Melihat Peran Pemuda Dalam Perkembangan Olahraga di Indonesia

0
231

Belakangan ini, fenomena olahraga joging dan bersepeda  marak dilakukan masyarakat terutama kalangan remaja. Fenomena joging dan bersepeda merupakan salah satu olahraga yang menarik perhatian masyarakat. Hal itu terjadi karena pada masa pandemi saat ini banyak orang produktif melakukan aktivitas, termasuk aktivitas olahraga untuk alasan merefreshing diri dari kebosanan dirumah saja. Olahraga dapat menjadi sebuah media dalam menanamkan semangat nasionalisme.

Jika kita lihat kebelakang, Salah satu upaya pendiri bangsa kita untuk mempersatukan Indonesia pada saat pasca proklamasi kemerdekaan olahraga yaitu diselenggarakannya PON pada tahun 1948 yang dilaksanakan di Stadion Sri Wedari kota Solo, Jawa Tengah. Tujuan penyelanggaraannya untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Setelah ada kompetisi olahraga tersebut, Indonesia mulai berpartisipasi di ajang-ajang olahraga internasional. Oleh karena itu, olahraga telah menunjukkan kepada dunia tentang eksistensi bangsa Indonesia sebagai sebuah negara berdaulat dalam bidang olahraga khususnya partisipasi generasi muda saat ini.

Munculnya para atlet muda ini berhasil membuat bangga bangsa Indonesia. Hal ini memperlihatkan bahwa olahraga membawa pengaruh terhadap rasa Nasionalisme Generasi Muda khususnya para atlet, dengan mereka berusaha dan memotivasi diri mereka sendiri untuk menjadi yang terbaik dan dapat membanggakan bangsa Indonesia. Dilihat dari sejarah ternyata Indonesia pernah mengikuti kejuaraan sepak bola tingkat dunia.

Salah satunya yaitu Olimpiade Melbourne Tahun 1956, Indonesia berhasil mengharumkan dan membawa citra kebangsaan setelah mengalahkan Taiwan yang membuat Indonesia berhasil masuk FIFA pada tahun itu. Hebat sekali Indonesia, yang ternyata sudah memperlihatkan eksistensi sepak bola dalam kancah internasional sejak tahun 1956.

Hal lain terlihat bahwa pemerintah sudah menjadikan olahraga sebagai wadah untuk meningkatkan nasionalisme pada saat masa orde baru. Saat itu, Presiden Soeharto mengusung slogan  “Memasyarakatkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyarakat”

Slogan itu ditulis pada program kerjanya yaitu Repelita Ill dan Repelita IV. Dalam slogan tersebut seluruh masyarakat diwajibkan melakukan aktivitas olahraga terutama pada instansi Pemerintah, Sekolah yang menjadi pertanda awal munculnya ditambahkannya mata pelajaran olahraga.

Jadi jika diperhatikan, olahraga ini dapat menjadi salah satu bentuk wujud dari sebuah wadah eksistensi dalam membingkai sebuah nasionalisme kebangsaan. Olahraga juga merupakan salah satu bidang nasionalisme yang dapat menarik perhatian masyarakat maupun urusan negara karena berpotensi besar dalam mengenalkan Indonesia sebagai bangsa dan negara yang merdeka. Keberhasilan dalam dunia olahraga, tentu saja nantinya akan membuat negara bangga sekaligus mengangkat citra bangsa Indonesia di mata dunia.

Sejumlah anak muda sedang berolahraga basket dan joging

Seluruh masyarakat Indonesia khususnya para penerus bangsa berhak untuk melakukan olahraga sebagai salah bentuk wujud sikap nasionalisme terhadap bingkai kebangsaan Indonesia. Jangan pernah bosan untuk berolahraga ya! Terutama pada masa pandemi ini. Harus lebih produktif untuk menjaga kesehatan dan minat kita dalam membangkitkan semangat nasionalisme dalam bidang olahraga.

Dengan berolahraga kita dapat meningkatkan nasionalisme dalam diri kita untuk mengembangkan minat olahraga dan menarik minat untuk menjadi profesi sebagai atlet yang dapat membanggakan bangsa Indonesia.

 Nurul Ainun Fitriyah, mahasiswa Universitas Airlangga Program Studi Ilmu Sejarah.