Jingga Menyala

0
250

Tampakkan saja yang tanpa kebohongan tanpa menjadi yang lain.

Hadir dengan penuh tanggung jawab sendiri.
Aku hanya satu dari banyak orang yang merindumu,

Menunggumu sudah seperti candu,

Bukan hanya ingin bertemu dan melihatmu tapi aku ingin menikmatimu.

Setengah gelap mentari tertanam sang jingga menyala layak setia,

Tanpa dusta dan kecewa.

Wajahku menatap jinggamu

Walau ku tahu jinggamu mengarah pada Arah lain.
Ia datang hanya pada waktunya,

Bertahan pada waktu singkat saja,

Menyanyikan senja pergi

Bukan berarti ia meninggalkan secercah nostalgia yang sukar dilupakan.

Walau hanya sedikit ia selalu ditunggu.

Sang jingga meninggalkan tapi banyak orang pandai melukiskan.
Sang senja sedang berpihak Kirim cerita berbincang tentang hari ini.

 

Siti Dini Nurhayati, mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Universitas Islam Negeri  Syarif Hidayatullah, Jakarta.