“Budikdamber”, Alternatif Pemenuhan Gizi Ikan dan Sayuran Untuk Keluarga

0
191

Sebagai negara yang dua pertiga bagiannya merupakan wilayah perairan, Indonesia memiliki kekayaan dan potensi hayati yang sangat melimpah terutama sektor perikanan. Namun pemanfaatan yang belum dilakukan secara optimal dan merata membuat angka konsumsi ikan pada beberapa wilayah di Indonesia masih rendah.

Hal itu seperti yang terjadi di Desa Giritengah Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang- Jawa Tengah. Untuk mendapatkan sumber daya ikan sebagai bahan baku olahan makanan, warga harus jauh – jauh membelinya di Pasar Borobudur yang berjarak empat kilometer karena di pasar pagi di Giritengah tidak ada pedagang ikan yang menjual ikan segar.

Kluster Agro TIM KKN PPM Universitas Gadjah Mada Yogyakarta JT221 beberapa wkatu lalu mengenalkan “budikdamber” sebagai alternatif sistem budidaya ikan lele skala rumah tangga guna pemenuhan gizi keluarga terutama protein hewani dari ikan. Sistem budidaya ini memberikan banyak keuntungan seperti pemanfaatan pekarangan rumah hingga peluang usaha budidaya. Pemeliharaan yang mudah dan tidak memerlukan penggantian air secara rutin juga menjadi poin plus sistem budidaya ini.

Media budidaya menggunakan ember berkapasitas 80 liter yang telah dilubangi pada bagian tepi atas dan diisi air sebanyak 60 liter. Jumlah tebar bibit lele maksimum 60 ekor dengan asumsi satu liter air untuk 1ekor ikan lele. Pemberian pakan diberikan secara adlibitum/sekenyangnya pada pagi dan malam hari.  Sementara penggantian air dilakukan 15-21 hari sekali.

Komoditas ikan lain yang dapat dibudidayakan pada sistem ini diantaranya ikan nila, ikan patin maupun ikan bawal. Namun pemeliharaan komoditas tersebut perlu perhatian khusus seperti penambahan aerator dan penggantian air tiap tiga hari sekali serta volume tebar ikan yang lebih sedikit dibanding ikan lele.

Suasana penyuluhan “budikdamber”

Untuk meningkatkan efisiensi ruang pada ember dan pemenuhan gizi dari sayuran, dilakukan modifikasi dengan pengaplikasian sistem hidroponik pada tanaman dengan cara memelihara tanaman diatas ember dengan media gelas plastik bekas pakai yang ditambahkan arang dan tanah sebagai media tanam. Tanaman yang digunakan beragam, pada contoh aplikasi tersebut digunakan bibit tanaman kangkung air.

Pemeliharaan ikan berkisar antara 50 – 75 hari tergantung besarnya bibit yang ditebar dan kebutuhan masing-masing rumah tangga. Sedangkan pada sekali periode pemeliharaan ikan, tanaman kangkung air dapat dipanen empat hingga delapan kali petik. Menarik bukan?

 Tharieq Adil Ramzi