Lima Cara Melawan Rasa Bosan Belajar Daring

0
157

Kegiatan belajar membutuhkan banyak tenaga dan pikiran agar kita bisa berkonsentrasi kepada kegiatan itu. Apalagi pada masa pandemi seperti ini, keluar rumah untuk mencari angin segar atau hanya sekadar jalan-jalan pun tak dianjurkan karena takut terkena penyebaran virus Covid-19.

Kondisi hati menjadi buruk, tak ada banyak hal yang bisa dilakukan, serta bosan dengan suasana yang sama semenjak virus ini menyerang dunia. Kemudian kita diharuskan untuk belajar secara daring yang membuat tubuh dan mata menjadi lebih lelah. Belum lagi tugas yang menumpuk dan deadline di depan mata.

Untuk mengatasi hal-hal tersebut, bagaimana kalau kita coba lima tips berikut agar kamu tidak mudah bosan saat belajar dan menjadi lebih semangat

Catatan yang menarik

Catatan pelajaran merupakan salah satu hal yang penting pas kamu lagi belajar. Jika catatan dibuat menarik seperti ditempel stiker, diberi gambar, atau tulisan kaligrafi pasti kita akan lebih tertarik untuk membacanya. Sebaliknya, apabila catatan berantakan dengan warna yang monoton, kita akan malas untuk membaca apalagi membukanya.

Alat tulis yang bisa dipakai agar catatan menjadi menarik bisa berupa pulpen dan spidol warna-warni,  serta stiker yang saat ini banyak di jual di e-commerce kesayangan kamu, atau kamu bisa buat sendiri, loh.

Mendengarkan musik

Mendengarkan musik saat belajar memiliki banyak manfaat, diantaranya membantu suasana hati menjadi lebih baik. Musik dapat meningkatkan kadar dopamin dan neutransmitter yang meningkatkan perasaan bahagia dan gembira.

Beberapa penelitian menemukan fakta, kita akan lebih cepat memecahkan soal pelajaran saat kita berada dalam kondisi hati yang bahagia. Musik pun dapat membantu mengatasi stres dan kecemasan karena musik membantu menurunkan kadar kortisol pada otak, yaitu hormon tubuh yang bertanggung jawab atas perasaan stres dan kecemasan.

Suasana nyaman

Saat belajar alangkah baiknya jika kita belajar dalam suasana yang tenang dan nyaman. Kamu bisa menghias kamarmu atau wilayah sekitar tempat belajarmu agar memilki suasana yang bagus untuk belajar. Penerangan dapat kamu atur agar tidak terlalu terang atau terlalu redup.

Selain itu, udara yang terlalu panas akan membuat kamu merasa gerah, kurang nyaman. Sementara udara yang terlalu dingin juga akan membuatmu merasa ngantuk. Aturlah alat pendingin di ruanganmu senyaman mungkin.

Meja belajar yang terlihat menarik mungkin saja membuatmu tidak gampang merasa bosan. Hiaslah dengan beberapa barang lucu, foto-foto, atau hiasan lampu. Kemudian, jangan lupa tata meja belajarmu dengan rapi agar tidak mengganggu gerakan tanganmu saat menulis.

Belajar dengan teman

Mahasiswa sedang belajar bersama melalui video call

Belajar bukanlah kegiatan yang harus dilakukan sendirian. Agar belajar lebih seru, kamu bisa memanfaatkan fasilitas teknologi yang canggih seperti Zoom, Google Meet, Skype, Line, atau WhatsApp. Selain belajar menjadi asik dan tidak membosankan, kita akan mendapat ilmu tambahan yang mungkin kita enggak ngeh saat guru atau dosen menjelaskan.

Apalagi pada masa pandemi ini, Gugus Tugas Penanggulangan Pandemi Covid-19 menganjurkan agar kita tetap di rumah. Demi kesehatan diri kita, mengapa kita tak melakukan anjuran itu ? Ya kan. Sebagai ganti belajar bareng dengan teman yang biasa kita lakukan secara tata muka, kita ganti saja dulu secara daring. Caranya ? gunakanlah fasilitas yang tersedia semaksimal mungkin.

Istirahatkan tubuh 

Menyisihkan waktu setelah atau saat melakukan kegiatan yang sama untuk beristirahat bisa menjadi sangat penting. Saat kamu terpaku pada posisi yang sama dan dalam waktu yang lama, tubuh akan merasa lelah atau pegal-pegal. Karena itu lakukanlah hal ini saat beistirahat.

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan saat istirahat. Dari sekadar rebah-rebahan di kasur, meregangkan otot, olahraga, scrolling TikTok di ponsel, hingga menonton drakor. Cara itu akan membuat kalian lebih rileks, asal jangan sampai terlalu lama dan lupa untuk kembali melakukan hal yang paling penting, yaitu belajar.

Karisah Salim Al Hazami, mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.