Senang Bersama di Magang Kompas Muda Batch XI

0
93

Yeaayy…Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba… Senin, (8/7/19) para peserta yang lolos seleksi tahap wawancara dan dinyatakan resmi menjadi peserta Magangers Kompas Muda Batch XI sangat antusias hadir untuk mengikuti kegiatan di hari pertama magang.

Segala perjuangan dan pengorbanan yang mengantar mereka 40 peserta untuk mencari pengalaman, menggapai cita-cita dan belajar mengenai dunia jurnalistik sudah tercapai. Kini, mereka akan banyak belajar untuk 7 hari tentang bagaimana cara kerja reporter, fotografer, dan desain grafis.

Para peserta Magangers Batch XI diwajibkan hadir jam 7.30 pagi untuk absensi dan sarapan. Setelah itu mereka untuk menuju ke Lapangan Futsal Kompas, di lapangan itu sudah ada beberapa kakak-kakak dari SDM Diklat Kompas untuk mengarahkan dan membimbing kegiatan yang akan dilakukan.

Dimulai dengan team building, kegiatan ini terdiri dari beberapa games untuk saling mengenal sesama peserta, melatih fokus berhitung, kemampuan mengingat, hingga yang paling seru yaitu memindahkan air menggunakan gelas yang diikatkan di kepala. Dari setiap games, mereka dibagi dalam empat kelompok untuk saling berkompetisi dan meraih kemenangan. Tentu saja, dari permainan itu terlihat bagaimana mereka melakukan peserta bekerja sama dan megatur strategi.

Jangan ditanya deh gimana keseruannya. Dari mulai panas-panasan tapi harus mengingat langkah menuju finish saat bermain di games Go and Boom. Lalu sampai di permainan transfer pong di mana mereka harus memindahkan air lewat gelas ang diikat ke kepala, sampai bisa memindahkan bola pingpong melewati empat gelas. Pasti basah dong, karena lumayan sulit juga memindahkan air melalui gelas di kepala.

Dengan permainan itulah, para peserta menjadi kenal dan saling akrab. Harapannya, saat di sesi kegiatan berikutnya, mereka bisa saling bekerja sama.

Mendapat banyak teman 

Hana Salsabila Luthfiana (17), SMAN 98 Jakarta, Desain Grafis memulai hari pertamanya dengan menggunakan KRL Commuter Line stasiun asal Universitas Indonesia, Depok pukul 5.30 pagi. Perasaan gelisah dan takut terlambat dirasakan penuh oleh Hana, dikarenakan tempat tinggal yang lumayan jauh dari kantor Kompas membuatnya sedikit deg-degan, “Apalagi aku belum pernah naik transportasi umum sepagi itu,” ujar Hana.

Ketakutan Hana menjelang hari H program Magangers Batch XI adalah tidak bisa memenuhi ekspektasi orang banyak terhadap karyanya sebagai desainer grafis. Namun, ketakutannya dipatahkan karena ternyata kakak-kakak Kompas Muda yang membimbing dengan baik, ceria dan selalu sabar.

Sesi team building juga dirasakan oleh Hana, saat games memindahkan air dari atas kepala itu merupakan sesi game tersulit yang Hana lalui. “Awalnya, aku kira gampang, tapi ternyata koordinasi sangat diperlukan disini, melatih kesabaran serta menggunakan strategi bagaimana caranya air tidak akan tumpah,” lanjutnya.

Team Building Magangers Batch XI, Senin 8/6/19. Foto: Tasya Desiyanti

Sama halnya dengan Ditha Kirani (17) jurusan Teknik Sipil membuat kekhawatiran untuk tidak mempunyai teman terbantahkan oleh beberapa peserta Magangers Batch XI lainnya yang baik, ramah dan pandai bergaul. “Seru banget jadi punya banyak teman, memang awalnya kaku tapi lama-lama jadi tidak malu untuk menyapa karena sudah tahu namanya dan kenal,” ujarnya.

Berbeda dengan Hana, games tersulit saat team building menurut Ditha adalah saat mengambil jelly di dalam air menggunakan mulut. Ia harus rela basah-basahan supaya kelompoknya menang. Untungnya, Ditha membawa kerudung ganti sehingga ia bisa bersalin setelah basah-basahan.

Terlebih, games terfavorit saat team building menurut Ditha adalah saat mengenal satu sama lain melalui bulan dan tahun kelahiran, ukuran sepatu, persamaan provinsi, dan lain-lain. Namun, ekspresi muka tidak membohongi Dhita bahwa ia sangat kelelahan dalam melaksanakan kegiatan tersebut. “Capek sih iya, namun karena pelajarannya bermanfaat jadi capeknya tidak sia-sia,” ujarnya.

Harapan Ditha sangat sederhana, ia berharap bisa mempelajari berbagai macam pengetahuan jurnalistik, menulis berita dengan benar serta bagaimana rasanya dikejar-kejar deadline walaupun ia mengambil jurusan Teknik Sipil, namun ia sangat tertarik terhadap bidang jurnalistik.

 

Sesi instruksi oleh SDM Diklat Kompas. Foto: Tasya Desiyanti

Sedangkan, Johan Taruziduhu Hulu (17), SMA Kanisius, Menteng bingung mengenai apa baju dan celana yang harus ia pakai ketika mengikuti kegiatan hari pertama Magangers Batch XI. Dengan beberapa instruksi yang hanya menyebutkan berpakaian rapi dan sopan membuat Johan bingung antara memilih kaos, kemeja atau yang lain sehingga membuatnya deg-degan takut salah kostum.

Menurutnya, selama kegiatan ini berlangsung nilai-nilai yang terdapat pada kegiatan ini seperti teoritik, jurnalistik, dan lain-lain bisa diaplikasikan ke dunia nyata dan cukup membantu untuk mereka para siswa-siswi SMA yang belum mendapatkan pelajaran yang mendalam mengenai jurnalistik maupun jurnalisme.

“Kerja sama sangat diperlukan di kegiatan hariini, apalagi sesi team building yang menggunakan kedua otak kita untuk fokus dan selalu bekerja sama dengan kelompok serta menyusun strategi,” kata Johan.

Sesi Team Building Magangers Batch XI. Foto: Tasya Desiyanti

Penulis: Tasya Desiyanti, Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Brawijaya, Malang yang sedang magang di Kompas Muda