Kenali Diri Untuk Menghindari Salah Jurusan

0
370

Salah jurusan masih menjadi salah satu faktor kekhawatiran bagi teman-teman yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi sampai saat ini. Bagaimana tidak? dampak dari salah jurusan tersebut banyak mahasiswa yang mengalami kendala selama berkuliah dan bahkan tidak sedikit mahasiswa yang akhirnya mengakhiri kuliah.

Tentu kita tidak menginginkan untuk mengalami yang namanya salah jurusan. Dari beberapa cara yang saya dapatkan selama berkuliah di jurusan psikologi terlebih di psikologi pendidikan, berikut beberapa cara yang pernah saya alami ketika akan memilih jurusan untuk kuliah.

Sesuai dengan minat

Pilihan jurusan dan perguruan tinggi di Indonesia sangat banyak, sehingga banyak calon mahasiswa yang kebingungan ketika akan memilih jurusan yang akan dipilih. Dari kebingungan itu, banyak calon mahasiswa yang hanya memilih berdasarkan ikut-ikutan teman

Oleh karena teman kita pilih jurusan teknik, maka kalian memilih jurusan teknik. Padahal diri sendiri cukup kebingungan dalam mempelajari matematika dan fisika. Lalu bagaimana memilih jurusan yang sesuai dengan minat kita? Nah, teman-teman bisa mencari dari hobi dan kesukaan teman-teman, jika teman-teman minat olahraga ya pilihlah jurusan yang berkaitan dengan olahraga, jangan kalian pilih berbanding terbalik dari itu ya.

Tapi ingat, hobi atau kesukaan yang bukan musiman atau hobi yang sesaat saja, melainkan hobi yang sedari kecil kalian sukai hingga saat ini, yakin deh pasti ada kok. Jika kalian masih kebingungan mungkin teman-teman bisa coba-coba ikuti tes minat dan yang ada di internet, sekarang sudah banyak loh, website yang menawarkan buat melihat minat dan bakat, tapi ingat juga ya! saat teman-teman mengisi tes tersebut disesuaikan dengan apa yang diri kalian minati supaya hasilnya akurat. 

Perdalam pengetahuan 

Setelah teman-teman sudah memilih jurusan yang diminati, kemudian perdalamlah jurusan yang kalian minati. Misalnya, ada di perguruan tinggi mana atau berada di kota mana supaya kalian bisa mempertimbangkan biaya selama kuliah nanti.

Setelah itu cari prospek kerjanya bagaimana supaya ketika kalian kuliah ada arahan dan motivasi. Dengan cara itu kalian bisa  mempersiapkan langkah demi langkah untuk menggapai keinginan yang kalian rencanakan.

Diskusikan dengan orangtua

Siapapun yang menanggung biaya teman-teman, entah itu beasiswa dari pemerintah atau dari orang tua, teman-teman harus diskusikan dengan orang tua atau wali kalian, dengan harapan agar teman-teman dapat bimbingan dan masukan dari mereka. Kalau misalnya ternyata ada pendapat orang tua kita yang berlainan arah dengan kita, mungkin dapat kita diskusikan dengan baik dan mencari jalan tengahnya.

Maka dari itu, sebelum teman-teman mendiskusikan ini teman-teman  sebisa mungkin sudah memilih jurusan yang diminati dan perdalam pengetahuan tentang jurusan tersebut, agar bisa menjadi bahan argumen dalam berdiskusi bersama orang tua, biasanya kita akan pasrah dan mengikuti apa kata orang tua ya karena  tidak ada sumber atau pemahaman, padahal jurusan tersebut bukanlah keinginan kita.

Dengar kata hatimu 

Jika teman-teman sudah mantap dengan jurusan yang akan di pilihan dan semua itu sudah mendapatkan restu dari orang tua atau wali, maka teman-teman jangan terlalu mendengarkan ekspektasi dan pandangan dari orang lain apabila jurusan yang kalian pilih dipandang kurang baik.

Pada hakikatnya yang akan menjalani perkuliahan dan yang akan mengembangkan bakat serta kemampuan adalah teman-teman sendiri, bukan dia atau mereka. Ambilah sisi positifnya saja yang dapat menambah semangat teman-teman untuk berkuliah nantinya. 

Nah sekian dari beberapa tips di atas, semoga teman-teman dapat mendapatkan jurusan yang teman-teman inginkan. Percayalah apabila kuliah sesuai minat dan bakat kita, itu tidak akan terasa beban. Mengapa ? Karena ketika kita memilih jurusan berdasarkan hobi kita maka kuliah akan terasa lebih enjoy dan kita pun dapat mengembangkan kemampuan dan bakat yang kita miliki saat ini.

Dengan adanya kemampuan tersebut, kelak dapat menjadi bekal kita nanti paska kita lulus dari kuliah. Namun sebaliknya, apabila kita tidak berdasarkan minat dan bakat kita, tentunya kita akan merasa beban ketika berkuliah dan kurang memahami bakat apa yang akan kembangkan. Sukses selalu untuk kita semua.

 

Deni Fazri, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia