Menjaga Alam dan Budaya Indonesia

0
776

Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan potensi sumber daya alam. Kekayaan yang sangat melimpah membuat Indonesia kerap menjadi sasaran berwisata maupun investasi. Keragaman sumber daya alam menjadi potensi tersendiri yang belum banyak terjamah wisatawan atau investor.

Indonesia mendapatkan predikat sebagai negara kaya di mata dunia, sebab alamnya bak surga dunia dengan pesona negeri yang selalu menyediakan kebutuhan masyarakat. Selain itu, Indonesia memiliki letak astronomis hingga letak geografis yang berbeda-beda dan sangat luas. Hal tersebut menyebabkan beberapa perbedaan karakteristik wilayah yang satu dengan yang lainnya, seperti jenis iklim, cuaca, flora, dan fauna, sehingga setiap daerah selalu memiliki keunggulan dan poin tambahan yang unik dan beraneka ragam.

Bangsa yang diapit dua benua dan dua samudera ini memiliki julukan tersendiri. Julukan yang sering terucap adalah negeri yang tanahnya subur ditanam tumbuhan apapun akan hidup, juga lautan yang menyimpan banyak kekayaan fauna dan floranya. Bayangkan saja segala julukan positif menjadi label untuk negara ini, sebuah identitas yang sangat membanggakan.

Hasil ini diperoleh akibat kebiasaan masyarakat yang selalu menjaga ekosistem sejak dahulu. Terbukti hingga saat ini masih dapat kita nikmati semua kekayaan tersebut. Meskipun kekayaan tersebut semakin menipis dengan adanya eksplorasi sumber daya alam tanpa pelestarian kembali.

Akan tetapi masih banyak komunitas dan pegiat alam yang gencar melakukan pelestarian. Upaya tersebut berasal dari kesadaran dan kepedulian mereka akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan ekosistemnya. Mereka terus bergiat dan mempersembahkan dirinya untuk  melestarikan alam Indonesia, harapannya akan selalu ada prestasi dan predikat tersendiri bagi “aktivis bumi” tersebut.

Anugerah yang Tuhan berikan untuk penduduk dari pulau Sabang sampai Merauke patutnya selalu disyukuri. Negeri ini tidak pernah kekurangan dan kehabisan bahan pangan selain faktor krisis moneter. Segala keanekaragaman hayati mampu memenuhi semua kebutuhan makhluk hidupnya termasuk manusia, mulai dari pangan, papan, dan sandang.

Oleh karena itu, penting bagi setiap insan “penduduk nusantara” untuk menjaga dan merawat seluruh kekayaan yang dimiliki bangsa ini serta dilarang keras untuk merusaknya dengan melakukan eksploitasi besar-besaran maupun membuat kerusakan. Bagaimana pun seluruh sumber daya alam tersebut mempunyai manfaat dan kegunaan, Diibaratkan, hanya cukup memiliki tanah, manusia Indonesia sudah dapat bertahan hidup, hal tersebut dapat dibuktikan dengan menanam atau membuat kolam seperti yang kebanyakan ada di pedesaan.

Keragaman budaya

Berbicara tentang kekayaan alam Indonesia tak kunjung selesai. Karena negara ini selalu penuh dengan keindahan pesona alamnya. Selain alam, ada beberapa faktor yang mendorong Indonesia menjadi daya tarik warga dunia.

Diantaranya keragaman budaya, keramahan penduduk, hingga kekayaan kulinernya. Ada ribuan suku di Indonesia yang menghasilkan ragam budaya dan kuliner yang menarik serta memiliki keunikannya masing-masing. Setiap budaya dan kuliner mempunyai ciri khas yang membedakan dengan daerah lainnya.

Budaya merupakan hasil karya dari sekelompok manusia yang sudah disepakati bersama dan menjadi suatu kebiasaan yang sudah turun-temurun, mengikat di masyarakat. Budaya sudah terobjektifikasikan bentuk dan coraknya, yang kemudian diinternalisasikan disetiap sendi-sendi kehidupan. Jika membahas budaya, pasti erat kaitannya dengan adat dan tradisi.

Corak kebudayaan setiap suka atau kelompok masyarakat di negara kita juga memiliki nilai jual yang bangsa lain pun ingin memilikinya. Keragaman dan kekayaan budaya menjadikan Indonesia sebagai negara yang majemuk.

