Diskoria Selekta : Dari Pasar Antik di Jalan Surabaya ke Panggung Disko Indonesia

0
86

Lagu disko Indonesia bukan lagi suatu hal yang kuno. Justru mulai sekarang ini lagu disko Indonesia banyak diperdengarkan oleh semua kalangan tanpa memandang usia. Salah satu pegiat disko Indonesia yaitu Diskoria Selekta atau biasa dikenal Diskoria.

“Izinkan aku… Untuk terakhir kalinya… semalam saja bersamamu… mengenang asmara kita… dan aku pun berharap… semoga kita tak berpisah…” wah stop, stop sobat MuDa. Jangan sampai kita  nyanyi dan joget terus ya hehehe. Sobat MuDa pasti sering mendengar kan lagu disko ini? Ya, lagu ini berjudul “Berharap Tak Berpisah”. Lagu ini dinyanyikan oleh Reza Artamevia tahun 2002 loh.

Tapi sobat MuDa, sekarang ini lagu-lagu Indonesia sudah banyak yang diremix oleh seorang disc jockey (DJ) menjadi lagu disko. Kalau dulu lagu yang sering digunakan untuk disko hanya lagu barat, tetapi sekarang lagu Indonesia sudah mulai digunakan untuk musik disko. Wah pastinya keren banget kan. Jadi ingin joget terus he he he.

Oh iya sobat MuDa, jadi kali ini kami akan membahas tentang dua orang yang menamakan dirinya sebagai Diskoria Selekta. Wah mereka siapa ya? Yuk kita bahas bersama-sama.

Diskoria Selekta atau yang biasa disebut Diskoria ialah pegiat lagu disko Indonesia. Diskoria terdiri dari dua orang yang bernama Merdi Simanjuntak (Merdi) dan Fadli Aat (Aat). Tahun 2019 ini adalah tahun kelima mereka menorehkan karya di dunia permusikan Indonesia.

Kehadiran mereka di dunia permusikan Indonesia merupakan suatu hal yang amazing, karena mereka berani membawakan format lagu Indonesia di dalam musik disko dengan menggeser lagu-lagu barat. Merdi dan Aat yakin, lagu Indonesia bisa mengalahkan lagu-lagu barat di musik disko.

Diskoria saat tampil dalam acara Selaras 2019, Sabtu (16/11/2019). Foto : Tim Dokumentasi Selaras 2019

Pertemuan awal antara keduanya terjadi di Pasar Antik Jalan Surabaya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Keduanya memiliki hobi yang sama yaitu mengoleksi piringan hitam atau vinyl. “Dulu itu kami berdua sama-sama hobi mengoleksi piringan hitam. Kami cari-cari vinyl di Pasar Antik Jalan Surabaya-Menteng” ujar Merdi.

Diantara mereka berdua, Aat yang terlebih dahulu mengoleksi vinyl. Karena mereka sering bertemu dengan para kolektor piringan hitam, akhirnya mereka nongkrong bareng. Sampai saat ini, ditaksir jumlah vinyl yang dikoleksi Aat mencapai 10.000, sedangkan Merdi mencapai 3.500. “Kami sering aja dengerin lagu dari piringan hitam” kata Merdi.

“Kami bermusik berdua natural aja sebenarnya. Awalnya ingin memainkan koleksi vinyl kami aja” jelas Aat saat ditemui setelah tampil di acara Selaras 2019, Sabtu (16/11/2019). Merdi dan Aat mengumpulkan semua piringan-piringan hitam dari berbagai genre, tetapi tanpa disengaja mereka mengumpulkan juga lagu-lagu Indonesia.

Merdi mengatakan, “Saat itu nggak ada DJ yang memainkan lagu Indonesia. Kami merasa punya pelat lagu Indonesia, ya udah kami akhirnya bikin format DJ set lagu Indonesia. Akhirnya kami bikin Diskoria” ujar Merdi tentang mengapa Diskoria terbentuk.

Merdi dan Aat saat ditemui setelah acara Selaras 2019, Sabtu (16/11/2019). Foto : Tim Dokumentasi Selaras 2019

Sebuah acara yang bernama “Suara Disko” pada bulan Januari 2015 merupakan pertanda Diskoria terbentuk. Acara itu merupakan awal pertama kali Diskoria membawakan format lagu Indonesia dalam musik disko.

Kadang-kadang tantangan menggunakan lagu Indonesia dalam musik disko juga dijumpai. Tantangan itu berasal dari kualitas, karena lagu Indonesia diambil dari kaset dan piringan hitam, jadi ada beberapa suara yang mungkin kurang baik dan harus diperbaiki lagi.

Bahkan ternyata tak hanya kualitas, “Paling tantangan lain ya kami harus membuat orang-orang jadi tahu lebih banyak tentang lagu Indonesia yang bagus” kata Merdi. Aat menambahkan, anak muda zaman sekarang harus banyak tahu tentang lagu disko Indonesia, bukan lagu yang hanya sering didengar saja seperti “Berharap Tak Berpisah”.

Untuk menyatukan ide keduanya, Diskoria selalu melihat pada referensi. “Ketika kami mau membuat lagu, Aat datang dengan beberapa referensi, gua datang dengan beberapa referensi dan akhirnya mulai membahas bareng. Enak digodoknya gimana, berdasarkan pengetahuan kami-lah pokoknya” urai Merdi. Dalam menemukan ide, bila satu diantara mereka ada yang tidak tahu tentang lagu itu, mereka selalu membahas bersama.

“Kita kan orang Indonesia!” tegas Aat saat ditanya mengapa lebih memilih lagu Indonesia daripada lagu barat. Dahulu ada beberapa klub malam atau bar yang melarang DJ memainkan lagu Indonesia  di dalamnya. Diskoria tidak sependapat dengan larangan itu, karena Diskoria membuat DJ set yang seluruh lagunya berformat lagu Indonesia.

“Kita kan Indonesia, ngapain lu melarang-larang. Tidak ada yang salah juga sebenarnya. Lagunya kan enak-enak aja. Bahasanya lu ngerti, artinya lu ngerti, jadi kami ingin menunjukkan aja sama pemilik bar itu, justru di Indonesia lu seharusnya memainkan lagu Indonesia dong” tegas Merdi.

Diskoria saat tampil dalam acara Selaras 2019, Sabtu (16/11/2019). Foto : Tim Dokumentasi Selaras 2019.

Tetapi tanpa disadari, setelah Diskoria mulai terkenal, sekarang banyak bar yang mengharuskan DJ-nya menyelipkan lagu Indonesia di sana. Hal ini merupakan kebahagiaan dan kesenangan bagi Diskoria. Mereka merasa misi untuk membudayakan lagu Indonesia dalam musik disko sudah berhasil.

Ternyata respon masyarakat tentang lagu Indonesia yang dibawakan dalam musik disko di luar dugaan Merdi dan Aat. “Wow respon masyarakat di luar dugaan banget! Seru banget! Ga nyangka sih!” tutur Merdi dan Aat. Meskipun diskoria tampil di beberapa pensi anak muda, tetapi penonton hafal lagu-lagu tahun 90an dan 80an. Hal itu membuat mereka senang.

Merdi dan Aat menutup pembicaraannya dengan “As simple as lu punya playlist Spotify, lu bikin aja playlist yang hanya lagu Indonesia aja. Lu cari nama-nama yang belum pernah lu kenal kaya Irianti Erningpraja, Rafika Duri, Nia Daniaty, dan Arie Koesmiran. Lu dengerin aja lagu-lagunya. Nggak ada salahnya lo mengulik lagi lagu-lagu zaman dulu sampai zaman sekarang” kata Merdi lagi. Ia juga menambahkan, dengan kita menyukai musik Indonesia, itu artinya kita bisa menghargai musik Indonesia yang bagus dan banyak yang bisa ditemukan keindahannya.

Nah… jadi sobat MuDa sudah kenal kan sama Diskoria. Jangan lupa untuk joget ya kalau dengar lagu-lagu disko yang mereka bawakan. Oh iya, selalu ingat pesan dari Diskoria, jangan kita lupakan lagu-lagu Indonesia yang sebenarnya bagus dan indah.

Rafi Ramadhan, Siswa SMA Negeri 1 Jakarta, Magangers Kompas MuDa Harian Kompas Batch XI Tahun 2019