Kenali Cara Bersosialisasi dengan Penyandang Disabilitas

34
448

Selalu dipandang sebelah mata, menjadi hal yang sudah sangat biasa bagi para penyandang disabilitas. Perlakuan dan kesempatan yang selalu di nomor duakan selalu  selalu mereka dapatkan dari lingkungan.

Di era globalisasi, hal ini menjadi suatu tantangan yang besar untuk para penyandang disabilitas untuk bersosialisasi di dunia pekerjaan. Sifat manusia yang semakin individualistik, mempersulit berlangsungnya  komunikasi dan interaksi bagi para penyandang disabilitas.

hak para penyandang disabilitas untuk mendapatkan kesempatan, kesetaraan dan perlindungan hukum yang setara masih sangat kurang

Keterbatasan seharusnya bukan penghalang untuk menuju kesuksesan. Butuh adaptasi yang baik untuk menjadikan segala situasi dan kondisi ke arah yang lebih baik. Namun tak dipungkiri, hak para penyandang disabilitas untuk mendapatkan kesempatan, kesetaraan dan perlindungan hukum yang setara masih sangat kurang. Itulah sebabnya penting menumbuhkan kesadaran dan dukungan kita untuk membuat Indonesia yang ramah dan peduli akan penyandang disabilitas.

Jika Anda berjumpa dan berinteraksi langsung dengan para penyandang disabilitas, berikut ini hal-hal yang bisa kita lakukan,  hindarilah penggunaan bahasa dan pertanyaan yang menyinggung mereka. Misalnya “Memang gimana kejadiannya sampai bisa begini?”. “Saya turut prihatin ya dengan kondisi kamu”, atau ada lagi, “Ini bawaan dari lahir atau kecelakaan?”.

Kawan-kawan, pertanyaan semacam itu tidak diperlukan karena hanya menyinggung perasaan mereka. Bisa jadi pertanyaan tersebut malah merendahkan harga diri mereka, sehingga timbulah diskriminasi atas penyandang disabilitas.

Cara lain, jangan melihat keterbatasan mereka. Fokuslah dengan apa yang ingin dituju, bukan dengan melihat keterbatasan fisik yang mereka miliki. Cara itu dapat meningkatkan kesetaraan para penyandang disabilitas dalam bersosialisasi di dunia pekerjaan dan pendidikan. Lihatlah mereka sebagai sosok yang inspiratif yang bisa menjalankan kesehariannya secara mandiri.

Cara yang benar

Bantuan dapat menjadi suatu masalah, jika seseorang tidak memahami kebutuhannya.  Dengan memosisikan mata sejajar dengan mata dan tidak mengarah pada keterbatasannya, mereka akan merasa nyaman dan menerima bantuan yang kita tawarkan. Hindari meraih tangan pada pengguna tongkat atau kruk. Mereka membutuhkan alat bantu itu keseimbangan berjalan.

Siap ditolak

Niat yang baik, tidak selalu berujung dengan baik. Hal itu juga terjadi pada saat menawarkan bantuan kepada para penyandang disabilitas. Tidak semua penyandang disabilitas membutuhkan bantuan orang lain untuk menjalankan kesehariannya.

Mereka akan bilang “tidak”, karena mereka menganggap diri mereka masih mampu dan tidak membutuhkan oranglain untuk membantunya. Kita harus menghargai keputusan orang tersebut.

Penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat yang tidak terpisahkan dalam Kehidupan. Penting memahami cara bersosialisasi yang tepat dan benar untuk lebih mengutamakan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas sehingga mereka punya kesempatan yang sama dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan. Mari, kenali cara bersosialisasi yang tepat dalam menyikapi keterbatasan penyandang disabilitas tanpa menyinggung perasaan mereka.

Theresia Carolina, mahasiswi Jurusan Public Relations, The London School of Public Relations Jakarta.

34 COMMENTS