Perkembangan Metaverse dan NFT di Era Digital

0
40

Kemajuan teknologi semakin berkembang sehingga kehidupan manusia sedikit banyak bergantung pada dunia digital. Salah satunya yang kini sedang berkembang adalah metaverse yang memungkinkan kita mewujudkan interaksi konten digital di dunia virtual yang unik selayaknya dunia nyata. Kecanggihan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) tanpa kita sadari bisa memberikan dampak dalam bidang sosial dan ekonomi. 

Topik mengenai metaverse dan NFT disampaikan dalam acara Kompasfest yang berlangsung pada tanggal 14 September 2022 di Universitas Multimedia Nusantara. Dalam talkshow sesi pertama yang bertemakan “The Future of Creative Playground”, menghadirkan beberapa narasumber. Ada Pungkas Riandika yang merupakan Metaverse Marketplace Lead,  Rian Eriana Kaslan selaku Vice President Bisnis Digital BNI, dan Helman Taofani selaku Commercial Development Manager Harian Kompas.

Pada sesi pertama, Pungkas menyatakan bahwa kehidupan tradisional dan digital dapat terhubung melalui AR. Bahkan, kegiatan sehari-sehari yang kita lakukan juga sudah bersentuhan dengan metaverse seperti bekerja lewat zoom atau bermain gim.
Kekurangan yang masih perlu dikembangkan dari metaverse adalah metaverse belum mencakup seluruh kebutuhan manusia.

Pungkas Riandika memaparkan tentang banyak kegiatan manusia berkaitan dalam hadirnya NFT pada KompasFest yang diadakan Rabu (14/9/2022) di Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang. Foto: Yuan Mulyadi

Metaverse bisa mendukung semua sektor, salah satu sektor yang bisa diambil sebagai contoh adalah dalam sektor seni, dengan adanya NFT. NFT juga bisa digunakan sebagai tiket untuk masuk ke dalam metaverse.

Meskipun metaverse belum mencakup semua sektor, cepat atau lambat metaverse pasti berkembang dan dapat memenuhi seluruh aspek kehidupan manusia. Seperti pada sektor kesehatan, melalui metaverse lahir aplikasi-aplikasi baru untuk mengukur berat dan tinggi badan, menampilkan data kesehatan, bahkan alat untuk pengingat olahraga dan minum.

Jaminan keamanan 

Sebagai pembicara yang mewakili BNI, Adelia menyoroti terkait metaverse yang memiliki dampak di bidang ekonomi atau banking. Salah satunya adalah di bidang customer service (pelayanan konsumen). Orang yang malas untuk datang ke bank dapat dilayani secara digital, dan customer dapat merasakan nilai atau value baru dengan masuknya pelayanan bank ke dalam metaverse.

 

Vice President Bisnis Digital BNI, Rian Eriana Kaslan, saat memberi penjelasan mengenai hubungan metaverse dan BNI di KompasFest yang diadakan di Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang pada Rabu (14/9/2022). Foto: Yuan Mulyadi

BNI memiliki beberapa tantangan sebagai bank pertama yang masuk ke dalam metaverse. Beberapa tantangan di antaranya, harus menjelaskan ke masyarakat apa itu metaverse dan meyakinkan masyarakat bahwa data yang masuk ke metaverse tetap terjaga keamanannya.

Perbedaan umum antara bank konvensional dengan bank metaverse adalah cara interaksinya. Nasabah selalu berinteraksi dengan tatap muka di bank konvensional, sedangkan di dalam metaverse, nasabah bisa membuat avatar tanpa membuka identitas asli mereka.

Selain itu, dalam metaverse, suasana dan latar tempat bisa diatur sehingga pelanggan memiliki pengalaman yang baru dan berbeda yang tentu lebih menyenangkan.

Pada kesempatan itu, Helman menyatakan, NFT merupakan salah satu milestone perkembangan teknologi. Kompas merupakan media yang cepat beradaptasi terhadap teknologi. Urgensi media di metaverse membutuhkan konten yang bisa disediakan untuk masyarakat. Kompas akan beradaptasi dan juga ingin masuk ke metaverse yang sering digunakan.

Para narasumber berfoto bersama mahasiswa Universitas Multmedia Nusantara Tangerang, usai workshop “The Future of Creative Playground” pada Rabu (14/9/2022). Foto: Yuan Mulyadi

Penting untuk mengetahui apa yang akan berpotensi di masa depan, karena semuanya pasti akan berevolusi, dan akan ada banyak pekerjaan baru. “Be prepared or left behind”.

Reporter : Silvia Halim, Mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Multimedia Nusantara  / Magangers Kompas Muda Harian Kompas Batch XII

Fotografer : Yuan Mulyadi, Mahasiswa Victoria University of Wellington, Selandia Baru / Magangers Kompas Muda Harian Kompas Batch XI