Sangsang Festa Perkenalkan Budaya Korea

0
127

Komunitas KT & G Sangsang Univ  bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Universitas Negeri Jakarta, pekan lalu menggelar event terbesarnya, Sangsang Festa di kampus UNJ Rawamangun Jakarta Timur.

Diadakan untuk kedua kalinya, Sangsang Festa 2019 ini mengundang boy band asal Korea yang beranggotakan tiga orang, M.O.N.T dan penyanyi asal Indonesia, Ardhito Pramono sebagai bintang tamu.

Hadirnya M.O. N. T tentu membuat penggemar K- Pop berdatangan. Sekitar 500 penonton datang untuk melihat bintang idolanya. Tak sedikit diantara mereka yang ingin berfoto serta meminta tanda tangannya. Selain menyanyikan lagu miliknya, M. O. N. T membawakan lagu spesial yang belum pernah dinyanyikan di manapun sebelumnya yaitu lagu berjudul Cinta Luar Biasa.

M. O. N. T sedang menyanyikan lagu Will you be my gilrfriend?

Penonton dibuat kagum ketika mendengar lagu Andmesh Kamaleng yang berjudul Cinta Luar Biasa dinyanyikan. M. O. N. T mengatakan, mereka berlatih selama satu minggu untuk bisa menghafal lagu Andmesh itu. Pelafalan lagu yang mereka bawakan juga sangat bagus. Tidak seperti orang yang baru belajar bahasa Indonesia.

Selain mengenalkan budaya Korea dengan industri kreatifnya, Sangsang Univ juga mengenalkan permainan tradisional Korea yang ada di booth Sangsang Friends. Dimulai pukul 15.00 sampai pukul 17.00, booth Sangsang Friends selalu ramai. Terdapat empat permainan yang ditawarkan, dua diantaranya adalah permainan tradisional Korea, seperti gongginori, dan jegichagi.

Peserta permainan tradisional korea sedang menendang Jegichagi
Peserta permainan tradisional korea memainkan Gongginori
Salah satu permainan Indonesia, ular tangga raksasa.

Banyak penonton yang berlomba-lomba memainkan permainan yang ada untuk mendapatkan merchandise yang menarik.

Banyak keuntungan yang bisa didapatkan ketika datang ke Sangsang Festa 2019. Selain masuk secara gratis, penonton juga bisa mendapatkan makanan dan minuman gratis serta merchandise Sangsang Univ yang kece, seperti helm, kaos, power bank, dan lainnya di booth-booth yang tersedia.

 

Nur Kamilah, mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta