Dilema Berada dalam “Friendzone” dan Cara Mengatasinya

0
203

Teman-teman, tahukah kalian istilah friendzone atau zona pertemanan? Itu hal yang kerap banyak dirasakan oleh baik pria maupun wanita. Apa sih zona pertemanan itu ? Friendzone dapat diartikan sebagai hubungan yang tidak bisa lebih dari sekedar teman. Hal  itu terjadi karena salah satu pihak menyimpan perasaan lebih, namun ia tidak memiliki keberanian untuk mengutarakannya.

Seseorang yang terjebak friendzone merasakan perasaan tidak enak karena di saat yang bersamaan dia merasa dekat dan akrab seperti teman, tetapi sekaligus juga terasa sangat jauh. Oleh karena itu, kondisi yang tidak enak tersebut sering kali membuat seseorang menjadi nekat untuk mengungkapkan perasaannya.

Masalahnya, usaha nekat itu biasanya berakhir kurang baik atau bisa dibilang “bertepuk sebelah tangan” karena ditolak baik secara halus maupun secara ekstrim. Dan akhirnya hubungan dua orang tersebut tidak bisa lebih dekat seperti sebelumnya.

Penulis yakin kalian mungkin sudah lebih paham tentang apa makna zona pertemanan yang sebenarnya. Lalu bagaimana cara keluar dari pertemanan yang sangat tidak enak itu? Di sisi lain si dia sudah menganggap kamu sebagai teman, tetapi kamu masih ingin memperjuangkan perasaan  supaya hubungan bisa lebih baik atau malah tetap menginginkan supaya si dia bisa menjadi kekasih.

Berikut tips sederhana untuk memperbaiki keadaan diantara kalian berdua supaya suasana menjadi lebih baik.

Sederhananya, “kamu harus menjauh untuk membuat si dia menjadi dekat”.

 

Hentikan fitur keintiman 

Dalam pertemanan yang cukup akrab antara lelaki dan perempuan, sudah biasa jika kita memperlakukan sahabat atau teman akrab dengan memberikan perlakuan yang seharusnya dilakukan setelah menjadi pasangan kekasih. Contohnya, mengantar jemput, mendengarkan curhatan dan memberi solusi masalah yang dia alami. Biasanya juga selalu menemani, selalu memberikan pertolongan, menyelamatkan dia dari bahaya atau apapun itu.

Semua kebiasaan itu  harus dihentikan secara drastis dan jangan pernah memberikan secara cuma-cuma lagi. Tetapi bukan berarti kamu sudah tidak berteman lagi dengan si dia. Kamu hanya perlu tegas menolak ajakan atau permintaan dari dia sampai nanti kalau kau sudah jadian baru melakukannya lagi. Kalau kalian berdua  tidak jadian ya jangan pernah memberikan itu semua.

Tambah teman baru

Karena kamu sudah menghentikan semua kegiatan di poin pertama, maka kamu akan memiliki banyak waktu, tenaga dan uang untuk orang orang baru. Ambil kesempatan ini untuk mencari dan mendekati sahabat baru maupun sahabat lama, sehingga kamu memiliki kesibukan sampai tidak punya waktu untuk memikirkan si gebetan dalam friendzone itu tadi.

Kamu  perlu menghilang sehingga si gebetan sampai berpikir dan bingung dia ke mana sih? Biasanya enak ngobrol, ketemu berdua, kok sekarang enggak ada ya? Mengapa sekarang jadi kangen?

Perasaan itulah yang harus kita ciptakan dan kita buat sehingga bisa membuat si gebetan  bisa berubah sikap kepada kita. Pada kondisi sekarang, kamu memang dituntut untuk lebih sabar melakukanya selama mungkin sekaligus belajar dan meningkatkan penampilan dan keterampilan  seperti mencari hobi baru, belajar memasak, olahraga dan masih banyak lagi hal –hal yang bisa dilakukan.

Hal itu sekaligus merupakan strategi yang ampuh karena kamu seperti hilang seketika hingga si gebetan friendzone ini akan mencarimu. Sederhananya “kamu harus menjauh untuk membuat si dia menjadi dekat”.

Mulai dari awal

Di atas tadi, kamu disarankan untuk “menghilang”, sibuk dengan hal-hal baru. Ketika si friendzone  mulai kangen dan mencari, di situlah terjadi reset karena kamu berubah menjadi orang baru dari segi pemikiran, penampilan dan kebiasaan baru sehingga si friendzone juga akan melihatmu dengan pandangan yang baru. Seakan akan bertemu dengan orang yang belum pernah ditemui sebelumnya.

Inilah kesempatanmu untuk memulai lagi hubungan, tapi kamu bukan seperti sahabat sebelumnya yang selalu ada untuk si gebetan yang selalu mengantar jemput, menjadi teman curhat, dan menyelamatkan dari bahaya. Kamu sudah tidak friendzone lagi tetapi menjadi orang baru. Ketika dia menghubungimu, yang harus kau lakukan adalah mengajaknya kencan tetapi tidak memberikan semua hal yang kau berikan sebelumnya ketika friendzone.

Namun, kalau kita sudah memulai  hubungan dari awal lagi, tapi si gebetan ini tetap tidak melihatmu seperti orang baru maka ikhlaskan saja. Lupakan saja semuanya karena kita juga sudah memiliki dunia baru dengan sahabat baru, gebetan baru, dan teman teman baru. Paling tidak hal ini tidak sesulit untuk melupakan si gebetan kita yang tadi.

Kita cukup menjalani kehidupan kita dan menjadi seseorang yang lebih baik kedepan, karena semua hal yang dipaksakan itu tidak lah baik. Fokus kepada hal- hal yang lebih jelas untuk kita kedepan adalah cara yang paling tepat.

Eko Nur Priambodo, mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jakarta Jurusan Perhotelan.