PPI Jerman Beri Pelatihan Bahasa Jerman Dasar untuk Pariwisata

0
62

Dalam rangka menyiapkan warga negara Indonesia (WNI) yang ingin mengikuti pendidikan vokasional “Ausbildung” di Jerman pada bidang gastronomi, Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman (PPI Jerman), Rumah Budaya Indonesia di Berlin (RBI Berlin), dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin (KBRI Berlin) bekerjasama membuat program pelatihan bahasa Jerman untuk keperluan pariwisata.

Kegiatan bernama “PPI Jerman Mengajar” itu diikuti oleh 43 pendaftar yang berasal dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, Aupair, FSJler, siswa pendidikan vokasional (Azubi), pelajar, sampai ibu rumah tangga. Peserta kegiatan itu tidak hanya diaspora Indonesia di Jerman, namun juga warga negara Indonesia yang masih berdomisili di Indonesia.

Foto bersama peserta PPI Jerman Mengajar. Foto : Dokumentasi panitia

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari, Sabtu dan Minggu (10-11 September 2022) pukul 12.00 CEST hingga 17.30 CEST (waktu Jerman), atau  pukul 17.30 hingga 22.30 WIB. Untuk mengikuti pelatihan itu, para peserta disyaratkan sudah memiliki kemampuan bahasa Jerman tingkat dasar (A1) dan berusia minimal 18 tahun.

Walaupun kegiatan dilaksanakan intensif selama 2 hari, para peserta menyambut dengan antusias. Hal itu terbukti dari tingginya tingkat kehadiran dan keaktifan para peserta pada kegiatan ini.

Pada pelatihan hari pertama mereka mempelajari percakapan di restoran seperti cara mengambil pesanan, merekomendasikan makanan di restoran, dan menanyakan pendapat pelanggan mengenai makanan yang sudah dipesan.

Selain itu, para peserta juga mempelajari cara merekomendasikan tempat pariwisata dan kegiatan yang dapat dilakukan saat berwisata. Pada hari kedua, para peserta mempelajari cara memandu pariwisata dalam bahasa Jerman, selain itu mereka juga mempelajari percakapan di hotel dan merespons keluhan tamu di hotel.

Para peserta mendapatkan pembekalan di bidang bahasa Jerman untuk keperluan pariwisata, selain itu peserta juga dituntut aktif pada kegiatan ini, karena banyaknya latihan percakapan yang disiapkan sesuai dengan keperluan pariwisata. Pelatihan bahasa Jerman untuk keperluan pariwisata tersebut menghadirkan Boy Tri Rizky, mahasiswa S2 jurusan Intercultural German Studies/German as Foreign Language di Georg-August-Universität Göttingen sebagai pengajar.

Kegiatan pelatihan diakhiri dengan foto bersama dan penyampaikan kesan pesan para peserta pelatihan. “Kegiatan ini kami fasilitasi dengan baik, diharapkan dapat mempersiapkan para WNI yang ingin mengikuti pendidikan vokasi (Ausbildung) di bidang pariwisata di Jerman,” ujar Prof Dr Ardi Marwan, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Berlin.

Menurut Ardi, program Ausbildung,  merupakan sebuah peluang baru untuk WNI, oleh sebab itu KBRI juga ingin memfasilitasi para WNI untuk belajar bahasa Jerman di bidang pariwisata.

Sesi belajar mengajar. Foto : Dokumentasi panitia

Kesan positif disampaikan oleh peserta, salah satunya Jessica. “Terima kasih banyak PPI Jerman dan KBRI Berlin yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Dari kegiatan ini saya bisa banyak belajar,” ujarnya.

Diharapkan di masa yang akan datang akan ada banyak program-program pelatihan bahasa Jerman bagi WNI atau diaspora Indonesia yang diinisiasi oleh PPI Jerman dan KBRI Berlin.

Bagi para calon peserta didik bahasa Jerman maupun bahasa Indonesia (BIPA) yang belum sempat bergabung dengan kelas daring kami, tetap semangat dan terus memantau informasi dari PPI Jerman. Berita dapat dipantau di laman www.ppij.org dan instagram @ppijerman. Karena program Tandem ID x DE dan PPI Jerman Mengajar akan hadir kembali.

Tyas Tatag Pratama, mahasiswa University of Cologne, Cologne, Jerman dan Rafif Sulthan Ramadhan, mahasiswa RWTH Aachen University, Aachen, Jerman