iPusnas Solusi Literasi di Tengah Pandemi

0
166

Pandemi Covid-19 membuat kebutuhan akan literasi masyarakat meningkat. Namun, peningkatan kebutuhan akan bacaan ini terhalang oleh kebijakan PSBB yang dilakukan untuk menekan angka penyebaran virus korona. Dampak dari PSBB adalah masyarakat jadi tidak bebas bepergian dan ditutupnya tempat-tempat umum. Perpustakaan, sebagai salah satu tempat yang berpotensi menciptakan kerumunan orang, tidak luput dari dampak PSBB.

Dengan adanya PSBB, masyarakat diimbau untuk tetap “di rumah saja”. Perpustakaan Nasional pun yang semula dibuka setiap hari Senin sampai Minggu, kini dibatasi hanya buka pada hari-hari kerja. Namun, Perpustakaan Nasional sudah menyiapkan sarana supaya pembaca bisa tetap menikmati koleksi literasi walau dari rumah. Pengguna bisa tetap membaca buku secara daring lewat gawai masing-masing, dengan menggunakan aplikasi iPusnas.

Sesuai namanya, aplikasi iPusnas adalah aplikasi yang dirilis oleh Perpustakaan Nasional RI, yang bisa digunakan untuk membaca dan meminjam buku secara online, gratis, dan resmi. Hanya saja, buku-buku yang ada di katalog iPusnas sedikit berbeda dengan koleksi yang ada dalam katalog perpustakaan nasional. Buku-buku yang ada di iPusnas cenderung bersifat buku bacaan umum seperti novel, komik, dan self motivation. Sementara,  di Perpusnas (Perpustakaan Nasional), kita bisa menemukan koleksi-koleksi lain selain buku seperti peta, bahkan bisa menonton film.

Sistem keanggotaan iPusnas berbeda dengan keanggotaan Perpusnas. Untuk mendaftar iPusnas, kita tidak harus terdaftar sebagai anggota di Perpustakaan Nasional. Untuk bisa meminjam koleksi di iPusnas, kita cukup mendaftar dengan akun email atau Facebook masing-masing. Setelah itu, kita langsung dihadapkan dengan koleksi buku bacaan iPusnas yang beragam.

Fitur-fitur yang ada di iPusnas cukup simple dan user-friendly. Sebab tampilan aplikasinya yang minimalis dan tidak menyulitkan pengguna. Aplikasi iPusnas juga memiliki fitur untuk  menambah data diri kita dan fitur media sosial di dalamnya. iPusnas menyediakan fitur “Follow-followan” dan fitur chatting yang bisa dipakai untuk komunikasi sesama pengguna iPusnas.

Selain itu, pengguna juga bisa membagikan rekomendasi buku bacaan yang sedang dibaca atau dipinjam secara langsung ke sesama pengguna. Tentu hal ini memudahkan pengguna untuk mencari relasi orang-orang yang juga mempunyai minat pada buku dan bacaan yang sama. Oleh karena tampilan aplikasinya yang sederhana, menurut penulis tidak akan sulit bagi pengguna baru untuk terbiasa menggunakan aplikasi iPusnas.

Fitur utama di iPusnas adalah meminjam dan membaca buku dengan gratis. Jangka peminjamannya dalam sekali pinjam adalah lima hari. Nah, buku yang dipinjam akan secara otomatis masuk ke dalam tab “bookshelf”. Tab bookshelf ini berguna untuk melihat buku-buku yang dipinjam. Rekam jejak buku-buku yang telah dipinjam juga bisa dilihat pada tab bookshelf. Apabila masa pinjam tersebut sudah habis, buku tersebut secara otomatis akan dikembalikan dari bookshelf  kita. Namun, pengguna bisa langsung meminjam buku yang sama lagi dan mendapat lima hari waktu tambahan.

Tampilan bookshelf pada aplikasi iPusnas. Sumber: iPusnas

Akan tetapi, ada kekurangan dari membaca buku gratis di iPusnas, yaitu adanya sistem antrean. Sistem antrean ini bisa terasa sangat lama terutama untuk buku-buku bacaan populer.  Untuk satu judul buku di iPusnas, hanya disediakan beberapa salinan buku (seperti 10 eksemplar atau lebih) yang jumlahnya secara langsung berkurang sesuai dengan banyaknya orang yang meminjam buku tersebut. Jika ingin meminjam suatu judul khusus, kita juga harus melihat apakah ada salinan buku yang tersedia.

Sistem antrean ini, menurut penulis masih memiliki banyak kekurangan. Selain waktu yang lumayan lama untuk menunggu orang selesai dan mengembalikan bukunya, notifikasi yang muncul juga ada kekurangannya. Pengguna hanya bisa melihat apakah buku yang diinginkan sudah tersedia atau belum hanya melalui aplikasi (ada tab khusus wishlist buku). Sementara itu, saat kita keluar dari aplikasi dan semisal ada buku yang tersedia, notifikasi iPusnas tidak muncul di layar gawai pengguna.

Sistem antrean di iPusnas. Pembaca baru bisa meminjam buku jika sudah tersedia salinan bukunya. Sumber: iPusnas

Jika sudah berhasil meminjam buku yang ingin dibaca, maka buku tersebut bisa langsung dibaca dengan aplikasi iPusnas. Buku yang dipinjam bakal terunduh otomatis, sehingga bisa dibaca secara online maupun offline. Mode baca di iPusnas juga dilengkapi fitur-fitur seperti fitur bookmark yang bisa digunakan untuk menandai halaman. Pengguna juga bisa zoom in dan zoom out dengan mudah. Ada juga pilihan efek transisi membaca seperti: scroll ke bawah, swipe ke samping, atau bahkan ada animasi yang seolah-olah pembaca membalik halaman layaknya buku sungguhan.

Namun, jika dibandingkan dengan keterangan yang ada laman iPusnas, fitur-fitur yang disediakan masih belum lengkap. Fitur-fitur yang belum tersedia seperti fitur untuk mencari dan men-higlight bagian-bagian atau kata dalam buku yang dibaca dan pengguna pun bahkan bisa mengatur jenis font dan spacing bukunya.

Hanya saja, selama pengalaman penulis menggunakan aplikasi iPusnas, fitur yang baru bisa diakses hanya fitur bookmark saja. Walaupun saat ini fitur yang disediakan belum lengkap, pengalaman membaca gratis di iPusnas merupakan salah satu solusi untuk pengguna yang ingin melakukan literasi di masa pandemi.

Gianluigi Fahrezi, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jurusan Kesehatan Masyarakat.