Canggih Tak Sebercanda Itu

56
200

Dahulu kita tidak tahu apa itu ponsel pintar yang disentuh, yang kita tahu bermain kelereng, bermain petak umpet hingga menjelang waktu magrib

Kalau emak belum memanggil, “Nak pulang, mandi!”, rasanya masih asyik saja untuk bermain bersama kawan

Dahulu kita senang bila bermain bola kasti, membentuk tim berdasarkan “Hom Pim Pa”, potongan genting yang di susun menjadi penentu pemenang dalam permainan ini

Ahh… Rasanya Rindu

Kini Permainan itu sudah mulai dilupakan.. berganti semua berganti, seperti tak ada waktu lagi untuk bermain dengan permainan sederhana yang tidak butuh biaya

Di zaman sekarang, permainan semuanya sudah berbentuk elektronik. Dapat diakses dimanapun dan kapanpun asal ponsel pintarnya mumpuni

Tak apa pergantian zaman menjadikan semuanya lebih mudah, tetapi jangan dilemakan oleh keadaan

Semua masih berhubungan dengan dunia nyata, dunia fana hanya sebagai konotasi hiburan.

Ahh miris… Berkumpul rasanya hanya untuk mengabadikan momen di media sosial, berpamer karena sudah bertemu dengan kawan lama. Lalu, asik dengan ponsel pintar yang dipunya

Rindu tak sebercanda itu, Canggih tapi meracuni

Tina Ristiana, Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta