Menjadi Kartini Masa Kini

0
69

Ketika berbicara mengenai Kartini, hal yang pertama terlintas dalam benak adalah tentang bagaimana kaum perempuan saat ini. Ketika melihat jumlah manusia di dunia ini, rasio perbandingan antara perempuan dan laki-laki jauh lebih banyak perempuan.

Kalau kita melihat lagi kilas balik sejarah di masa lalu, teringat bahwa bagaimana kaum perempuan dahulu diperlakukan, hanya boleh memiliki kegiatan di dalam rumah, tidak boleh melakukan hal yang diinginkan. Sosok ibu Kartini merupakan sosok yang hebat, yang mampu mengeluarkan kaum perempuan dari tahanan dan memperkenalkan pada dunia luar.

Ibu Kartini mampu mengangkat dan memperjuangkan kembali mengenai emansipasi wanita. Makna Kartini bagi saya adalah tentang bagaimana seorang wanita dapat menyuarakan pendapatnya, dapat mengemukakan hal yang ingin disampaikan, dan memiliki kesempatan yang sama untuk menentukan pilihan serta memiliki kedudukan yang sama untuk menjadi pemimpin dalam suatu negara.

Bisa kita lihat saat ini juga tidak sedikit dari perempuan menjadi petinggi maupun pemegang sebuah jabatan penting di pemerintahan atau perusahaan swasta. Dan apakah ia tidak dapat memimpin dengan baik? Tentu tidak. Malah banyak yang justru mendapat penghargaan karena memberi inovasi yang baik dan menyukseskan acara tersebut.

Sudah berubah

Dalam dunia perkuliahan pun seperti itu, tidak sedikit perempuan yang justru menjadi ketua atau koordinator dan memimpin jalannya suatu kegiatan. Hal ini menegaskan kembali bagaimana pandangan dunia terhadap perempuan kini telah berubah.

Saya pernah membaca suatu berita luar negeri di Arab Saudi yang memberi aturan baru terkait wanita yang sudah boleh menyetir, hal itu menunjukkan bahwa negara sekelas Arab Saudi yang mungkin memberi batas yang tegas untuk laki-laki dan perempuan saja sudah mengakui tentang adanya kesetaraan gender, menegaskan kembali bahwa gender perempuan sudah tidak lagi membatasi tentang hal yang ingin dilakukan.

Setiap berbicara mengenai Kartini, membuat saya bersyukur hidup di era saat ini yang tidak lagi membatasi gerak dan aktivitas-aktivitas yang ingin dilakukan. Hari Kartini juga mengingatkan saya untuk selalu menghargai pilihan-pilihan yang telah dibuat oleh perempuan-perempuan di luar sana, baik mungkin pilihan untuk bekerja, belajar, atau untuk berumah tangga, apapun itu.

Sebagai mahasiswa cara yang dapat kita lakukan untuk menjadi Kartini di zaman modern adalah dengan meningkatkan prestasi, mengikuti banyak lomba yang dapat juga menambah prestasi, dan selalu berani dengan percaya diri mengemukakan pendapat yang ingin disampaikan. Selain itu memaknai Kartini, berarti juga tidak lupa untuk tetap menyalurkan semangat Kartini antara lain berupa, semangat untuk terus membantu sesama dan semangat untuk melakukan sesuatu bagi orang lain.

Yang harus kita lakukan adalah mencontoh  semangat dan kecerdasan Kartini untuk selalu memperjuangkan harkat dan martabat perempuan

Jangan sampai generasi-generasi dibawah kita tidak mengerti tentang bagaimana sejarah Kartini di masa lalu, sosok yang membuat perubahan besar yang membawa dampak bagi kaum wanita di zaman modern ini. Peringatan jasa pahlawan kita RA Kartini semestinya tidak hanya dilakukan pada tanggal 21 April saja, melainkan kapanpun kita dapat memperjuangkan hak-hak perempuan dengan segala cara yang dimiliki masing-masing.

Mengenang Kartini tidak hanya sebatas mengadakan peragaan busana kebaya, memakai konde, ataupun mengadakan pawai. Yang harus kita lakukan adalah mencontoh semangat dan kecerdasan Kartini untuk selalu memperjuangkan harkat dan martabat perempuan.

Dalam kamus perempuan saat ini, tidak ada lagi tentang rasa takut yang kemudian membatasi untuk melakukan sesuatu yang menjadi mimpinya, perempuan saat ini sudah tidak ragu lagi untuk memiliki mimpi dan cita-cita yang tinggi, perempuan saat ini sudah tidak lagi takut untuk memperjuangkan pilihan-pilihan yang dibuatnya, perempuan saat ini sudah meningkatkan pengembangan dirinya dengan cara mencetuskan ide yang kreatif dan inovatif dalam segala bidang sehingga mampu meraih kesuksesan dari ketekunan yang dijalankannya.

Perempuan saat ini selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan menunjukkan dirinya dalam versi terbaik yang ia miliki, serta perempuan saat ini selalu membantu dan memberdayakan perempuan lain. Sudah seharusnya bagi kita para kaum perempuan untuk melanjutkan jalan yang telah dibuka oleh ibu Kartini.

Hari kartini bukan lagi mengenai kesetaraan gender dan perjuangan emansipasi wanita, tapi membuat dunia dan seluruh kehidupan di dalamnya menjadi lebih baik melalui semangat, kepedulian dan rasa kasih sayang yang kita berikan untuk sesama.

Mieladina Durrotul Khumairoh, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang