Membudayakan Cerita Dongeng melalui Selaras 2019

0
71

Selebrasi Seni dan Olahraga Anak Satu (Selaras) 2.0  yang merupakan penutupan dari Selaras Cup 2.0 tahun 2019 sukses digelar. Jumlah penonton yang banyak merupakan kebanggaan tersendiri. Acara dimeriahkan oleh empat artis yang menambah kemeriahan. Kurang lebih 1000 orang memenuhi lapangan SMA Negeri 1 Jakarta.

Pentas seni Selaras 2019 merupakan rangkaian dari Selaras Cup 2.0 yang digelar di SMA Negeri 1 Jakarta. Selaras Cup berlangsung dari tanggal 5 Oktober 2019 sampai 2 November 2019. Pada 16 November 2019 acara Selaras Cup ditutup dengan pelaksanaan Selaras Pensi.

Keramaian penonton Selaras 2019, Sabtu (16/11/2019). Foto : Tim DokumentasI Selaras 2019.

Tahun ini Selaras 2.0 mengambil tema tentang folklore atau dongeng yang berjargon “The Magnificent Culture of Folktale”. Ketua pelaksanaan Selaras 2.0, Royan Tristan atau akrab disapa Royan, berkata, “Tahun ini kita membawa cerita dongeng, fantasi, dan sejenisnya”. Ia juga menjelaskan, perbedaan Selaras tahun lalu dan tahun ini. “kita bisa lihat perbedaan tahun lalu dari desainnya, isi, tujuan, dan konsep tema juga berbeda. Jadi kita mengambil tema yang belum ada sampai saat ini” tutur Royan. Tujuan diangkatnya tema dongeng karena sekarang ini popularitas cerita dongeng Indonesia kian meredup.

Penampilan RAN di Selaras 2019. Foto : Tim Dokumentasi Selaras 2019

“Jadi di sini kami pilih empat artis dari genre yang berbeda” kata Royan. Empat artis mewarnai panggung Selaras pada sabtu malam(16/11/2019). Dimulai dari Kelompok Penerbang Roket, RAN, Teddy Adhitya, dan Diskoria Selekta. Tak hanya artis, siswa siswi SMA Negeri 1 juga menampilkan kreatifitasnya.

Persiapan acara ini telah dilakukan berbulan-bulan. Mulai dari bulan Januari 2019, Royan sudah membentuk susunan kepanitiaan dengan tujuh divisi. Hal yang sangat berkesan bagi Royan, saat ia dan anggota panitia lain berjuang keras minta persetujuan acara tersebut. Setelah proposal ditandatangani, sesegera mungkin ia bergerilya mencari dana melalui sponsor, donatur, dana usaha dan lain-lain.

Hal unik terjadi saat Teddy Adhitya naik ke tiang panggung. Foto : Tim Dokumentasi Selaras 2019

Gedung SMA Negeri 1 Jakarta dihias dengan ornamen-ornamen yang menggambarkan cerita dongeng. Panitia berusaha menciptakan vibes cerita dongeng yang sebenarnya. Mural-mural yang dibuat oleh panitia juga mempercantik sudut-sudut gedung SMA Negeri 1 Jakarta. Di bagian belakang lapangan, berjejer rapih stan-stan yang menjual berbagai macam makanan ditambah stan dari pihak sponsor. Harga makanan yang dijual cukup murah, sesuai dengan kantong pelajar.

Sore hari panggung Selaras 2019 diisi oleh Kelompok Penerbang Roket (KPR). Sebelum KPR tampil, para fans yang tergabung dalam “Pencarter Roket” sudah terlihat memenuhi lapangan SMA Negeri 1 Jakarta. Saat KPR tampil di atas panggung, suasana cukup meriah apalagi saat mereka membawakan lagu “Mati Muda”. Sontak semua fansnya bernyanyi dengan penuh semangat.

Kelompok Penerbang Roket (KPR) berhasil melakukan pendaratan di Selaras 2019. Foto : Tim Dokumentasi Selaras 2019.

Setelah waktu KPR habis untuk tampil, giliran RAN untuk mewarnai panggung Selaras 2019. Saat RAN naik ke atas panggung sorak sorai penonton sangat keras terdengar. Satu persatu lagu dari RAN dinyanyikan. Penonton terbawa oleh suasana lagu.

Ada kejadian unik saat RAN tampil. Ketika Nino memanggil seorang wanita untuk naik ke atas panggung. Sontak sorak sorai penonton khususnya wanita makin kencang. Setelah wanita itu naik ke atas panggung, ternyata ia mendapat nyanyian lagu oleh RAN bahkan sesekali mendapat pelukan dari Rayi dan Nino.

Sehabis waktu istirahat, penampilan dilanjut oleh penyanyi jazz, Teddy Adhitya. Alunan suaranya yang merdu membawa ketenangan dalam acara Selaras 2019. Lagunya satu per satu terus dilantunkan. Ketika menjelang akhir lagu, ia melakukan hal yang unik. Secara langsung Teddy memanjat tiang panggung. Sontak penonton berteriak histeris.

Waktu makin menunjukkan malam. Acara Selaras 2019 ditutup dengan penampilan disko yang dibawakan oleh Diskoria. Musik disko yang membuat orang berjoget memanaskan suasana yang dingin di sana. Lagu Indonesia yang dimainkan Diskoria berasal dari lintas generasi.

Meskipun demikian, para penonton tetap asik berjoget dan bernyanyi. Saat penampilan hendak selesai, tiba-tiba Merdi yang merupakan personel Diskoria mengajak sebagian panitia untuk naik ke panggung dan berjoget bersama. Makin malam suasana Selaras 2019 makin meriah.

Rafi Ramadhan, Siswa SMA Negeri 1 Jakarta, Magangers Kompas MuDa Harian Kompas 2019