Rizky Febian “Menari” Dalam Diam di Java Jazz Festival

0
255

Mengangkat tema “Redeem Yourself Through Music” di tahun ke-16 ini, Jakarta International BNI Java Jazz Festival resmi dimulai pada hari Jum’at, 28 Februari 2020. Lima musisi lokal turut memeriahkan Java Jazz Festival pada hari pertama. Diantaranya adalah Rizky Febian, Marion Jola, Efek Rumah Kaca, Reza Artamevia, dan Isyana Sarasvati.

Rizky Febian menyanyikan “Cukup Tau” di Java Jazz Festival 2020.

Rizky Febian, musisi muda, tampil di Java Jazz untuk kedua kalinya. Tahun sebelumnya, Rizky memeriahkan Java Jazz Festival di Java Jazz Stage. Namun kali ini, Rizky sendiri punya panggung yang megah serta penuh gemerlap lampu panggung untuk menghibur penggemarnya.

Rizky Febian menyanyikan Lagu “Kesempurnaan Cinta”.

Musisi yang terkenal berkat lagunya yang berjudul “Kesempurnaan Cinta” ini berkali-kali mengucap syukur dan terima kasih karena dapat tampil di Java Jazz Festival yang dulunya hanya sebuah harapan seorang penonton.

“Beberapa tahun yang lalu saya nonton Java Jazz dalam hati, saya berharap suatu saat dapat manggung di sini,” ujar Rizky.

Di awal penampilannya, dia membawakan lagu “Menari”, “Cukup Tau”, dan “Tak Lagi Sama”. Lagi-lagi, “Menari” menjadi lagu pembuka penampilan Rizky. Tampaknya penonton sangat menikmati penampilan Rizky ketika membawakan ketiga lagu tersebut. Penonton pun ikut menari  dalam diam bersama Rizky.

Penampilan Rizky Febian ketika menyanyikan lagu “Tak Lagi Sama”.

Manggung dengan hoodie abu-abu dibalut dengan kemeja putih coklat membuat Rizky tampil percaya diri. Selain itu, pada lagu keempat, Rizky mengajak pemenang BNI Challange Star untuk ke stage menyanyi bersama. Menyanyikan “Indah Pada Waktunya” bersama Yulita membuat Rizky salah tingkah. “Saya suka grogi kalau dekat cewek,” begitu katanya.

Brand Ambassador BNI ini terkaget-kaget ketika melihat bangku penonton yang terisi penuh. Tampil di awal acara membuatnya berpikir pesimis akan minimnya kehadiran penonton dalam penampilannya. “Wah, penuh ternyata,” ungkapnya kaget.

Reporter: Nur Kamilah, mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Jakarta

Forografer: Hans Immanuel, mahasiswa Jurusan Fotografi, Lasalle College Jakarta