Kebiasaan Menunda dan Cara Memeranginya

0
112

Halo teman-teman, nama saya Glenn, saya adalah mahasiswa di salah satu kampus di Jakarta Barat. Saya termasuk dari sekian banyak orang yang suka menunda pekerjaan. Sering kali banyak yang menganggap bahwa pekerjaan merupakan sesuatu yang menyebalkan dan tidak menyenangkan. Pelarian yang akan dilakukan oleh sebagian orang adalah menunda pekerjaannya dan menggantinya dengan hal yang lebih menyenangkan.

Contohnya dalam proses pembuatan artikel ini, penulis sempat merasakan pikirannya terganggu lalu memilih untuk scrolling Instagram atau melihat feeds Youtube dan bahkan tidur-tiduran dengan mengatasnamakan “istirahat sejenak”, yang pada akhirnya muncul di benak sang penulis “aduh tulisan saya belom selesai-selesai nih cuma judul aja dari tadi” dan berakhir dengan pengerjaan yang terburu-buru. Kasus tadi adalah contoh dari menunda atau dalam bahasa inggris disebut procrastinator

Sebenarnya, apa arti menunda ?

Menunda adalah kebiasaan yang dilakukan secara sengaja untuk mengesampingkan kewajiban, biasanya disebabkan karena ada kegiatan yang lebih menyenangkan untuk dilakukan. Walaupun semua orang tahu jika menunda akan berdampak negatif tetapi tetap akan melakukannya. Menunda memang menyenangkankan karena kita telah mengganti sesuatu yang sulit dengan yang lebih mudah. Kegiatan yang menyenangkan memang lebih sering diutamakan dibanding mengerjakan pekerjaan akademis.

Generasi milenial merupakan generasi yang memiliki waktu yang banyak untuk melakukan hal yang menyenangkan, apalagi sekarang ini. Kepuasan tersebut bisa didapatkan dengan instant contohnya hanya dengan membuka Instagram, Tiktok, YouTube atau aplikasi lainnya. Namun, konflik pikiran muncul disaat harus mengutamakan melakukan sesuatu yang sulit atau melakukan sesuatu yang menyenangkan.

 “Alasan saya menunda mengerjakan tugas kuliah saya lebih sering karena deadlinenya masih lama. Saya sering menggantinya dengan membuka Twitter dan Instagram,” jawab Olwin Kasufil Shidqi, salah satu teman yang berkuliah di Universitas Sahid Jurusan Ilmu Komunikasi.

Bahwasanya menunda pekerjaan dapat mengakibatkan sang penunda panik jika mengerjakan dekat dengan waktu deadline lalu memaksa dirinya untuk bekerja dengan keras. Padahal  manusia tidak bisa memaksa dirinya sendiri dan berharap selesai dengan hasil yang memuaskan. Menunda pekerjaan memang dapat menyenangkan sang pelaku pada mulanya tetapi pada akhirnya akan membawa malapetaka.

“Saya pernah sesekali menunda mengerjakan esai dari kampus. Saya kerjakan tiga hari sebelum deadline, hasil yang saya dapatkan bisa dibilang buruk karena mengerjakannya dengan terburu-buru,” kata Muhammad Irsyad Hanif, mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Pembangunan Nasional Jakarta.

Jadi mengapa banyak siswa suka menunda tugas yang seharusnya segera dikerjakan ?bukankah menunda adalah perilaku yang buruk? bukankah dengan menunda pekerjaan, kita sudah menunda masa depan kita juga? dan apa dampaknya kepada siswa?

Kebiasaan buruk

Seorang penulis dan motivator asal Amerika Serikat bernama Mel Robbins, di dalam video YouTubenya yang berjudul “The ONLY way to stop procrastinating” yang berdurasi tiga menit menjelaskan tentang menunda sebagai kebiasaan buruk yang dimiliki oleh manusia. Ia menjelaskan bahwa menunda tidak ada hubungannya dengan pekerjaan melainkan menunda merupakan sebuah pelepas stres. Jika kita memiliki beban stres yang mengelilingi pikiran kita, hal tersebut dapat memengaruhi pikiran kita sehingga sulit menentukan prioritas utama.

Stres yang dimaksud oleh Mel Robbins seperti, ada masalah di keluarga, kondisi kesehatan yang kurang baik, sulit mengutamakan mengerjakan tugas atau pekerjaan karena lebih memilih untuk membuka social media, bermain games dan kegiatan menyenangkan lainnya. Hal tersebut dapat mengganggu pikiran siswa, mahasiswa untuk dapat fokus kepada hal yang lebih utama untuk masa depan mereka. Lalu, apa saja dampaknya jika kita menunda mengerjakan pekerjaan atau tugas ?

Panik

Panik akan dialami ketika kita mengerjakan pekerjaan dekat dengan waktu yang disepakati. Panik juga akan membuat pikiran terganggu dan susah untuk konsentrasi, karena beban pikiran yang kita miliki menjadi bertambah. Pekerjaan atau tugas  tersebut menjadi beban pertama, sedangkan beban kedua adalah waktu deadline yang sudah dekat. Ditambah lagi jika kita ingin pekerjaan selesai dengan sempurna, pasti akan membutuhkan waktu yang lama.

