So Musuk, Produk Kerajinan Hasil Pemanfaatan Sampah Tanaman

0
303

Desa Musuk terletak di jantung Kecamatan Musuk, Boyolali, Jawa Tengah. Meski tidak  terlihat mencolok, Desa Musuk sebenarnya memiliki banyak potensi alam serta budayanya yang unik. Optimalisasi potensi merupakan kunci utama bagi Tim Kuliah Kerja Nyata dan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta untuk mengembangkan Desa Musuk menjadi salah satu desa wisata berbasis wisata edukatif (eduwisata).

Budaya turun-temurun berupa gotong royong bersih desa masih rutin dilakukan di Desa Musuk. Setiap hari Minggu gunungan sampah tanaman yang dikumpulkan dari kegiatan bersih desa dibuang dan dibakar begitu saja. Padahal sampah tanaman mampu menghasilkan produk seni bernilai jual tinggi. Permasalahan tersebut memicu ide kreatif TIM KKN-PPM UGM untuk melakukan pelatihan pengolahan sampah tanaman menjadi suatu produk kerajinan yang bernilai ekonomis bagi warga setempat.

Kerajinan SoMusuk buatan Tim KKN PPM UGM Musuk

Pengolahan sampah tanaman menjadi produk kerajinan merupakan hasil kreasi dan inovasi dari awetan kering tanaman (herbarium). Bagi para biolog (ahli biologi), herbarium dari spesimen tanaman biasa dijadikan koleksi atau digunakan sebagai sumber identifikasi.

Kami pun mencoba untuk memodifikasi herbarium tersebut agar dapat dimanfaatkan sebagai souvenir yang cantik dan menarik. Bentuk modifikasi yang kami lakukan adalah dengan mengadopsi beberapa teknik pembuatan herbarium, yaitu dalam hal pengeringan spesimen tanaman.

Berikut adalah tahapan yang perlu dilakukan untuk pembuatan kerajinan dari tanaman yang meliputi, penyortiran sampah tanaman, pembersihan dengan air bersih untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada tanaman, penyemprotan dengan alkohol 70 persen. Cara ini, selain sebagai fiksatif alkohol juga berperan sebagai penghambat proses pembusukan akibat mikroorganisme. Proses fiksatif berlangsung selama satu malam.

Sampah tanaman kemudian dibungkus kertas koran bekas dan di tekan (pres) menggunakan kardus bekas. Tanaman ditata terlebih dahulu agar tidak terlipat-lipat sebelum dilakukan pengepresan.

Setelah itu daun di keringkan dengan oven. Waktu pengeringan dapat berjalan selama 5-7 hari tergantung ketebalan dari bagian tanaman yang dikeringkan. Sampah tanaman yang telah kering disusun pada kertas A4 sesuai kreasi masing-masing. Setelah itu, kerajinan yang sudah jadi dapat dilaminasi untuk menjaga ketahanan kerajinan.

Pelatihan Pembuatan Kerajinan bersama Ibu PKK di Dusun 2, Desa Musuk, Kabupaten Boyolali- Jawa Tengah

Untuk mengajak masyarakat agar turut sertta dalam memanfaatkan sampah organik tanaman, Tim KKN PPM UGM Musuk melaksanakan pelatihan kepada kelompok Ibu-Ibu PKK di Desa Musuk. Pelatihan kerajinan tanaman ini juga disertai pelatihan pemasaran produk kerajinan secara online dan gambaran potensinya untuk mendukung suatu desa wisata.

Produk kerajinan hasil pelatihan telah dipamerkan dalam kegiatan Bursa Pertukaran Inovasi Desa pada Senin (29/07/2019) lalu yang dilaksanakan di  Balai Desa Musuk. Nanti kerajinan dari sampah tanaman tersebut akan dipamerkan kembali pada acara pameran inovasi yang diadakan oleh TIM KKN-PPM UGM bersamaan dengan penutupan KKN-PPM.

Oleh: Adinda Ayu Chyntia dan Asyroful Muna

Editor: Kristin Banyu Risang Hobo