Upaya Tim Relawan FK Universitas Riau Memutus Penularan Covid-19

0
123

Semakin hari angka kasus positif Covid-19 di Indonesia semakin meningkat. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan untuk mencegah penularan virus korona, salah satunya yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK UNRI). FK UNRI membentuk suatu program relawan Covid-19 yang bertujuan memutus rantai penularan Covid-19.

Salah satu tim relawan Covid-19 FK UNRI yaitu Tim Benteng TeCeSy. Tim ini beranggotakan Teddy Ontoseno sebagai ketua, Muhammad Kurnia Caesar dan Syahla Livia Redina sebagai anggota. Semua anggota tim bergerak dalam upaya komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) seputar Covid-19.

Dalam pelaksanaannya, tim ini memilih masyarakat sasaran yaitu kelompok remaja dan dewasa muda karena menurut beberapa penelitian, orang tanpa gejala (OTG) banyak terjadi pada kelompok umur tersebut. Akibatnya seringkali mereka tidak memiliki gejala tetapi positif Covid-19. Hingga saat ini masyarakat sasaran telah mencapai lebih dari 40 orang yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Riau

Tim Benteng TeCeSy telah melakukan berbagai kegiatan relawan mulai dari pembekalan dari FK UNRI dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNRI, lalu melakukan jaga Posko relawan FK UNRI, pembuatan poster, video edukasi, dan membantu administrasi Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Ahmad Kota Pekanbaru Provinsi Riau.

Tim ini juga bergerak nyata lewat pembagian masker ke beberapa tempat di kawasan pasar pusat dan daerah pasar pagi panam, Provinsi Riau. Selain terjun langsung, kegiatan KIE tetap dilaksanakan melalui aplikasi digital yaitu WA grup dan Aplikasi Komunikasi Free Conference Call, kami melakukan edukasi, berbagi, dan tanya jawab seputar Covid-19 dengan masyarakat.

Harapan kami, masyarakat yang tergabung di dalam komunitas virtual WA grup sebagai masyarakat sasaran dapat menjadi agen pencegahan penyebaran virus korona di masing-masing daerah di Riau. Dengan demikian seluruh masyarakat dapat berkontribusi nyata dalam memutus penyebaran virus tersebut di Indonesia.

Kurnia Caesar, mahasiswa FK Universitas Riau