Berlari Cepat Menggeluti Pekerjaan di Dunia Digital

0
333

Perkembangan teknologi di era digital semakin cepat berubah. Untuk itulah, generasi milenial yang  saat ini menekuni pekerjaan di bidang digital harus selalu menyesuaikan diri. Salah satunya dengan selalu berburu informasi terkini, dengan berbagai cara.

Hana Rizky Herdika yang bekerja sebagai quality assurance engineer di perusahaan penyelenggara sistem pembayaran berbasis teknologi di Indonesia, Doku, menambah ilmunya dengan terus membaca artikel dan buku. Selain itu, dia sering berdiskusi dengan sesama engineer di perusahaannya.

“Saya berusaha selalu update, yang pasti jangan bosan untuk baca. Baca artikel-artikel atau buku. Kebetulan di Doku, kami diberi akses ke online library sehingga bisa membaca banyak buku dan ikut webinar juga,” kata Hana, di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Doku merupakan perusahaan Penyelenggara Sistem Pembayaran berbasis teknologi yang hadir sejak tahun 2007 di Indonesia. Bisnis perusahaan yang utama adalah payment gateway (gerbang pembayaran) untuk korporat (Business to Business). Lini produk DOKU kian berkembang dari yang tadinya hanya payment gateway kemudian membentuk sebuah ekosistem pembayaran dengan 3 pilar utama, yaitu payment gateway, transfer service dan collaborative commerce. 

Hana menambahkan, kegiatan lain untuk menambah berbagai ilmu dilakukan dengan sharing sesama engineer. “Di sini, setiap dua minggu, engineering mengadakan sesi diskusi, semacam pertemuan rutin jadi kami bisa terus dapat ilmu dari teman-teman lainnya. Dan juga jika ada waktu, bisa ikut pertemuan di luar perusahaan  yang diselenggarakan komunitas developer di Jakarta,” katanya.

Hana Rizky Herdika yang menekuni profesi quality assurance engineer di Doku.

Sebagai quality assurance engineer, Hana bertugas mempunyai uji tes untuk memastikan fitur yang akan dipakai sudah sesuai fungsi dan membuat uji otomasi. Dia juga harus mendokumentasikan hasil tes-tes tersebut.

Hana menceritakan, dirinya mengawali profesi ini saat lulus dari Jurusan Teknik Telekomunikasi, Telkom University Bandung. “Saya mulai cari di berbagai macam career platform, salah satunya portal job punya kampus. Nah di portal tersebut saya lihat Doku sedang membuka beberapa posisi, akhirnya saya coba di posisi QA. Dengan pengetahuan yang minim, saya  harus berjuang, untungnya di sini ada program Doku Academy, yang mengajarkan seluruh teknologi yang digunakan perusahaan,” cerita Hana.

Tentu saja, untuk bekal melaksanakan tugasnya dengan baik, Hana tidak hanya belajar untuk bidang pekerjannya. Dia juga harus memahami coding. “Untuk siapa saja yang tertarik dengan bidang pekerjaan digital, jangan takut mencoba hal baru. Tanpa mencoba kita enggak pernah tahu kemampuan  kita, kalau ingin belajar pasti bisa dan mudah,” kata Hana.

Senior Vice President Human Capital Doku Cut Trisna mentgatakan sebagian besar karyawan di Doku berusia 22-30 tahun. DOKUMENTASI DOKU

Senior Vice President Human Capital Doku Cut Trisna menambahkan, sebagian besar karyawan di Doku adalah anak muda berusia 22-30 tahun. Namun, untuk mengajari anak muda yang baru lulus kuliah masuk ke dunia kerja memang tidak mudah.

“Kendala terbesar adalah apa yang diajarkan di bangku kuliah tidak sama persis yang mereka harus kerjakan. Untuk itulah, jangan cepat puas dengan apa yang didapat di bangku kuliah, harus banyak baca, harus banyak mencoba hal-hal baru karena technology cepat sekali perkembangannya, bergabung dengan komunitas-komunitas,” ujarnya.

“Saat ini, turn over kami di Technology Division tidak terlalu banyak. Karena sebelum masuk, teman di Technology akan ditempatkan di Doku Academy untuk mendapatkan kesamaan kompetensi. Dan, kami juga memberikan kesempatan untuk teman-teman berkembang dengan adanya Community untuk melakukan eksplorasi kompetensi. Kemudian kami juga banyak kegiatan-kegiatan diluar jam kerja, sehingga teman-teman dapat lebih bersosialisasi satu dengan yang lain,” katanya.

Untuk pertama kalinya, Doku mengadakan acara Ngopi Bareng CEO Doku Thong Sennelius, di Townhall Doku, Jakarta, Jumat (14/2/2020). Sekitar kurang lebih setengah dari karyawan ngobrol santai dengan CEO. Foto: DOKUMENTASI DOKU