Kepedulian Magangers Kompas Muda Batch XI Kepada Anak-Anak Yatim Piatu

1
112

Setelah beristirahat sekitar dua minggu lamanya, Magangers Kompas Muda Harian Kompas Batch XI tahun 2019 yang akrab disebut Soda Gembira mengadakan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Tebet 1999, Jakarta pada Sabtu (3/8/2019).

Bakti Sosial ini masuk dalam rangkaian acara inaugurasi Magangers Kompas Muda Batch XI dan juga dilakukan dalam bentuk kepedulian generasi muda terhadap anak-anak yang masih dibawah umur atau balita yang tidak mempunyai kedua orang tua dan dititipkan di Panti Asuhan Tebet itu.

Jumlah anak-anak disana sekitar 30 orang, mulai dari yang bersekolah di tingkat SD hingga SMA. Namun, pada kegiatan ini yang berpartisipasi hanya sekitar 15 anak yang duduk di bangku SD saja. Hal tersebut tidak mengurangi kehebohan dan keseruan berlangsungnya kegiatan bakti sosial tersebut.

Sebelum menuju ke Panti Asuhan Tebet, Magangers Kompas Muda Batch XI berkumpul di kantor Harian Kompas di Palmerah Selatan, Jakarta Pusat untuk berangkat bersama. Namun, ada juga yang langsung menuju ke lokasi.

Rangkaian kegiatan

Mengawali acara, ketua pelaksana yaitu Arka Brian Dewara, siswa kelas 12 SMAN 55 Jakarta memberi sambutan. Ia berharap kegiatan itu bermanfaat dan bisa menghibur adik-adik yang tinggal di panti asuhan tersebut.

“Saya memilih Panti Asuhan Tebet ini karena jarang disinggahi oleh anak-anak muda dan juga tempatnya mudah di akses dari kantor Harian Kompas. Itu karena setelah dari panti asuhan ini kami akan kembali lagi ke kantor Kompas untuk kegiatan selanjutnya,” ujar si ketua pelaksana acara bakti sosial itu.

Pada kesempatan kemarin, magangers mengajari anak-anak penghuni panti menggambar. Selain itu mereka juga mengajak adik-adik kecil tersebut bernyanyi dan bermain alat musik. Kegiatan ini membuat acara semakin seru dan tidak membosankan. Anak-anak kecil diberi selembar kertas dan intruksi untuk menggambar cita-cita, benda kesukaan, dan lain-lain.

Anak-anak diberikan selembar kertas untuk menggambar. Foto Tasya Desiyanti

Laura (7) siswa kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah MTM, Tebet senang ketika kakak-kakak datang untuk mengajarinya menggambar, apalagi ketika ia disuguhkan dengan beberapa permen yang berbeda-beda rasa dan warna. Kegiatan menggambar memang disukai oleh Laura.

Padahal ketika tim Soda Gembira sampai di panti tersebut, Laura sedang merenung dan tak mau diajak untuk bermain serta berbaur dalam kegiatan. Melihat kondisi itu,  beberapa kakak-kakak Soda Gembira turun tangan untuk membujuk dan merayu Laura untuk ikut main bersama teman-teman yang lain.

Setelah selesai menggambar, masuk ke sesi permainan yang dipandu oleh kakak-kakak Soda Gembira agar kondisi bisa kondusif dan mudah diatur. Permainan yang dimainkan adalah joget bersama musik dan balon.

Jadi dua orang berhadapan dan menaruh balon tepat didepan dahi mereka kemudian musik menyala dan langsung berjoget ria. Babak permainan ini membuat semua peserta tertawa bahkan ada yang ingin terus menerus bermain dan tidak ingin permainan selesai.

Games joget balon yang dilakukan oleh peserta Bakti Sosial. Foto: Tasya Desiyanti

Kegiatan ini memberikan kesan terhadap Syakinah (3) yang belum sekolah dapat  mengenal lagu anak-anak, “Diajari lagu Balonku sama kakak-kakak, senang sekali,” ujar Syakinah.

Bukan hanya memberikan pengajaran dan bermain saja, Soda Gembira juga memberi beberapa sembako dan alat tulis untuk Panti Asuhan Tebet ini. “Dengan adanya kegiatan ini, kami (Magangers Kompas Muda Batch XI) peduli dengan anak-anak yang tidak mempunyai orangtua, bahkan ada yang tidak mengenali orangtua mereka sendiri. Kami datang untuk menghibur dan memberikan bantuan,” kata Arka lagi.

Kendala

Mengatur dari sekitar 15 anak sempat membuat magangers kewalahan sehingga menghambat jalannya kegiatan. Pada kegiatan ini banyak anak-anak yang tidak tertib juga tidak mengikuti acara dengan seksama, maklum karena masih kecil dan susah diatur.

Namun, hal itu bisa diatasi dengan pembagian permen, hadiah dan permainan yang membuat anak-anak tertarik untuk terus mengikuti kegiatan hingga akhir acara. Dengan berbagai strategi untuk membujuk dan merayu yang dilakukan oleh kakak-kakak Soda Gembira akhirnya kegiatan berjalan dengan lancar hingga selesai.

“Lumayan menantang untuk mengatur dan membujuk anak-anak untuk tetap duduk dan mengikuti kegiatan. Ada yang sukanya lari-lari bahkan sampai tidur-tiduran walaupun mereka tetap mendengarkan pembawa acara berbicara,” ujar Rehmia Eunike Gracia, siswa kelas 12 SMAK Penabur Gading Serpong, Tangerang.

Tasya Desiyanti, mahasiswa Jurusan Komunikasi Universitas Brawijaya Malang