Cegah Erosi, Tim Pengabdian Masyarakat KPP UI dan Warga Tanam Vetiver

0
105

Tim pengabdi dari Kajian Pengembangan Perkotaan yang diketuai oleh Widyawati, bersama mahasiswa dari Departemen Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia kembali berkolaborasi dengan komunitas Rungkun Awi untuk mengadakan penanaman tumbuhan vetiver di Cil Liwung bagian hulu. Lokasi penanaman itu tepatnya terletak di Desa Cibereum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Penggunaan teknologi sistem vetiver untuk mengendalikan erosi di Ci Liwung Hulu. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa instansi pemerintah dan komunitas pecinta lingkungan terkait guna menjaga alam dan mencegah kerusakan lingkungan yang semakin marak terjadi.

Paku hidup 

Tanaman vetiver yang dikenal dengan akar wangi (Vetiveria Zizanioides) adalah tanaman yang tidak mahal, mudah dipelihara, dan sangat efektif mengontrol erosi dan sedimentasi tanah. Vertiver juga dapat mengusir serangga.

Jika ditanam di lereng-lereng keras dan berbatu, ujung-ujung akar vetiver ini mampu menjadi semacam paku hidup yang kuat untuk erosi air dan angin karena menahan partikel-partikel tanah dengan baik. Selain itu, vetiver juga baik untuk mencegah banjir jika ditanam berdekatan, karena akar-akarnya dapat mengurangi kecepatan aliran air tanpa mengubah  arus air.

“Kami mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat dari Universitas Indonesia ini, saya kira luar biasa karena bermanfaat bagi kami.  Dan kami dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor mengucapkan terimakasih atas inisiasi kegiatan ini untuk bisa mensinergikan semua komponen-komponen yang ada di wilayah ini, ” kata Muji Lestari, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor.

Ia menyatakan bagi pemerintah daerah, apa yang sudah dilakukan tim dari Universitas Indonesia tersebut bisa menjadi salah satu solusi untuk adaptasi dan mitigasi iklim yang menjadi masalah di wilayah puncak.

Penanaman oleh Muji Lestari perwakilan DLHK Kabupaten Bogor (Foto : M Ilham R)

Tedja Kusumah, perwakilan dari komunitas Rungkun Awi pada kesempatan itu menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak UI yang sudah mengadakan acara tersebut di tempat itu. “Ini acara awal, tadi pagi saya bilang ‘tidak ada mimpi yang terlalu besar’. Saya pengen punya sisa hidup. Ada kebun raya kek disini (tempat penanaman vertiver), sementara namanya swaka penyangga,” ujar Tedja.

Ia berharap swaka penyangga itu bisa menyangga taman nasional selain Jabodetabek. “Bukan ibukota, ibukota bakal pindah, jadi jabodetabek. Menyangga taman nasional, trus menyangga yang paling baik. kayaknya harus dilegalkan dengan nama kebun raya. Jadi swaka penyangga sama dengan kebun raya Balekambang,” lanjutnya.

Para mahasiswa dan komunitas hingga instansi pemerintah yang terlibat acara tersebut antusias menanam tumbuhan tersebut. Selain tujuan penanaman untuk mengendalikan lingkungan dari kerusakan, ternyata melalui pengabdian masyarakat KPP UI bisa menyatukan beberapa komunitas dan instansi pemerintah untuk bersinergi dan lebih memupuk rasa peduli untuk menjaga lingkungan demi generasi mendatang.

Dio Armansyah dari pihak mahasiswa Departemen Geografi MIPA UI mengatakan, kegiatan penanaman tumbuhan vetiver tepat sasaran, karena setelah melihat workshop yang dilakukan sebelum penanaman, hal itulah yang dibutuhkan warga. Mereka memerlukan pemberdayaan agar bisa kembali menggarap lahan yang ada dengan sebaik-baiknya.

Di luar kebutuhan menggarap lahan, warga juga memerlukan ada upaya mencegah terjadinya bencana tanah longsor dan sedimentasi pada sungai memunculkan banjir saat musim penghujan tiba. “Pertemuan tokoh masyarakat, akademisi, komunitas, dan pemerintah juga merupakan langkah yang baik untuk mensinergikan kegiatan pemberdayaan lingkungan ini,” tambah Dio yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat KPP UI.

Anggota Komunitas Rungkun Awi bersama Tim Pengabdian Masyarakat Kajian Pengembangan Perkotaan, Universitas Indonesia yang menanam vetiver. Foto : M Ilham R

Devita Rahmadani, Departemen Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia