Pesan Kedamaian dan Kasih Sayang di Soulcial Fest 2019

0
22
Foto Bersama. (Dari Kiri) Haidar Bagir, Bimbo, Andien, Lukman Hakim Saifuddin, Glenn Fredly. Foto : Aditya Dwi Fudmanto

Keadaan masyarakat secara umum yang belum pulih benar pasca beberapa kejadian belakangan yang menerpa negeri ini nampaknya masih dirasakan betul oleh sebagian orang. Tak dapat dipungkiri bahwa perbedaan pendapat serta pilihan melahirkan banyak kerenggangan dalam masyarakat luas. Nampaknya hal ini menjadi salah satu keresahan serta alasan mengapa hadirnya acara ini ingin memberikan sebuah penawar bagi negeri ini. Tak ketinggalan juga Menteri Agama RI yaitu Lukman Hakim Saifuddin beserta keluarga menyempatkan diri untuk hadir dalam acara ini serta memberikan sambutan pada saat festival musik akan dimulai.

Bertempat di Ballroom P7 Kuningan City, Jakarta Selatan pada Sabtu, 6 Juli 2019, Soulcial Fest hadir dengan tajuk religi serta membawa misi dan semangat utama untuk mencintai sesama dan bersatu dalam perbedaan, sesuai dengan tema utamanya yaitu “Where Religion Means Love”. Dengan memadukan talkshow, screening film, dan festival musik, acara ini mencoba menyampaikan misi utamanya dengan menggandeng beberapa tokoh sepeti Kang Maman, Najeela Shihab, Haidar Bagir, Andien, Bimbo, Glenn Fredly, dan masih banyak lagi. Tak ketinggalan juga Menteri Agama RI yaitu Lukman Hakim Saifuddin beserta keluarga menyempatkan diri untuk hadir dalam acara ini serta memberikan sambutan pada saat festival musik akan dimulai.

Berbagi Semangat Literasi

Sesi Kompas Talks. Foto : Aditya Dwi Fudmanto

“Kompas Talks” yang menjadi salah satu sesi dalam acara ini mencoba menghadirkan dan menebarkan semangat literasi dengan membawa cerita tentang ayah. Menghadirkan Kang Maman dan Martha Hutahean serta dimoderatori oleh Tarrence Karmelia sesi ini dimaksudkan untuk membedah buku milik Kang Maman yaitu “Bapakku Indonesia” serta “Cinta untuk Ayah, Bapak, Papi, Papa” milk Martha Hutahean, namun sayang Martha Hutahean berhalangan hadir dan hanya memberikan pandangannya melalui video yang telah disiapkan. Jalannya sesi ini cukup mewakili keresahan sebagian orang pada umumnya mengenai minimnya tingkat literasi di Indonesia, ditambah lagi ketika Kang Maman menyampaikan pandangannya yaitu “Jangan pernah berikan gadget untuk anakmu sebelum umur anakmu 12 tahun” yang cukup mewakili realita pada anak-anak yang sekarang ini lebih senang untuk memainkan gadget daripada harus membaca buku

Ngobrolin Islam Kita dengan Canda dan Tawa

Sesi Ngobrolin Islam Kita. Foto : Aditya Dwi Fudmanto

Nampaknya tidak asing lagi ketika harus melihat Coki-Muslim serta Habib Husein Jafar Al Hadar dalam satu panggung. Ketiganya memang sudah mewarnai layar dunia digital Indonesia khususnya di platform Youtube belakangan ini. Topik yang dibicarakan dalam Youtube mereka dan pada saat menjadi pembicara memiliki poin keresahan yang sama dengan kondisi Indonesia pada saat ini, yaitu ketika pihak yang merasa paling religius merasa berhak menghakimi orang yang berbeda pendapat dengannya. Obrolan mereka dibalut dengan humor yang ringan dengan canda tawa yang menghibur seisi ruangan, bahkan Tretan Muslim sempat mengatakan, “Ketika kita sudah menertawakan perbedaan seperti ini, maka toleransi kita sudah naik tingkat, dan seharusnya memang seperti itu.”

Kolaborasi Andien, Bimbo, dan Glenn Fredly

Kolaborasi Andien, Bimbo, dan Glenn Fredly. Foto : Aditya Dwi Fudmanto

Pada saat festival musik, ada momen yang sangat memukau para penonton, dimana Andien, Bimbo, dan Glenn Fredly berkolaborasi bersama dalam satu panggung untuk menyanyikan lagu “Tuhan” milik Bimbo yang menyejukkan serta membawa kedamaian pada seisi ruangan. Lagu yang sangat relevan dengan tema acara dan membuat para penonton larut pada suasana syahdu dalam semangat hidup bersama dalam perbedaan. Inti dari acara ini adalah ingin memberikan pesan bahwa kehidupan beragama yang baik dan taat saja tidak cukup, melainkan harus diiringi dengan rasa kemanusiaan dan persaudaraan terhadap sesama yang lebih erat sehingga tidak memunculkan konflik-konflik yang meluas dalam bingkai kebhinekaan.

Teks dan Foto: Aditya Dwi Fudmanto, mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bisnis, Universitas Telkom