Perjuangan Orangtua Demi Masa Depan Anak

0
91

Saya Indah Lely Cristanti, saya kuliah di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah di tahun kedua. Di kota Salatiga ini saya berjuang untuk masa depan saya. Bukan hanya untuk masa depan saya, tetapi untuk menaikkan derajat orang tua yang sering kali disepelekan orang.

Bapak saya bernama Eduardus Kuning Moyo yang bekerja sebagai pramubakti di SMP Xaverius Terbanggi Besar, Lampung. Ibu saya bernama Kristina Rubiyem yang bekerja membantu bapak saya di sekolah. Kami tiga bersaudara. Saya mempunyai kakak bernama Yohanes yang sudah bekerja dan tidak menyelesaikan kuliahnya, dan saya mempunyai adik bernama Charles yang sekarang kelas 3 SD.

Untuk pekerjaan yang hanya seperti itu, apakah mampu membiayai anak-anaknya sekolah? Jelas tidak, yang terjadi pastilah kekurangan. Kedua orangtua saya selalu bekerja keras dan apapun pekerjaan yang ada diterima saja. Tidak berpikir pekerjaan itu menguras banyak tenaga atau tidak, yang penting anak-anak nya bisa sekolah.

Entah harus berutang atau bagaimana pun mereka tidak ingin memberitahu anak-anak nya jika mereka sedang kesulitan keuangan. Biaya sekolah dan kuliah yang cukup banyak dan biaya hidup yang tidak sedikit membuat mereka harus berjuang lebih keras lagi.

Kadang-kadang ada saja yang membuat fisik mereka terluka atau sakit karena kerja terlalu keras. Tapi itu tidak membuat mereka langsung patah semangat dan menyerah karena Tuhan selalu beri jalan. Tidak sedikit pun mereka ingin melihat anak-anaknya gagal. Orangtua saya ingin melihat anak-anaknya sukses dan tidak meminta imbalan apapun dari kami. Saya akan membahagiakan ibu dan ayahku. Tunggu saya sukses pak, bu. Terimakasih sudah berjuang sejauh ini untuk anak-anakmu. I love you 🙂

Hey anak muda, perjuangan orang tua untuk kalian itu tidak mudah jadi jangan sia-siakan mereka selagi masih hidup. Buatlah mereka bahagia meski hanya dalam hal yang sederhana.

Indah Lely Cristanti, mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jawa Tengah