Lakukan Pengembangan Strategi Bisnis Agar Usaha Tak Mati

0
459

Penggunaan istilah manajemen strategi bagi sebagian orang mungkin terdengar rumit dan hanya digunakan untuk organisasi atau perusahaan yang levelnya sudah besar. Padahal sebenarnya, manajemen strategi tidak serumit yang dibayangkan dan relevan untuk diterapkan pada pengusaha pemula yang mempunyai usaha kecil. Jika kamu akan memulai suatu bisnis atau bahkan sudah membuat bisnis yang begitu besar, penting bagi kamu untuk memperhatikan manajemen strategi. Lalu, apa yang dimaksud dengan manajemen strategi?

Manajemen strategi terdiri dari perencanaan yang melibatkan pilihan antara risiko, sumber daya dan pengorbanan atas suatu alternatif untuk memilih alternatif yang lain. Perencanaan strategi adalah bagian dari kegiatan pengelolaan yang digunakan untuk menetapkan prioritas, memfokuskan energi, sumber daya, dan memperkuat kinerja operasional. Kelangsungan bisnis suatu perusahaan besar atau usaha kecil sekalipun seringkali bergantung pada perencanaan strategi yang baik.

Hal yang dibutuhkan untuk membuat keputusan strategi adalah intuisi, analisis dan adaptasi. Perencanaan strategi yang baik perlu didukung dengan cara eksekusi yang baik. Perencanaan bisa dikatakan berhasil jika perencanaan tersebut dapat direalisasikan. Nah kemudian bagaimana jika strategi yang sudah kita rumuskan masih tidak dapat dijalankan? Langkah yang harus kita lakukan adalah mengevaluasi penetapan strategi, menganalisis kendala dan kelemahannya. Dari hasil temuan itu kita dapat mencari opsi strategi yang lain agar apa yang kita targetkan tetap dapat tercapai.

Arah yang jelas

Untuk menggerakkan bisnis,  sebuah perusahaan tidak dapat unggul dalam banyak hal. Ditengah persaingan yang semakin ketat, sumber daya dan kompetensi yang terbatas serta adanya perubahan lingkungan, membuat pengusaha harus punya perencanaan strategi untuk memberi kejelasan arah dan fokus agar dapat mencapai target.

Kemudian, apa manfaatnya bagi perusahaan? Secara finansial, organisasi maupun pengusaha dalam skala kecil mampu memetakan perubahan untuk menyusun rencana kerja yang tepat sasaran sehingga kinerja keuangan lebih baik. Manfaat secara non-finansial, organiasi dapat lebih siap menghadapi ancaman dan peluang serta meminimalisisasi penolakan atas suatu perubahan.

Beradaptasi atau mati

Sebagaimana dijelaskan oleh Fred R. David, penggagas teori manajemen strategi, terdapat beberapa jenis manajemen strategi yaitu integrasi, diversifikasi, dan strategi intensif. Supaya kamu lebih memahami mengenai bagaimana penerapan manajemen strategi, saya akan memberikan contoh penerapannya pada perusahaan besar hingga pengusaha kecil.

Pada sekitar awal tahun 2000-an, Nokia menjadi produsen telepon seluler yang mempunyai pangsa pasar luas. Produknya banyak diminati konsumen dan punya berbagai macam varian produk. Masa jaya Nokia bertahan sekitar 10 tahun saja, karena ketika program operasi Android mulai muncul, eksistensi Nokia perlahan mulai meredup hingga saat ini.

Nokia tidak mampu beradaptasi untuk mengikuti perubahan minat konsumen dan gagal bersaing dengan kompetitornya. Perusahaan asal Finlandia itu sempat menjalin kemitraan dengan Microsoft, namun platform tersebut masih kalah bersaing dan kurang diminati konsumen. Hal ini berbeda terjadi atas telepon seluler merk Samsung yang menerapkan strategi intensif melalui inovasi pengembangan produk secara terus menerus. Perusahaan itu melakukan eksekusi strategi dengan cepat, memperluas area distribusi dan mengiklankan produk dengan gencar.

Contoh perusahaan berikutnya yang dinilai tidak mampu beradaptasi adalah PT. Industri Gelas (Iglas Persero). Jika kamu belum tahu, perusahaan ini dulu adalah pemasok kemasan botol minuman bersoda seperti Coca-Cola, Fanta, dan Sprite. Berdasarkan data  Kementerian BUMN, pada era keberhasilannya, PT Iglas mampu memproduksi 40 persen kebutuhan kemasan botol untuk perusahaan minuman bersoda.

Keadaan berubah seiring dengan perkembangan zaman. Produk minuman bersoda tak lagi memakai kemasan botol gelas. Mereka menggantinya dengan kemasan botol plastik. Sudah bertahun-tahun PT Iglas mencatat kerugian. Saat ini Kementerian BUMN menetapkan PT Iglas sebagai perusahaan yang bangkrut secara teknis.

PT Iglas seharusnya dapat menerapkan manajemen strategi berupa diversifikasi produk yang masih berhubungan, strategi intensif maupun integrasi dengan perusahaan lain. Diversifikasi produk botol gelas bisa dialihkan menjadi produksi gelas untuk kebutuhan rumah tangga.

Upaya tersebut dapat dijalankan dengan melakukan strategi intensif berupa pengembangan produk serta analisis pasar, sehingga dapat ditarik kesimpulan apakah memang kondisi pangsa pasar sudah dalam keadaan jenuh. Jika masih belum memungkinkan untuk membuat produk baru, PT Iglas juga dapat melakukan strategi integrasi melalui kerja sama dengan perusahaan minuman sirop, botol saus sambal atau yang lainnya.

Kemudian apakah manajemen strategi juga relevan untuk diterapkan pada pengusaha kecil? Jawabannya tentu saja relevan. Sebagai contoh bisnis minuman yang sedang naik daun saat ini seperti Thai Tea atau minuman boba. Strategi intensif berupa pengembangan produk dapat diterapkan dengan membuat berbagai macam varian rasa pada minuman ini. Kombinasi isi minuman juga dapat dibuat beragam seperti isi cincau, jeli, oreo, atau boba.

Lalu bagaimana untuk pemasaran? Jika bisnis kamu ingin dikenal luas dan mempunyai banyak konsumen, tentu perlu diterapkan strategi perluasan distribusi melalui pemasaran digital. Kamu bisa memasarkan produk melalui media sosial. Kemudian bagaimana strategi pengirimannya ? Untuk menjaga kualitas produk tetap baik, kamu dapat melakukan strategi integrasi melalui kerja sama dengan jasa pengiriman yang memberi garansi waktu pengiriman sehari sampai atau jasa tersebut dapat menyediakan wadah pendingin.

Itulah sekilas tentang pentingnya manajemen strategi dan contoh penerapannya pada perusahaan. Manajemen strategi penting untuk membantu kita agar dapat membuat perencanaan yang baik dan mengarahkan pada tujuan yang ingin kita capai. Ilmu ini juga mengajari kita untuk tidak cepat puas atas segala pencapaian yang telah diraih. Jangan sampai terlena dengan keberhasilan saat ini. Inovasi, evaluasi, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan perlu dirumuskan dalam strategi yang matang agar bisnis dapat terus bertahan.

Diana Sulistyowati, mahasiswa Diploma IV Alih Program Politeknik Keuangan Negara STAN Jurusan Akuntansi