Kolaborasi Anak Muda Memerangi Covid-19

0
205

Halo sobat Muda, apa kabar kalian yang masih #dirumahaja? semoga sehat dan terus jaga kebersihan diri ya. Oh ya sekadar mengingatkan, dalam masa pandemi Covid-19 ini tidak semua orang beruntung untuk bisa #dirumahaja.

Masih banyak pejuang kehidupan yang rela untuk mencari nafkah untuk bisa memenuhi kebutuhan dirinya dan juga keluarganya. Nah karena dalam masa sulit seperti ini banyak orang yang kehilangan pekerjaannya, sudah sewajarnya kita sebagai mahluk sosial untuk terus berkolaborasi untuk membantu orang yang sedang berjuang di luar sana.

Sebagai generasi muda sudah seharusnya kita bisa melakukan sesuatu yang berguna untuk orang lain. Oleh karena itu terbentuklah Yayasan Teruntuk Jejak Kebaikan atau yang akrab disebut Teruntuk Project. Organisasi sosial ini berfokus pada kegiatan penyebaran dampak positif bagi masyarakat. Seperti motto organisasinya yaitu “Create Something to Give Something”, Teruntuk project bergerak dalam bidang sosial dengan mengusahakan hidup yang lebih baik untuk masyarakat.

Teruntuk Project awalnya didirikan oleh Ghassani Salsabila, mahasiswi Fakultas psikologi Universitas Indonesia pada tahun 2018. Sekarang organisasi nirlaba itu sudah bergerak di 24 kota bersama dengan 38 kolaborator. Mereka mengadakan berbagai kegiatan sosial. Kegiatan tahunan yang rutin diadakan oleh Teruntuk Project ini adalah Ramadhan Project.

Ramadhan Project 2020 kemarin bertemakan #RamaikanKebaikan : Kolaborasi, Empati, dan Berdampak. Terdapat 3 rangkaian kegiatan yang diadakan pada tahun ini yaitu kampanye, berdonasi, dan diskusi secara daring.

Kampanye #RamaikanKebaikan diawali dengan 30 relawan yang mengampanyekan Ramadhan Project 3.0 ini di sosial media Instagram yaitu @teruntuk.project. Lalu mengumpulkan donasi dari tiga kolaborator yaitu Ruang ngemil, Senyatanya, dan Thrist project Jakarta.

Makanan gratis yang diberikan untuk semua kalangan di Ruang Ngemil, Jakarta. Foto : Tim Teruntuk Project

Ruang Ngemil merupakan kafe di daerah Pejompongan Dalam, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Ruang Ngemil ikut ambil bagian dalam mengumpulkan uang donasi untuk Ramadhan Project ini. Dengan menjual kue buatan sendiri, Ruang Ngemil menyumbangkan seluruh penjualan kue untuk donasi proyek itu.

Harga kue yang ditawarkan hanya Rp 48.000. Harga yang murah untuk setoples kue yang dibalut dengan semangat berbagi. Lalu untuk berdonasi lainnya bisa juga melalui transfer menggunakan ATM ke rekening yang disediakan oleh para penyelenggara Ramadhan Project 3.0 tersebut.

Selain Ruang Ngemil, ada dua kolaborator lain, Senyatanya dan Thrist Project yang bergerak dibidang pemerhati kesehatan lingkungan dalam segi penggunaan air bersih yang aman untuk dikonsumsi. Dua organisasi tersebut juga turut berkontribusi dalam mengumpulkan donasi.

Donasi  yang terkumpul berjumlah Rp 14.615.600, yang kemudian disalurkan dalam bentuk alat kebersihan diri, alat pelindung diri seperti masker dan kebutuhan pangan. Bentuk donasi disesuaikan dengan kebutuhan di masa pandemi Covid-19 ini.

Membagikan makanan buka puasa gratis di depan kafe Ruang Ngemil di daerah Bendungan Hilir, Jakarta. Foto oleh Badzlina Tsaabitah, tim Teruntuk Project.

Penyaluran donasi dilaksanakan di enam kota, yaitu Jakarta, Lumajang, Indramayu, Probolinggo, Jember, dan Malang. Penyaluran donasi dibagi menjadi empat periode, yaitu periode pertama 27 April-3 Mei 2020 di Jakarta. Periode kedua tanggal 4-10 Mei 2020 di Jakarta, Lumajang, dan Indramayu, lalu periode ketiga 11-17 Mei 2020 di Jakarta, Probolinggo, Jember, dan Malang. Periode terakhir dilaksanakan pada 18-23 Mei 2020 di Jakarta dan Indramayu.

Rangkaian kegiatan yang terakhir adalah mengadakan temu wicara secara daring menggunakan Google Meet yang dihadiri oleh Soraya Cassandra (Co founder Kebun Kumara), Annisa Rizkiana (penulis novel Jingga Jenaka), Abigail Limuria (Co founder LALITA project), dan Maria Harfanti (Miss Indonesia 2015 & aktivis sosial).

Begitu banyak manfaat yang disalurkan oleh organisasi anak muda seperti Teruntuk Project. Pembagian barang-barang donasi tadi tentunya sangat membantu para pejuang kehidupan yang masih harus bertarung di luar sana saat pandemi Covid-19 ini.

Penerima bantuan berasal dari berbagai kalangan, seperti pengemudi ojek daringmasyarakat kurang mampu, instansi kesehatan, dan tuna wisma. Selain mendonasikan barang, mereka mengadakan kegiatan yang bermanfaat menumbuhkan dan memperkuat jiwa sosial kita lewat temu wicara daring.

Penyelenggara temu wicara berharap acara itu bisa menginspirasi generasi milenial untuk terus berbuat kebaikan. Nah sobat Muda jangan mau kalah ya, yuk kita terus membagikan kebaikan kepada semua orang!