolah tak punya kemampuan apa-apa
Terus saja kau bandingkan kegagalanmu dengan pencapaian yang orang lain punya

Poros pikiranmu seolah berpusat pada kalimat “jika saja saya seperti mereka”
Menekan diri dengan bercermin dihadapan orang lain
Padahal, yang sebenarnya kita lihat hanyalah hasil akhirnya, bukan prosesnya

Jika kita masih dipertemukan dengan kegagalan
Bukan berarti kita ditakdirkan untuk menjadi seseorang yang kalah
Tak usah menjadikan orang lain sebagai standar kemampuan untuk menilai diri
Terus saja berikhtiar sampai sang kuasa menuntunmu pada akhir takdir yang indah

Nur Amala