Si Udin, Boneka Tangan Pengajar Senam Cuci Tangan

0
59

Akhir dari seluruh kegiatan dari rangkaian program untuk mengatasi masalah kesehatan oleh Pengalaman Belajar Lapangan (PBL)  Kelompok 4 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember, yang diadakan di Desa Darsono, Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember adalah Edsabota, yakni “Edukasi Kesehatan Boneka Tangan”. Edsabota diprakarsai oleh dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember, Mury Ririanty.

Edukasi boneka tangan diselipkan di acara puncak peringatan ulang tahun Indonesia yang ke-74, yang didalamnya diwarnai berbagai lomba pada 4-9 Agustus 2019 lalu. Berbagai penampilan menarik ditampilkan dalam acara puncak yang diadakan pada  19 Agustus 2019 yang meliputi pembacaan puisi, menyanyi, tari modern, edsabota lalu ditutup dengan hiburan musik dangdut.

Edsabota yang ditampilkan mengangkat tema tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun yang berjudul “Udin Sakit Perut”. Si Udin dalam cerita digambarkan sebagai sosok pemalas untuk mencuci tangan yang benar dengan memakai sabun.

Akibat dari perilaku kurang bersih, akhirnya Udin sakit perut dan harus diperiksakan ke dokter. Sejak kejadian tersebut Udin rajin mencuci tangan secara benar dengan menggunakan sabun. Dalam cerita juga ada berbagai peran pembantu yaitu si ibu, tiga teman Udin, seorang dokter serta narator sebagai pemandu jalannya cerita.

Selain itu, jalannya edsabota dimeriahkan dengan senam cuci tangan oleh anggota kelompok 4 PBL Darsono. Saat acara berlangsung, anak-anak dan juga masyarakat antusias menyimaknya. Sesekali terdengar tawa ketika mendapati dialog yang dianggap lucu.

Mereka juga diajak ikut senam cuci tangan dengan aransemen lagu anak kambing saya, agar mudah mengingat langkah cuci tangan yang benar. Cuci tangan sendiri mempunyai enam langkah yang harus diperhatikan, yaitu mencuci tangan bagian depan, bagian punggung, sela-sela jari, kuku-kuku jari, buku-buku jari, jempol sebelah kanan dan sebelah kiri.

Harapan dari diadakanya edsabota dalam acara penutupan lomba Agustus-an di Desa Darsono adalah agar anak-anak dan juga masyarakat mampu dan mau melaksanakan cuci tangan yang benar dengan menggunakan sabun. Cuci tangan menggunakan sabun seharusnya dilaksanakan sebelum dan sesudah makan, setelah buang air besar atau kecil, setelah beraktivitas dan setelah menggunakan telepon seluler atau barang elektronik lainnya.

Hidayatul Hasanah, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember, Jawa Timur