Memilih Untuk Diam, Bukan Berarti Mengalah

0
129

Aku bukanlah seorang malaikat

Yang memiliki hati besar dan akhlak mulia

Yang selalu menebarkan kebaikan

Dan bahkan selalu menyuarakan kebenaran

 

Namun

Aku pun juga bukan seorang bidadari yang cantik

Yang kecantikannya mampu menaklukkan dunia

Mampu menjadi cahaya yang terang dalam kegelapan

 

Aku

Mungkin aku  hanyalah manusia brengsek

Yang penuh dengan dosa dan kesalahan

Arogansi dan egoisme selalu mengalir ke dalam darahku

Bahkan emosi yang meluap-luaplah

Yang terkadang juga  mengendalikan jiwa dan ragaku

 

Terkadang

Masyarakat memandangku sebelah mata

Mereka menganggap ku sebagai toxic

Tidak hanya itu

Mereka juga menganggapku sebagai sampah yang tak berguna

Dan tak ternilai

Hujatan, hinaan, dan cacian yang selalu terlontar dari mulut mereka

 

Mereka menghina tanpa ada dasar yang jelas

Entah apa yang ada di otak mereka

Mereka berucap  dan berkata seperti orang yang tidak memiliki adab

Mereka mencaci maki diriku tanpa  tahu apa yang sebenarnya terjadi padaku

Bukan sebuah support yang ku dapatkan

Bukan pula kasih sayang dan cinta yang mereka  berikan

 

Entah….entah sikap seperti apa yang harus ku ambil untuk menghadapi mereka

Aku ini hanya manusia biasa

Manusia yang terkadang juga melakukan kesalahan

Yang terkadang juga melakukan dosa

 

Jujur

Hati ini terluka

Hati ini hancur lebur ketika mendengar semua hinaan itu

Hati ini penuh dengan gejolak

Ingin rasanya kedua tangan ini beranjak

untuk merobek-robek mulut mereka

 

Namun apalah daya

Jiwa ini tak sekuat besi

Raga ini pun juga tak setangguh baja

Dan pada akhirnya, sikap dan tindakan yang ku ambil adalah DIAM

Diam bukan berarti mengkui bahwa diri ini sepenuhnya  salah

Diam disini, juga bukan berarti  mengalah dengan keadaan

 

Diamku hanya mencoba untuk berdamai dengan diriku  sendiri

Mencoba untuk ikhlas dan lapang dada menerima semuanya

Karna memang kenyataanya

Kedua tangan ini tidak sanggup untuk membungkam mulut semua orang

Kedua tangan ini hanya sanggup

Untuk menutup rapat-rapat kedua telinga yang ku punya

 

Tuhan,

Kuatkanlah batin, mental, jiwa serta raga ini

Diri ini akan terus berusaha melakukan yang terbaik

Akan terus memperbaiki diri

Namun

Tanpa Kuasa-Mu diri ini tidak akan bisa berbuat apa-apa

 

Duwiana Puspita Sari, mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jawa Tengah