Mengerjakan pekerjaan yang telah kita tunda rasanya seperti dikejar oleh sesuatu yang menyeramkan yang menyebabkan proses mengerjakannya pun jadi terburu-buru dan berantakan. Dengan terjadinya hal tersebut, besar kemungkinan kita mendapatkan hasil yang kurang memuaskan.

 Tidak memuaskan

Sebagian orang ada yang melakukan penundaan mengerjakan tugasnya dan mendapatkan hasil yang memuaskan, tapi sebagian orang juga ada yang melakukan penundaan pekerjaannya tetapi dengan hasil yang sebaliknya. Jika kita bersungguh-sungguh menginginkan hasil yang memuaskan, kita harus meninggalkan kebiasaan menunda pekerjaan. Bayangkan jika kita tidak menunda pekerjaan kita dapat memeriksa kembali pekerjaan kita sambil mencari inspirasi, mengumpulkan pendapat dari orang lain mengenai pekerjaan kita, dan dapat bekerja dengan tenang.

Bahwasanya manusia tidak bisa memaksa dirinya sendiri untuk melakukan pekerjaan yang sulit dengan tenggat waktu yang dekat dan berharap selesai dengan hasil yang memuaskan. Jadi, manusia memilki batasan. Jka dipaksakan malah dapat memicu stres.

Penyesalan

Pada akhirnya setelah panik lalu mendapatkan hasil yang tidak memuaskan, menyesal merupakan tahap akhir yang dialami oleh sang pelaku. Apabila tidak menunda pekerjaan nya, kesempatan untuk memeriksa ulang dengan maksimal dan konsultasi dengan orang lain masih bisa dilakukan dengan tenang tanpa terburu-buru. Tetapi sudah hakekat nya yang namanya manusia pasti akan mengulangi hal yang sama walaupun sudah tahu akibat nya.

Menyesal merupakan perasaan yang sangat tidak mengenakan. Kita tidak dapat mengubah hasil pekerjaan yang buruk, melainkan kita hanya dapat memperbaiki hasil pekerjaan yang selanjutnya. Menunda lebih banyak menimbulkan dampak negatif dibanding positifnya, walaupun menunda akan membuat kita senang diawal tapi pada akhirnya dampak negatif nya akan kita alami. Lalu bagaimana sih caranya untuk mengatasi kebiasaan menunda?

Kuasai diri sendiri

Hawa nafsu sudah menjadi satu unsur di dalam jiwa manusia, tetapi hawa nafsu dapat mencelakakan manusia dengan mengajaknya kepada kenikmatan tanpa memperhatikan akibatnya. Kita harus mengambil penuh kendali atas diri kita dan sadar akan prioritas utama untuk masa depan, karena hawa nafsu dapat menghancurkan masa depan kita dalam kurun waktu yang cepat. Suatu pekerjaan akan berpengaruh terhadap perkembangan diri, kemampuan dan pengalaman, dibandingkan jika kita hanya bermain-main saja.

Tidak hanya dalam kebiasaan menunda, mampu mengendalikan diri sangat bermanfaat di dalam kehidupan. Dengan mengendalikan diri kita dapat berfikir secara rasional dan menentukan mana prioritas utama yang berpengaruh terhadap masa depan, bukan merusak masa depan.

Jauhi “penggoda”nya 

Pernahkah anda mengutamakan membuka smartphone atau menonton televisi sebelum mengerjakan pekerjaan anda?

Jika anda pernah melakukan itu maka cobalah jauhkan sumber yang membuat anda mendahulukan hiburan dibandingkan pekerjaan yang menjadi si penggoda. Jika smartphone merupakan gangguannya maka jauhkanlah smartphone tersebut dari dekat anda, jika menonton televisi merupakan gangguannya maka kerjakanlah pekerjaan anda di ruangan yang tidak ada televisi nya. Berlaku untuk perangkat maupun sumber lain nya yang dapat menyebabkan menunda pekerjaan.

Melakukan kegiatan menyenangkan memang telah menjadi pelarian manusia akan stres saat menghadapi sebuah pekerjaan, apalagi jika pekerjaan tersebut sulit. Tetapi apapun itu alasannya. kita harus siap mengahadapinya dan bertanggung jawab atas pilihan kita.

 Mulailah mengerjakan

Terjun kedalam dunia pekerjaan memang telah menjadi pilihan kita, jika kita telah memilih untuk terjun ke dalamnya maka kita harus siap bertanggung jawab atas pilihan tersebut. Sesulit atau semudah apapun pekerjaan yang telah diberikan kepada kita, harus diselesaikan dalam waktu yang telah ditetapkan.

Jika kita merasa pekerjaan tersebut berat maka cobalah untuk mengerjakannya walau hanya 15 menit sampai 30 menit, setelah itu bisa ditingkatkan hingga satu jam dan selebihnya lebih bagus. Dengan begitu kita telah menyicil pekerjaan kita tetapi kita harus berjanji pada diri sendiri untuk meneruskan pekerjaan tersebut  keesokan harinya dan jangan lupa untuk beristirahat.

Itulah penjelasan tentang menunda, bagaimana tanggapan kalian tentang menunda?apakah menurut kalian menunda itu menguntungkan atau malah merugikan? Kalianlah yang membuat keputusan untuk masa depanmu sendiri!

Glenn Budhi Satrio, mahasiswa Binus University Fakultas Ilmu Komunikasi, Masscommunication