Gerombolan Woyo Reuni di Synchronize Festival

0
35

Penggemar Jason Ranti atau yang dikenal dengan sebutan Gerombolan Woyo berkumpul di acara Synchronize Festival 2019 yang berlangsung di JIEXPO, Jakarta, Minggu (6/10/2019). Mereka hadir dari berbagai daerah di pulau Jawa untuk menyaksikan sang solois manggung.

Jason Ranti atau Jejeboy tampil dengan urutan kedua di District Stage setelah Pee Wee Gaskins. Tetapi jauh sebelum itu, sekumpulan Gerombolan Woyo yang sebagian besar anak-anak muda mengerumuni lapangan Districk Stage.

Acara besar seperti Synchronize ini dijadikan momen fans Jeje untuk reuni dengan rekan-rekannya dari berbagai daerah. Salah satu penggemar yang datang bernama Ajeng, dari Yogyakarta. Dia pun senang bisa bertemu dengan sesama Gerombolan Woyo.

“Saya datang dari Jogja, ke sini mau nonton Jeje sekaligus bertemu teman-teman yang lain,” Ujar Ajeng seusai Jeje tampil.

Bukan hanya berasal dari Yogyakarta, pencetus Gerombolan Woyo dari berbagai daerah juga merapat ke acara Synchronize Festival 2019. “Saya dari Tangerang, teman-teman ada yang dari Malang, Jogja, Bekasi, Depok, Bogor, Bandung, Semarang, dan Solo,” kata Aji Syakub salah satu pencetus Gerombolan Woyo.

Sesi foto bersama Gerombolan Woyo di depan District Stage seusai penampilan Jason Ranti di Synchronize Festival 2019, Minggu (6/10/2019). Foto: Rizal Muhammad Ridwan

Aji Syakub melanjutkan, Gerombolan Woyo berdiri sejak 1 Oktober 2017. Sebelum membentuk fanbase, dia mengatakan sempat menghampiri Jeje untuk berbicara secara langsung.

“September akhir di 2017 saya datang ke Jeje bilang mau bikin fans. Namun, kata Jeje, enggak usah fans lah, keluarga saja,” kata Aji.

Hingga saat ini, jumlah Gerombolan Woyo sudah mencapai 53 orang tersebar dibeberapa daerah di Indonesia. Alasan Aji menyukai jeje karena kenaturalan pribadi Jason Ranti yang jarang dimiliki oleh musisi lain.

“Dia murni, berkarya apa adanya, kalo buat lagu trus orang enggak suka ya udah enggak apa-apa, yang penting dia buat apa adanya,” ungkapnya.

Dia mengatakan mengetahui keseluruhan lagu yang diciptakan oleh Jason Ranti, dan ia menyukai lagu yang paling jarang dibawakan ketika manggung.

“Yang jarang dibawain itu lagu yang judulnya Problematik,” ujar Aji.

Berbeda dengan Aji, Ajeng justru menyukai Jason Ranti karena keberanianya dalam memukakan pendapat lewat karya. “Karena unik, berbeda dari yang lain, dalam karya-karyanya dia mengeluarkan pendapat dengan berani,” kata Ajeng.

Dari semua lagu yang paling ia sukai ia lebih sering memutar lagu “Variasi Pink”. “Karena perempuan banget,” lanjutnya.

Setelah Jeje selesai tampil, penonton langsung membubarkan diri. Tapi tidak dengan Gerombolan Woyo, kebiasaan yang mereka bangun ialah berkumpul bersama bercengkrama satu sama lainnya.

 

Photographer : Rizal Muhammad Ridwan, Mahasiswa Desain Komunikasi Visual, Binus University. Volunter Kompas Muda.

Reporter : Moehamad Dheny Permana, Mahasiswa Ilmu Politik, Universitas Bung Karno. Volunter Kompas Muda.