Perjalanan Panjang “Sang Pemimpi yang Tidak Tahu Diri”

0
241

Kali ini aku menulis tentang cerita perjuanganku. Kisah juang yang akan menjadi kenangan pedih serta indah dengan hasil yang sangat aku banggakan. Cerita ini adalah kisah nyata perjuanganku dalam mewujudkan salah satu mimpi besar yang aku tulis di buku harianku, sebuah mimpi yang dicemooh orang-orang disekitarku.

Sebuah mimpi yang ditertawakan oleh orang-orang terdekatku, sebuah mimpi yang membuat orang-orang menyebutku seorang pemimpi yang mimpinya bahkan lebih tinggi daripada tokoh Lintang di buku Laskar Pelangi.

Teringat dulu sewaktu kecil saat duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar, seorang paman bertanya kepadaku “Mita, cita-citamu nanti jadi apa?” Lalu dengan antusias aku menjawab “Aku ingin tinggal di negara yang mempunyai salju”. Lalu pamanku tertawa dan mengusap lembut kepalaku seraya mengaminkan mimpi yang mungkin dimata mereka sangat mustahil aku wujudkan.

Ini adalah kisahku yang berhasil diterima bekerja sebagai outlet supervisor di Havana Country Club Florida, United States America (USA).

Havana Country Club adalah sebuah restoran bergaya Timur Tengah yang menerapkan standar Amerika pada sistem pelayanannya. Restoran tersebut merupakan restoran ke empat yang dikelola oleh Suleiman Family di United States America tepatnya di The Village, Florida. Letaknya di dekat pelatihan golf yang dikelilingi oleh padang rumput savanna dengan pemandangan Lady Lake atau Sungai Lady.

Aku saat ini mahasiswi Institut Pariwisata Trisakti Jakarta yang sedang mengerjakan proyek akhir dan skripsi sebagai syarat kelulusan, di semester 8 atau semester akhir, kampusku memiliki program magang kedua.

Magang pertama ku laksanakan bulan Januari 2023 sampai Juli 2023 di JW Marriott Phuket, Thailand. Pada magang kedua yang rencananya ku laksanakan bulan Februari 2024 setalah siding skripsi, kami para mahasiswa diperbolehkan untuk bekerja. Oleh karena itu kesempatan cemerlang itu, aku gunakan untuk mencari pekerjaan di luar negeri, dan negara yang aku impikan adalah Amerika

Siapa yang tidak mau hidup di Amerika?

Kehidupan yang terjamin dengan gaji yang besar dan jam kerja yang masih wajar, kehidupan elegan yang dimimpikan oleh hampir semua orang salah satunya aku.

Aku mendaftar lewat salah satu agensi internasional yang memiliki koneksi dibidang food and beverage atau hotel. Mendaftar lewat agensi bukan hal yang murah. Aku menghabisan Rp. 50 juta untuk mendaftar. Mereka akan membantuku untuk menemukan pekerjaan dan peluang kerja sesuai dengan passion yang aku minati.

Untuk mendapatkan uang sebanyak itu bukan hal yang mudah, terlebih itu hanya untuk membayar jasa agensi. Belum termasuk tiket pesawat dan biaya lain yang harus ku siapkan.

Banting tulang

Aku mendapatkan uang untuk mendaftar ke agensi dengan cara bekerja sebagai daily worker executive club lounge di salah satu hotel di Jakarta. Tugasku melayani tamu VIP dan VVIP serta tamu bisnis di sebuah hotel dengan cara membantu mempersiapkan kamar mereka.

Tugas lain membantu check in dan check out serta menjadi server untuk sarapan pagi, afternoon tea yaitu sebuah acara minum teh dari jam 3 sore sampai jam 5 sore dan evening cocktail, acara minum cocktail ( minuman beralkohol) dan dinner atau makan malam.  Gaji selama bekerja membanting tulang itu, aku tabung untuk bisa membayar agensi.

Aku juga mencari pekerjaan sampingan dengan menjual pisang sale, camilan khas Suku Sasak Lombok yang dibuat oleh orang Lombok asli di Pulau Lombok dan didistribusikan ke Jakarta. Pada proyek akhirpun aku dan kedua timku yang lain menjual salah satu jenis kue tanpa tepung, hasil eksperimen kami sebagai salah satu persyaratan untuk menyusun skripsi.

Punya kesibukan seperti itu membuatku sangat lelah dan hampir dirawat di rumah sakit, namun aku selalu berdoa untuk menguatkanku dan memberkati setiap langkahku untuk menggapai mimpiku ini.

Setelah besaran uang terkumpul, aku melunasi pembayaran agensi, aku langsung melamar pekerjaan di Havana Country Club sebagai pelayan restoran, namun Tuhan memberkatiku dengan pemilik restaurant tersebut yaitu Mr. David Suleiman menerimaku bekerja di Havana Country Club Restaurant Florida, USA sebagai outlet supervisor yaitu pemimpin tim pelayan makanan di restaurant tersebut.

Pertimbangan Mr David antara lain, karena aku memiliki pengalaman di bidang hotel dan food beverage departemen selama lebih dari 5 tahun dari tahun 2018. Aku menguasai lima bahasa yaitu Indonesia, Melayu, Inggris level expert atau ahli, Thai serta Jepang di level intermediate atau menengah.

Pertimbangan lain, aku memiliki beberapa referensi bekerja dari Front Office Manager Pullman Hotel Lombok, Front Office Manager dan Director of Room Hotel Sari Pacific Jakarta, Executife Sous Chef Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Outlet Manager Andaman Grill Restaurant JW Marriott Phuket, Head Bartender BART Artotel Hotel Kuningan Jakarta.

Setalah melalui proses interview, dan dinyatakan lolos, aku mulai mengurus persyaratan visa dan lain sebagainya untuk keberangkatan ke Amerika Serikat. Kontrak kerjaku dengan Havana Country Club  dimulai tanggal 5 Februari 2024 sampai 5 Februari 2025.

Ini adalah kisah perjuangan seorang perempuan muda dengan beribu ambisi serta impian yang akan terus aku torehkan menjadi sebuah keberhasilan tak berpenghujung yang akan ku banggakan kelak kepada orang-orang yang menyebutku  “Sang Pemimpi yang Tidak Tahu Diri”

Mita Apriani, Mahasiswi Ilmu Perhotelan Trisakti angkatan 2020.