Tren Busana “Thrifting”

0
167

Tren thrifting di kalangan anak muda, sekarang bisa dibilang sedang marak-maraknya. Selain murah, thrifting baju juga menawarkan berbagai model pakaian yang bekas namun berkualitas.

Apa itu thrifting? Thrifting adalah mencari atau membeli barang bekas yang  berupa barang atau pakaian yang kondisinya masih layak pakai. Dengan thrifting kita bisa ikutin tren fesyen tanpa harus mengeluarkan budget yang besar. Dibandingkan dengan membeli baju di toko yang menerapkan sistem fast fashion atau fashion cepat.

Efek merugikan dari fashion cepat yaitu menggunakan bahan tekstil yang berkualitas buruk sehingga pakaian tersebut tidak tahan lama dan memiliki desain atau model yang berganti dengan cepat sesuai musim. Efeknya baju lebih mudah melar karena bajunya dibuat dengan bahan yang kurang berkualitas dan didesain untuk jangka waktu yang singkat.

Selain kualitas yang buruk, fast fashion sangat merugikan para pekerja yang dieksploitasi tanpa kontrak bahkan melalui sistem kontrak yang fleksibel. Ironisnya pekerja tidak mendapatkan upah yang layak dan tidak mendapatkan asuransi keselamatan kerja.

Tidak hanya merugikan pembeli dan pekerja industri fashion cepat, tren busana yang berganti dengan cepat membentuk perilaku konsumen menjadi lebih konsumtif. Sehingga meningkatkan pembelian yang tidak dibutuhkan yang berpotensi menjadi limbah tekstil. Efeknya berpengaruh pada lingkungan. Karena kualitas pakaian yang buruk menciptakan pakaian sekali pakai imbasnya menjadi tumpukan sampah dan mengeluarkan banyak limbah tekstil.

Berkelanjutan

Mengedukasi diri untuk menerapkan sistem sustainable fashion atau fashion berkelanjutan. Konsep tersebut menciptakan tren busana ramah lingkungan yang tidak merugikan para pekerja industri, konsumen dan lingkungan.

Thrifting bisa jadi salah satu cara menerapkan sistem fashion berkelanjutan, alternatif ini  membantu meminimalisir sampah pakaian yang menumpuk. Dengan belanja pakaian thrift kita bisa menemukan hidden gems atau harta karun dari pakaian lama. Banyak baju yang bermerk terkenal masih layak pakai, dan tidak kalah keren dengan pakaian baru di toko.

Oleh karena itu tren thrifting baju ini bisa menjadi alternatif daripada menggunakan fashion cepat, upaya ini bisa kita lakukan dengan menggunakan baju yang bekas lalu kita gunakan kembali. Kita juga bisa membuat padu padan busana tadi dengan ornamen yang menarik, atau kita rombak kembali menjadi baju yang baru.

 

Azkiannisa Azzahra, mahasiswi Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jurusan Perhotelan.