Adaptasi Kebiasaan Baru Bagi Mahasiswa Baru

0
975

Pandemi Covid-19 masih terus berlangsung hingga saat ini, sampai akhirnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, menghimbau kampus untuk tetap melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan baru boleh melakukan kelas tatap muka di awal tahun semester epan. Meskipun demikian, Penerimaan mahasiswa baru dan dimulai pembelajaran semester baru tetap berlangsung, banyak universitas yang sudah memulai pembelajaran semester baru pada pekan ini.

Walau pembelajaran masih melalui daring, namun tetap saja untuk mahasiswa baru harus melakukan adaptasi kebiasaan baru, karena terdapat sejumlah kebiasaan yang berbeda antara pembelajaran di SMA dan perguruan tinggi.

Adapun hal-hal yang harus dibiasakan sebagai mahasiswa baru diantaranya yaitu;

Mengatur Waktu

Jadwal jam belajar ketika SMA dan perkuliahan sangatlah berbeda. Jika  saat SMA, siswa sudah mendapatkan jadwal yang tetap sesuai arahan guru dari pukul 07.00 – 14.00, ketika  di perkuliahan mata pelajaran dan jam belajarnya pun mahasiswa sendiri yang menentukan. Meskipun ada beberapa kampus yang sudah memaketkan mata pelajarannya, namun untuk jam pelajaran tentu masih sangat random.

Keadaan itu menuntut mahasiswa baru  dapat mengatasi masalah yang timbul. Misalnya ada jam kelas di pukul 09.00 – 12.00, tetapi baru ada kelas lagi di pukul 16.00 – 17.30. Nah dari jam kosong tersebut apa yang akan mahasiswa lakukan saat itu dan bagaimana cara mahasiswa mengatur waktu, agar waktunya tetap produktif dan bermanfaat ?

Perbarui informasi perkuliahan

Selalu memperbarui  informasi perkuliahan tentu menjadi sesuatu yang penting dan tidak boleh dilewatkan oleh mahasiswa, karena terlewat sedikit saja dapat berdampak pada perkuliahan kita. Pembaruan informasi perkuliahan merupakan sesuatu yang penting karena  perbedaan kondisi pada saat SMA dan di perkuliahan.

Ketika SMA guru biasa selalu mengingatkan muridnya mengenai waktu pengumpulan tugas, jadwal ujian harian, UTS dan UAS. Sedangkan ketika kuliah, dosen tidak  terlalu mempedulikan apakah kamu sudah mengumpulkan tugas atau belum, karena saat kuliah dosen sudah menganggap kamu sudah dewasa dan sudah memahami akan konsekuensi yang akan kamu pilih.

Dosen hanya akan memberikan satuan acara perkuliahan (SAP) pada saat awal perkuliahan mengenai apa saja yang akan dibahas pada perkuliahan dari awal semester hingga akhir semester. Tetapi harap diingat, terkadang SAP suka ada perubahan karena faktor situasi dan kondisi kelas tersebut, entah dosennya melakukan riset keluar kota sehingga harus melakukan penggantian jadwal  perkuliahan atau alasan lainnya. Oleh karena itu mahasiswa harus selalu mencari info perkualiah terbaru atas perkuliahannya agar tidak ketinggalan informasi yang dapat berakibat kurang baik pada perkuliahannya.

Membuka diri

Lingkungan saat SMA dan perkuliahan pun sangat berbeda. Perbedaan itu mencakup dari segi usia, suku, dan bahkan agama. Saat SMA kita akan bertemu dengan teman-teman ya mungkin seumuran dan kalaupun berbeda ya paling berbeda satu atau dua tahun dan lingkungan pertemanan yang mungkin hanya berasal dari kota yang sama. Namun pada saat kuliah kamu akan menemukan mahasiswa yang usia cukup beda usianya dengan kamu namun satu kelas.

Selain itu jika kamu berkuliah di kota besar mungkin kamu akan menemukan keberagaman yang lebih beragam lagi dari sekedar perbedaan usia. Walaupun terdapat perbedaan kita disatukan dalam ruangan kelas yang sama dan selain itu tugas yang diberikan oleh dosen pun banyak yang mengharuskan kita untuk mengerjakan dengan berkelompok.

Biasanya dosen menentukan sendiri isi kelompoknya, dari tugas ini kita harus bisa untuk membuka diri terlebih teman sekelompok kita sangatlah berbeda dengan kita. Walau demikian kita harus tetap dapat bekerjasama dengan kawan-kawan di kelompok untuk mengerjakan tugas secara bersama-sama.

Itu tadi sebagian kecil dari sekian banyak kebiasaan baru yang harus diketahui mahasiswa baru dalam menghadapi perkuliahannya,  tetapi jangan dianggap beban juga ya… Perkuliahan dan masa-masa sebelumnya tentunya berbeda, namun yang terpenting percayalah  pasti setiap masa akan ada selalu pembelajaran yang bisa kita ambil untuk dapat dijadikan bahan bakal kita untuk menjalani kehidupan yang sesungguhnya. Semangat 🙂

Deni Fazri, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.