Bangsa kita terkenal akan ragam budaya, tapi terkenal juga dengan kurangnya apresiasi terutama dari kalangan remaja. Padahal sejatinya merawat budaya asli bangsa merupakan bentuk penghargaan terhadap jasa pendahulu atau nenek moyang. Dari permasalahan ini seharusnya menjadi tugas rumah kita untuk mengenali, mencintai, merawat dan melestarikan budaya lokal, bukan malah lebih bangga dengan budaya asing atau luar.

Miris, ketika masyarakat sendiri sudah meninggalkan budaya lokal, padahal budaya kita yang kaya ini banyak yang mengharapkannya. Perlu adanya penanaman dasar cinta tanah air dan budayanya, prioritasnya untuk anak-anak sejak dini sampai remaja. Agar mereka mau mempelajari dan mengaplikasikan budaya lokal pada kehidupan sehari-harinya.

Menjaga warisan

Keseimbangan budaya harus ditanamkan kepada generasi muda, sebab mereka yang akan menjadi penerus bangsa dan mewarisi kelanjutan dari negeri ini. Ketika generasi muda yang mendapat predikat sebagai generasi penerus bangsa tidak mengetahui atau lupa akan sejarahnya, bukan tidak mungkin bangsa akan dikuasai oleh ”penjajah” kembali. Penjajahan atau kolonialisasi tidak hanya dalam bentuk fisik dan “terlihat”, namun bisa melalui jalur “sunyi” serta tidak terlihat.

Bagi generasi muda, boleh sekedar mengetahui tentang budaya luar atau asing. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari perlu menerapkan dan menjalankan budaya sendiri, baik gaya berpakaian, musik dan tarian kesukaan, dan lainnya. Kita patut bersyukur dan menjaga “produk” yang kita punya, jangan sampai di rampas oleh bangsa lain.

Selain keragamaan budaya, keramahan penduduk juga menjadi karakteristik masyarakat pribumi. Negara kita kental akan menjaga adab yang baik. Sikap etika sosial yang menjujung tinggi kesopanan menciptakan keharmonisan di dalam masyarakat.

Saling menghormati kepada sesama menjadi bagian dari ciri khas atau tradisi kepribadian masyarakat Indonesia. Kepribadian yang terbentuk sejak dahulu dan terwarisi struktrur maupun dinamikanya. Karena nilai toleransi sudah ditanamkan sejak dini oleh para orang tua secara turun-temurun.

Toleransi dalam kehidupan penting dilakukan jika ingin hidup rukun dan tentram, tidak saling mencela dan melakukan dikotomi maupun diskriminasi terhadap budaya lain adalah aspek utama. Kerukunan yang terbangun adalah hasil produk dari penanaman nilai dan juga norma leluhur kita kepada penerusnya, sehingga menjadi budaya yang selalu tersematkan untuk masyarakat Indonesia.

Harapannya, Indonesia akan terus dikenal sebagai negeri yang memiliki penduduk yang ramah, hangat, dan memiliki toleransi tinggi. Masyarakat bisa menjaga integritas bangsa dari keamanan, ketertiban, hingga kenyamanan hidup dimasyarakat. Begitu pun untuk kekayaan kuliner, yang masih termasuk bagian dari hasil karya budaya.

Melestarikan dan memasak kuliner khas Indonesia adalah langkah terbaik untuk mengenalkan kepada generasi penerus. Masakan kuliner yang kaya akan rempah-rempah serta rasanya dapat di nikmati oleh setiap kalangan.

Terbukti kuliner Indonesia sangat terkenal kelezatannya hingga mancanegara. Juga tercatat sebagai warisan budaya dunia, seperti rendang, sate, rawon, dsb. Maka, cukup dengan kita memasak dan mengkonsumsi masakan khas Indonesia sudah membantu melestarikan kuliner bangsa.

Sangat terpuji, jika kita sebagai masyarakat Indonesia gemar melestarikan budaya lokal, memasak dan memperkenalkan masakan khas daerahnya masing-masing. Dengan begitu, tidak akan sulit mempromosikan Indonesia ke mata dunia. Terakhir, silahkan berkunjung atau berwisata di alam Nusantara yang eksotis ini, tak akan rugi daripada menghamburkan uang di negeri orang, tujuannya selain memperkenalkan wisata atau kekayaan alam, kita dapat turut berkontribusi membangkitkan ekonomi warga lokal.

Abi Priambudi, mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang