Berkebun di Masa Pandemi, Masihkah Menjadi Tren ?

0
140

Halo, Sobat Muda! Di masa pandemi ini, kita punya banyak waktu luang, karena hal yang biasa kita kerjakan di luar rumah terpaksa tertunda sementara selama pandemi masih berlangsung. Kita harus memanfaatkan waktu luang tersebut dengan berbagai macam kegiatan yang positif agar kesehatan tubuh  dan kestabilan pikiran tetap terjaga.

Jika kita hanya berdiam diri di rumah, kita akan merasakan kebosanan serta membuat pikiran kita menjadi stres. Saat kita stres daya tahan tubuh akan ikut menurun dan menjadikan diri kita mudah terserang virus. Maka dari itu, banyak orang melakukan kegiatan positif selama di rumah untuk tetap menjaga kestabilan tubuh dan pikiran.

Salah satu contoh kegiatan yaitu berkebun. Di masa awal pandemi, kegiatan berkebun sudah menjadi tren dadakan. Kegiatan berkebun banyak digemari oleh masyarakat kalangan manapun. Banyak orang mulai melakukan kegiatan berkebun di rumah, mulai dari merawat tanaman hias hingga membeli tanaman dari akar atau tunas  untuk melepas stress selama berada di rumah saja. Ya berkebun dapat membantu menenangkan pikiran karena tekanan keadaan selama pandemi.

Tidak terasa sekarang sudah hampir setahun lebih pandemi covid-19  berlangsung dan menyebar luas di khalangan masyarakat. Tetapi kabar baiknya, semenjak vaksin beredar dan dengan tetap mengikuti prosedur protokol kesehatan yang berlaku, tempat wisata, kuliner, perkantoran dan tempat hiburan lain sudah mulai beroperasi kembali. Ketika pembatasan aktifitas diluar rumah mulai melonggar, banyak warga sudah berani berpergian ke berbagai tempat untuk melepas stres setelah sekian lama terkurung di dalam rumah.

Lantas apakah berkebun di rumah masih menjadi tren ? Menurut saya pribadi masih, karena yang awalnya hanya untuk mengisi waktu luang selama berada di rumah dan ikut tren saja, sekarang kegiatan tersebut sudah menjadi rutinitas baru sehari-hari . Masyarakat masih gencar membeli tanaman-tanaman untuk dirawat. Selain untuk melepas stres, merawat tanaman juga memiliki keuntungan tersendiri. Apa saja keuntungan yang didapat? Yuk kita simak.

Peluang usaha

Untuk sebagian orang, berkebun dapat menjadi ladang bisnis. Bagi yang memiliki lahan luas, mereka dapat menanam berbagai macam tanaman. Ada yang menanam sayur-sayuran yang bisa dijual ke pasar seperti sawi, bayam, cabai rawit, tomat dan sayuran tanam rumahan lainnya. Selain untuk dijual, sayur-sayur itu juga bisa untuk konsumsi pribadi yang tentu lebih segar dan sehat saat diolah.

Selain berkebun sayur-sayuran, budidaya tanaman hias juga dapat menjadi ladang bisnis jika banyak yang meminati tanaman hias tersebut. Selama masa pandemi angka minat tanaman hias lebih meningkat dibanding sebelum terjadi pandemi. Banyak orang membeli tanaman hias untuk dirawat. Tanaman hias yang laku di pasaran seperti monstera, philodendron micans, aglaonema dan masih banyak lagi.

Meningkatkan imun tubuh

Kegiatan berkebun biasanya akan dilakukan di luar rumah yang cukup terkena paparan sinar matahari. Tanaman yang kita rawat harus mendapatkan sinar matahari untuk proses fotosintesis dan berkembang dengan baik. Jika tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup, tanaman tersebut akan mudah layu dan rusak.

Seperti manusia, jika kita tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup, maka daya tahan tubuh kita akan menurun. Sinar matahari terutama saat pagi hari  mengandung sinar ultraviolet (UV) yang akan diserap oleh tubuh kita menjadi vitamin D.

Manfaat vitamin D bagi tubuh kita  untuk menjaga daya tahan tubuh tetap baik agar tidak gampang terserang penyakit. Selain itu, vitamin D juga bermanfaat untuk menguatkan tulang-tulang dalam tubuh kita. Maka dari itu, selain merawat tanaman secara tidak langsung kita juga ikut merawat diri.

Lebih sabar dan terampil

Kegiatan berkebun juga dapat melatih kesabaran, karena kita harus berkomitmen dan serius dalam merawat tanaman yang kita miliki. Jika kita sembarangan merawatnya, tanaman tersebut tidak akan tumbuh dengan baik. Kita sebagai pemilik harus konsisten dalam waktu memberi pupuk, menyiram hingga membasmi hama. Jangan sampai tanaman yang kita rawat dimakan oleh hama.

Dalam menekuni kegiatan berkebun juga perlu keterampilan dan pengetahuan untu merawat tanaman tersebut. Bagaimana cara menanamnya? Bagaimana memberi pupuk nya dalam sehari? Apa pupuk yang bagus untuk tanaman tersebut? Dan sebagainya. Jika kita salah dalam memberi perawatan ,  tanaman tersebut akan mudah rusak dan layu.

Menyehatkan mental

Kegiatan berkebun ternyata salah satu kegiatan yang dapat menguras banyak tenaga. Ahli holtikultura yang juga praktisi berkebun David Domoney menyatakan bahwa kegiatan berkebun berdampak baik bagi kebugaran tubuh. Kegiatan seperti memotong rumput, menggali dan menanam dapat membakar 150-200 kalori selama kurang lebih 30 menit. Sama saja seperti kita melakukan olahraga lari sejauh 3 km. Hal ini tentu menguntungkan bagi orang yang malas untuk berolahraga jauh.

Selain membakar kalori, kegiatan berkebun juga menyehatkan mental. Dalam melakukan kegiatan ini kita akan mendapatkan ketenangan, pikiran yang jernih dan mengusir rasa tertekan yang kita alami selama berada di rumah saja. Dengan begitu, dalam melakukan kegiatan keseharian kita pun akan lebih maksimal karena sudah mendapat kesegaran baik dari tubuh maupun pikiran.

Memperindah halaman 

Beberapa tanaman hias di teras rumah saya. Foto : dokumentasi pribadi

Tanaman-tanaman yang kita rawat juga berguna untuk memperindah halaman rumah serta menambah nuansa hijau, yang baik bagi penglihatan kita. Banyak tanaman hias yang dapat kita jadikan hiasan untuk memperindah halaman rumah. Tanaman yang kita miliki pun dapat menghasilkan polusi udara yang baik untuk rumah kita.

Jika ada tamu yang datang ke rumah dan di sekitar halaman rumah kita bernuansa hijau, bisa jadi tamu tersebut merasa lebih nyaman. Siapa tahu tamu itu juga memiliki kesamaan minat terhadap tanaman sehingga dapat menimbulkan topik pembicaraan yang seru seputar tanaman.

Itu tadi  beberapa keuntungan jika kita melakukan kegiatan berkebun di rumah. Bukan hanya untuk ikut-ikutan saja, tapi kegiatan berkebun juga harus kita tekuni dengan giat agar tanaman yang kita rawat tumbuh dengan baik. Yuk mulai berkebun!

Indira Juhati Fatimah, mahasiswi Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jakarta, Jurusan Pariwisata.