Mendukung Germas, Mahasiswa Adakan Pemeriksaan Kesehatan Bagi Lansia Desa Kentengrejo

0
21

Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat merupakan salah satu program yang digencarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, namun tidak semua lapisan masyarakat mengetahui mengenai hal tersebut. Gerakan itu diartikan sebagai suatu tindakan sistematis – terencana yang dilakukan secara bersama – sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Terdapat berbagai macam Germas, salah satunya adalah memeriksakan kesehatan secara rutin. Namun, berlatarbelakang mata pencaharian petani tidak semua warga Desa Kentengrejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah memahami pentingnya cek kesehatan secara rutin.

Desa Kentengrejo merupakan desa dengan potensi agro yang mumpuni. Banyak ladang penghasil cabai, semangka, terong, padi, juga kolam penghasil ikan lele yang tersebar di desa ini.  Desa yang terletak di pinggir Jalan Daendels tersebut terkenal pula dengan keaktifan ibu – ibu dasa wisma, baik dalam pemanfataan tanaman obat keluarga (TOGA) maupun sebagai kader kesehatan.

Tim Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Masyarakat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (KKN PPM UGM) di Desa Kentengrejo bekerjasama dengan bidan desa dan kader kesehatan mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga lansia (lanjut usia) beberapa waktu lalu. Tujuan utama program itu untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kepedulian lansia terhadap kesehatan pribadinya.

“Pemeriksaan Kesehatan seperti kolesterol, asam urat, dan gula darah bagi lansia belum pernah dilaksanakan di Desa Kentengrejo. Memang untuk program Pos Bindu PTM (Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) sudah lengkap dianggarkan oleh desa, namun karena sasarannya hanya untuk usia 15 – 59 tahun, lansia belum dapat berpartisipasi,” ujar Retno, bidan Desa Kentengrejo.

Pemeriksaan kesehatan gratis dilaksanakan di Balai Desa Kentengrejo. Sejak dibuka pukul 09.00  warga terus berdatangan. Sebelum dilakukan pemeriksaan berupa kolesterol, asam urat, dan gula darah, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan terhadap berat badan dan juga tensi. Sekitar 60 orang lansia hadir mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan gratis ini. Selain itu, kegiatan ini juga dijadikan ajang kumpul dan bertemu bagi para lansia.

Banyak warga yang mengaku kaget melihat hasil pemeriksaan, terutama kadar gula darah yang tinggi. Dalam tahap konsultasi, banyak warga yang mengungkapkan bahwa tidak tahu kalau sudah mengonsumsi nasi, tidak perlu mengonsumsi ubi.

Kurangnya pengetahuan warga dalam menjaga status kesehatan pribadi menjadi salah satu perhatian khusus tim medika KKN PPM UGM Kentengrejo. Oleh sebab itu, KKN PPM UGM juga menyiapkan sosialisasi mengenai penyakit tidak menular yang dapat terjadi pada lansia baik dari pengertian, gejala hingga diet khusus, yang disampaikan disela pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.

Retno, bidan Desa Kentengrejo dan Maria Ditya W, mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang sedang KKN di desa itu menyiapkan alat cek kesehatan. Foto : Deana Fahira (mahasiswa Ilmu Komunikasi, UGM)

Kepala Desa Kentengrejo Sukamti menyampaikan, para lansia sudah mengalami penurunan kesehatan baik karena sudah terlalu banyak digunakan (alami) atau disebabkan penyakit. Mengingat fungsi tubuh sudah tidak sebagus saat muda dulu, perhatian lebih perlu diberikan pada kalangan mereka.

Terlebih karena sebagian besar warga desa itu berprofesi menjadi petani, tidak semuanya memiliki kesadaran dan kepedulian untuk melakukan cek kesehatan secara rutin. “Selain itu, tidak semua warga mengetahu dengan benar informasi mengenai penyakit tidak menular yang ternyata memiliki tingkat kejadian tinggi,” tutur Sukamti yang mendukung dan mengapresiasi program tersebut.

Sosialisasi mengenai penyakit tidak menular (hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke, diabetes melitus, asam urat, serta osteoporosis) dilaksanakan disela – sela pemeriksaan kesehatan gratis. Diharapkan warga lebih memahami interpretasi hasil pemeriksaan sehingga dapat menjaga kesehatan dirinya beserta keluarga.

Penulis : Maria Ditya Wartadiani, mahasiswi Pendidikan Dokter Gigi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta)