Balasan Surat Yang Tertunda

2
89

Ku namai tulisan ini

Dengan nama penyesalan

Sebagai balasan surat yang tertunda

Untukmu

Yang pernah menuliskan surat

Yang berisi harapanmu atasku

Ya, ini hanya untukmu

 

Kakakku tersayang

Tak tahu apa yang harus aku katakan kapadamu

Aku hanya bisa berdiam diri karena nyatanya

Akulah yang salah

Dulu aku tidak pernah mendengar nasihatmu

Apapun itu

 

Dan kini apa yang terjadi?

Aku sangat kecewa dengan diri sendiri

Aku dulu belum bisa mengendalikan diri

Berbeda dengan saat ini

Sedikit lebih bisa mengatur emosi dan keinginan

Jika apa yang aku lakukan dulu kini membuat diriku kecewa

Apalagi dengan kakak

 

Aku juga tahu kakak ingin aku masuk  pesantren

Dan memang seperti apa yang aku rasakan sekarang

Kehidupan di pesantren lebih menyenangkan

Daripada kehidupan di luar

Mungkin kakak mengamatiku selama tiga tahun dulu

Dari cara bergaul dengan teman-temanku

Cara menyikapi orang lain

 

Dan jika aku boleh jujur

Aku sungguh bukan anak yang susah di atur

Tapi aku hanya takut dengan teman-teman dulu

Aku gengsi dengan mereka

Padahal hanya dianggap ada ketika aku dibutuhkannya

Kalaulah kakak tahu apa yang dulu terjadi padaku

Mungkin kakak takkan terlalu menuntutku

Tapi lambat launpun

Pikiranku menjadi lebih terkontrol

Karena kenyataannya

Apa yang di bilang kakak memang benar adanya

Maafkan aku

 

Sungguh beruntung aku

Memiliki kakak sepertimu

Adikmu, yang kini selalu menyayangi

Efa Ibnati