Senandika Dalam Bait

55
220

Tertutupi oleh debu, ia terabaikan

Terlihat usang tak menarik mata memandang, ia terasingkan

Mengingat kenangan kelam, ku tenggelam dalam kegelapan

Hati mulai menghitam, tubuh terbujur kaku

Terbayang-bayang kenangan lama, membuatku terjebak dalam lingkaran hitam

 

Luka-luka lama kembali terbuka

Luka yang menyumbat asa, mengundang rasa gundah yang menggores lara

Ketika kudapati kau sudah tiada, kehampaan mulai mendekapku

Rongga-rongga jiwa penuh memar.

Dalam doa sepertiga malamku, kau hadir merasuki denyut jantungku

Kau menyusup disela-sela asmaraloka yang sudah tertutup.

Namun namamu tetap abadi.

Untuk terakhir kalinya, kupersembahkan karangan bunga ini untuk menghiasi

perjalananmu sebelum dikebumikan.

 

21 Desember 2020