Cara Membangkitkan Semangat Korban “Abusive Relationship”

16
1112

Beberapa waktu belakangan, diberbagai halaman media sosial seperti Twitter dan Instagram, bahkan rekomendasi video di YouTube saya sedang marak orang-orang yang bersuara mengenai pengalaman abusive relationship-nya. Abusive relationship merupakan suatu hubungan yang disertai kekerasan kepada pasangan. Abusive relationship mencakup kekerasan secara fisik, emosional, finansial, verbal, maupun seksual.

Abusive relationship sering kali tidak disadari. Pihak korban maupun pelaku banyak yang tidak sadar dan membenarkan perilaku si pelaku dengan mengatasnamakan cinta. Dengan mereka percaya bahwa itu adalah cinta, mereka kadang tetap mempertahankan dan memperjuangkan hubungan tersebut. Padahal bukannya cinta membahagiakan bukan membatinkan ?

Selama ini mungkin masih jarang orang yang berani speak up mengenai pengalaman pahit mereka. Tapi bukan tidak mungkin kalau di sekitar Anda juga ada korban abusive relationship yang memendam sendiri trauma mereka.

Jika ada orang sekitar Anda bercerita tentang pengalaman mengenai abusive relationship-nya, berikut ini hal-hal yang bisa Anda lakukan :

Mendengarkan  

Anda harus sabar mendengarkan cerita para korban yang akan menjadi cerita panjang. Disarankan agar Anda menyediakan waktu beberapa kali untuk bertemu dan mendengarkan cerita mereka.

Hindari pertanyaan sensitif

“Emang pakai baju apa?”, “kok diem aja sih?”, ”Lagian udah tau gitu bukannya diputusin!”.. Tak perlu mengeluarkan pertanyaan seperti itu, karena itu akan membuat perasaan korban tidak nyaman dan dia akan memilih untuk berhenti bercerita.

Cukup lontarkan kalimat-kalimat positif, seperti “Sabar ya! Kamu kuat, kita jalani bareng-bareng”, “Aku disini ada untuk kamu”, “Aku ngerti perasaan kamu”.

Tak menyalahkan korban

Berusahalah agar memahami betul perasaan korban. Korban akan secara otomatis menyalahkan dirinya sendiri. Bantu yakinkan dia bahwa bukan hanya dia yang mengalami peristiwa seperti ini. Dorong dia untuk terus bersemangat dan tetap terbuka kepada orang terdekat.

Berikan informasi

Kamu bisa memberikan informasi bahwa apa yang korban alami merupakan tindakan kriminal yang dapat dijerat oleh hukum yang berlaku. Kamu juga dapat memberikan informasi seputar hak-hak korban, pelaporan, dan layanan pendampingan.

Tunjukkan dukungan

Tanpa ada paksaan, Anda bisa menunjukkan dukungan dengan menanyakan apa yang korban butuhkan. Butuh didampingi ke orang yang lebih professional? Atau butuh diwakilkan pada saat bercerita? Sebelum melakukan apapun, lebih baik kita bertanya dahulu untuk memastikan perasaan si korban.

Untuk kamu yang melihat seseorang berada dalam abusive relationship, jangan kabur saat mereka membutuhkan. Buka telinga ketika dia bercerita. Jangan anggap mereka berlebihan dan bodoh dengan kejadian masa lalunya. Tolong dengarkan, perhatikan dan bantu kuatkan diri mereka untuk bangkit.

Kezia Pascarani T, mahasiswi Jurusan Public Relations, The London School of Public Relations, Jakarta.

 

16 COMMENTS