Skateboard, Paska Menjadi Cabang Olahraga Di Indonesia

0
26

Sejak skateboard masuk menjadi cabang olahraga resmi di Indonesia, banyak dampak positif yang diberikan terhadap skater-skater (pemain skateboard) berbakat yang ada di sebagian daerah di Indonesia. Para skater berbakat yang awalnya hanya bisa mengikuti kompetisi-kompetisi kecil yang diselenggarakan oleh beberapa merk skateboard lokal dan bermain di sembarang tempat, kini dapat mengikuti kompetisi resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah. Dan tentu mereka bisa bermain di skatepark yang sudah difasilitasi oleh pemerintah setempat.

Walau belum semua kota di Indonesia memiliki skatepark yang difasilitasi, tapi sejak skateboard resmi menjadi cabang olahraga, sudah semakin bertambah skatepark yang dibangun oleh pemerintah di beberapa kota besar yang ada di Indonesia. Misalnya seperti di kota Palembang, Jakarta, Tangerang, Bali, Bandung, dan Palangkaraya. Sementara di sebagian daerah sedang berlangsung proses pembangunan arena tempat bermain skateboard itu.

Sekitar setahun

Salah satu faktor belum meratanya fasilitas skatepark di Indonesia adalah karena peresmian skateboard menjadi cabang olahraga masih terbilang cukup baru. Peresmian skateboard tersebut dilangsungkan saat Asian Games diselenggarakan pada bulan Agustus tahun 2018 atau kurang lebih setahun lalu. Tak heran jika masih banyak hal yang harus dibenahi dari cabang olahraga skateboard.

Kondisi tersebut memunculkan dampak positif dan negatif. Oleh karena fasilitas belum fasilitas skatepark belum merata di beberapa kota, keadaan itu membuat skater yang ada di kota tersebut bermain skateboard di sembarang tempat yang menurut mereka dapat dijadikan tempat untuk bermain skateboard. Sebisa mungkin mereka mencari tempat bermain skateboard agar bakat mereka tersalurkan.

Akibatnya tak jarang terjadi hal yang dapat merusak fasilitas umum yang ada. Contohnya, bangku taman, besi pegangan di tangga, tempat duduk di halte bus dan beberapa fasilitas umum lainnya. Kadang-kadang juga mereka harus berurusan dengan petugas keamanan atau sekuriti setempat karena bermain tanpa izin. Mestinya, para skateboarder, harus lebih disiplin dan menjaga fasilitas umum agar tidak meresahkan masyarakat.

Muhammad Rizky Ananda Putra, mahasiswa Jurusan Marketing Communication, Fakultas Ekonomi dan Komunikasi, Binus University Jakarta