KEGAGALAN BUKAN AKHIR DARI MASA DEPAN

0
167

Halo Sobat Muda! Seperti yang kita ketahui, tanggal 14 Juni kemarin adalah pengumuman hasil ujian masuk perguruan tinggi negeri atau SBMPTN. Selamat kepada yang berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri yang kalian mau. untuk yang belum diterima,  tetap semangat.

Banyak dari kita yang pernah merasakan kegagalan. Rasanya sangat mengecewakan, hancur, dan merasa tidak berguna karena tujuan kita untuk melanjutkan masa depan gagal. Penulis juga pernah dan sering merasa gagal karena apa yang aku impikan tidak terwujud. Rasanya hancur dan merasa bahwa tidak ada masa depan untuk diri sendiri. Nah Sobat Muda! Aku akan membagikan pengalaman ketika gagal berkali kali dan cara mengatasi rasa kecewa terhadap kegagalan. Yuk disimak!

Siapa yang ingin merasakan kegagalan? Tentu tidak ada bukan? Aku juga tidak ingin merasakan kegagalan. Tetapi, apa mau dikata aku pun pernah merasakan gagal berkali – kali. Buat aku, kejadian gagal menjadi sarana belajar bahwa kegagalan bukanlah suatu hal yang menghambat kita untuk melanjutkan masa depan.

Sebelum diterima menjadi mahasiswa dan menerima beasiswa KIP Kuliah di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, aku mengikuti banyak  seleksi perguruan tinggi mulai dari perguruan tinggi swasta sampai perguruan tinggi negeri. Aku  berjuang agar mendapatkan apa yang ku impikan yaitu masuk kuliah tanpa mengeluarkan biaya karena faktor ekonomi keluarga yang hanya cukup untuk makan saja.

Tiga bulan sebelum lulus dari sekolah menengah kejuruan, aku mengikuti seleksi beasiswa perguruan tinggi swasta di Jakarta. Sungguh aku amat berharap diterima di perguruan tinggi itu, namun ekspektasi memang tidak sesuai dengan kenyataan. Aku gagal diterima. Sedih sekali rasanya waktu itu sampai membuat penulis menjadi takut gagal lagi.

Pada akhirnya aku mencoba lagi seleksi perguruan tinggi negeri yang dikenal dengan nama SBMPTN dengan berupaya belajar dan berusaha dengan segala kemampuan. Namun sayang, aku gagal lagi untuk kedua kalinya. Melihat banyak teman yang diterima di PTN, aku merasa sedih dan tidak berguna. Rasanya ingin sekali menyerah dan merasa tidak berguna dimana melihat teman-teman yang sudah memasuki bangku kuliah, sementara penulis belum mendapat kesempatan tersebut.

Gagal lagi 

Setelah kegagalan yang terakhir, aku menunggu satu tahun lamanya untuk mencoba lagi ikut seleksi PTN. Setahun bukanlah waktu yang singkat. Masa itu aku mencoba hal-hal baru yang belum ku lakukan sebelumnya yaitu bekerja. Penulis mencoba bekerja di suatu perusahaan selama empat bulan, namun penulis berhenti dan mencoba lagi untuk seleksi masuk PTN.

Apa yang terjadi ? Aku gagal lagi sampai akhirnya merasakan gagal lagi ke sekian kali. Di situlah rasa ingin menyerah datang. Masa depan terasa gelap karena kegagalan yang sudah datang berkali- kali. Kecewa, dan marah meliputi diri karena merasa diriku sudah sampai di sini  saja. Sudah merasa tidak maju karena hingga saat itu penulis masih belum mendapatkan tempat untuk kuliah atau bekerja lagi.

Rejeki memang tak kemana. Tidak lama setelah kegagalan tersebut, penulis mendapat pemberitahuan dari teman bahwa ada satu kampus yang membuka seleksi beasiswa penuh dari pemerintah, yaitu Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti. Perguruan itu membuka seleksi beasiswa Kartu Indonesia Pintar atau yang bisa dikenal dengan Beasiswa KIP. Rasa semangat dan pantang menyerah yang ada di diri penulis hidup kembali. Aku mencoba seleksi yang di adakan oleh perguruan tinggi tersebut.

Aku diterima sebagai mahasiswa Program S1 Pariwisata dengan beasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta  Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jakarta.

Proses demi proses penulis ikuti, mulai dari seleksi administrasi, seleksi test tertulis, hingga seleksi wawancara. Walaupun rasa takut gagal menyelimuti diri penulis, tetapi itu bukan menjadi halangan untuk aku mencoba kesempatan itu.

Perjuangan yang ku  lakukan tidak sia-sia. Aku diterima sebagai mahasiswa Program S1 Pariwisata dengan beasiswa KIP Kuliah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta  Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jakarta. Sungguh aku bersyukur dan belajar bahwa kegagalan bukanlah akhir dari masa depanku. Itu adalah bagian dari proses kehidupan kita bahwa tidak selalu hidup kita dipenuhi dengan keberhasilan dan juga kegagalan.

Sobat Muda, jika kalian merasa gagal ingatlah bahwa masih banyak jalan yang akan kalian dapatkan bila kalian terus berusaha dan berdoa, Yap! Ora et labora yang artinya berdoa sambil berusaha itu hasilnya tidak akan sia-sia loh! Mungkin tahun ini kalian belum diberi kesempatan untuk masuk ke Kampus yang kalian impikan selama ini. Janganlah khawatir Sobat Muda! Karena penulis yakin dan percaya di luar sana masih banyak tempat yang lebih baik bahkan yang terbaik untuk kalian!

Tuhan tidak akan menempatkan kalian di tempat yang sembarangan loh Sobat Muda! Ada rencanaNya lebih besar dan luar biasa dari apa yang kita pikirkan. Jadi, Yuk sudahi sedih kalian dan tetap berjuang!

Aldeitra Tanu Putri, mahasiswi Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jurusan Pariwisata.