Satu Tahun PJJ: Sudah Bosan atau Semakin Nyaman?

1
388

Halo, Sobat Muda! Tidak terasa sudah satu tahun kita melakukan  sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Banyak suka maupun duka yang kita lalui selama satu tahun terakhir. Mulai dari tatap muka yang digantikan secara daring, hingga acara kelulusan yang harus dilaksanakan secara virtual. Kita terpaksa beradaptasi dengan cepat dalam menggunakan platform penunjang, seperti Zoom, Google Meet, dan Google Class. 

Namun, di tengah segala kekurangan yang menuntut kita untuk tetap maksimal, keadaan PJJ juga turut menimbulkan kebiasaan-kebiasaan baru. Selama PJJ ini mungkin Sobat Muda ada yang mulai menekuni hobi baru, mencoba bidang lain, atau menemukan gaya belajar yang lebih nyaman. Salah satu contohnya adalah Hisyam Naufal (19), mahasiswa jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik tahun pertama di Universitas Indonesia. Ia mengaku mulai rutin workout selama PJJ ini. Hisyam mengaku senang ketika pertama kali mengetahui kebijakan PJJ diberlakukan karena ia bisa lebih fokus belajar untuk ujian perguruan tinggi.

Tidak jauh berbeda dengan Hisyam, Syakira Dzikrinissa (15), siswi SMAN 46 Jakarta, mengutarakan kesenangannya ketika mengetahui sistem pembelajaran diberlakukan secara daring. Syakira merasa kebijakan tersebut menjadi keuntungan baginya agar bisa menyiiapkan diri menghadapi ujian nasional secara maksimal. Namun, kesenangan Hisyam dan Syakira tidak bertahan lama. Keduanya menyesali keberlangsungan PJJ yang masih berlaku hingga saat ini dan membuat mereka tidak bisa merasakan belajar di sekolah atau kampus baru.

Berbeda dengan Syakira dan Hisyam, Galvin Haul (22), mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh kuliah tahun ketiga di International Islamic University Malaysia jurusan Political Science Faculty of Human Science mengungkapkan kekhawatirannya dengan sistem pembelajaran yang harus berubah. Ia menuturkan, “Sempat panik karena takut on cam dan keadaannya belum siap.” Namun, ketakutannya segera terbantahkan begitu pembelajaran online berlangsung dan ia mengaku lebih nyaman karena segala ketakutannya tidak terjadi.

Perbedaan paling signifikan

Kerja kelompok yang dilakukan secara daring. Foto: Arsip pribadi

Perubahan sistem pembelajaran jelas menuntut proses adaptasi baru. Terdapat banyak perbedaan yang harus segera disesuaikan oleh para pelajar dalam menghadapi PJJ ini. Syakira menyatakan, salah satu perbedaan paling signifikan baginya adalah kerja kelompok yang tidak bisa dilakukan di rumah salah seorang teman seperti dulu. Kerja kelompok tetap berlangsung secara virtual, layaknya komunikasi biasa. “Tidak ada bedanya sama chat biasa,” tuturnya.

Sementara itu, Hisyam mengungkapkan kekecewaannya karena tidak bisa mengunjungi kampus baru. Hisyam yang berasal dari Garut, Jawa Barat terpaksa harus menunda kedatangannya ke Depok. Ia kecewa lantaran sebagai mahasiswa tahun pertama, belum pernah merasakan belajar secara langsung di bangku kuliah.

Nasib Syakira dan Hisyam sangat berbeda dengan Galvin yang sudah pernah merasakan kehidupan kampus sebelum dan saat pandemi. Ia mengaku jauh lebih nyaman dengan kondisi sekarang. Menurutnya, meskipun belajarnya tidak maksimal, tetapi jauh lebih aman. Ia tertawa ketika mengakui bahwa nilai IPKnya naik pesat selama PJJ ini. “Kalau dulu waktu offline euforia tegang setiap mau ujiannya ada, sekarang jauh lebih santai,” katanya.

Adaptasi baru

Meskipun pada mulanya Hisyam, Syakira, dan Galvin memiliki respons berbeda dalam menanggapi kebijakan PJJ. Ketiganya sepakat menyetujui bahwa mereka sudah telanjur nyaman dengan kondisi sekarang. Terlepas dari segala kekurangan PJJ, banyak kemudahan yang mereka dapatkan dan menunjang aktivitas belajar.

Hisyam mengungkapkan bahwa mottonya pada saat ini adalah “terima keadaan”. Ia tetap ingin PJJ segera berakhir, tetapi juga tidak keberatan dengan kondisi sekarang. Lain halnya dengan Hisyam, Galvin mengutarakan bahwa salah satu cara adaptasi dalam menghadapi situasi yang serba tak menentu ini adalah dengan tidak terlalu banyak berharap. “Semua serba aneh, apa pun yang sudah direncanain lebih baik diperhitungin lagi. Jangan sampai ekspektasinya jadi gagal. Pokoknya stay healthy, stay happy,” tuturnya.

Nah, Sobat Muda, itu dia pengalaman dari beberapa teman kita selama menjalani PJJ ini. Kira-kira, Sobat Muda di rumah sudah mulai bosan atau semakin nyaman dengan kondisi sekarang? Bagaimanapun kondisi Sobat Muda di rumah saat ini, yang penting jangan lupa untuk selalu pakai masker dan cuci tangan, ya! Kita bantu mencegah penyebaran virus korona dimulai dari diri sendiri agar keadaannya bisa lekas membaik.

Aghniya Fitri Kamila, mahasiswi Jurusan Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia dan Magangers Kompas Muda Harían Kompas Batch XI

1 COMMENT